Kehidupan sosial di dunia maya kini menjadi hal penting bagi banyak orang. Tak heran, banyak orang bangga ketika memiliki banyak followers di Instagram maupun akun media sosial lainnya. Konten pun menjadi hal yang perlu dipikirkan untuk mendulang likes meskipun dengan cara berbagi aktivitas pribadi, yang memungkinkan khalayak luas tahu informasi pribadinya bahkan isi kamarnya. Privasi seolah menjadi begitu “murah” harganya, mengingat siapapun yang mengikuti akun kita bisa mengetahui tentang hidup kita. 

Hal ini tentu berbahaya, mengingat siapapun yang berinteraksi di dunia maya akan meninggalkan jejak digital, meskipun data yang pernah kita unggah sudah kita hapus. Cukup banyak contoh kasus kekerasan pada anak dan remaja yang berawal dari interaksi di media sosial, ini belum termasuk tindak kriminal seperti penipuan maupun pencurian data.

Karena itu, kita perlu paham betapa penting menjaga privasi kita di media sosial (maupun di dunia maya secara umum). Selain berpikir dua kali sebelum memposting sesuatu, tahu apa tujuannya dan memastikan tak merugikan diri sendiri dan orang lain saat ini ataupun di masa yang akan datang, kita juga perlu melindungi diri dari hal-hal yang tak diinginkan dengan cara:

1. Hanya mengunggah foto, video, dan informasi yang menurut kita tidak masalah diketahui orang banyak. Alasannya, sekali saja data tersebut diunggah di media sosial, pada saat itu juga kita sudah kehilangan kendali atas tersebarnya data tersebut.

2. Lindungi data pribadi. Sejumlah data pribadi yang berbahaya jika diketahui publik adalah nomor telepon, alamat, tanggal lahir, foto yang menunjukkan tempat tinggal, serta tempat yang biasa dikunjungi. 

3. Tentukan batasan. Terkadang, bukan kita yang membagi informasi pribadi di media sosial, melainkan teman atau saudara kita. Tak ada salahnya meminta mereka secara halus untuk tidak memuat foto, video, maupun data pribadi kita yang berisiko menimbulkan bahaya. Hal yang sama juga berlaku untuk tagging (menandai) dan pencantuman lokasi dalam foto. 

4. Rahasiakan password akun media sosial, termasuk pada pasangan. Pasangan yang memaksa kita berbagi password bisa menjadi tanda tidak adanya rasa percaya terhadap pasangan maupun merupakan upaya mengekang pasangan.  

5. Jangan berkomentar negatif tentang/terhadap orang lain, apalagi jika kata-kata tersebut tidak berani kita ucapkan secara langsung. Menuruti emosi sesaat akan menimbulkan penyesalan. Bukan tak mungkin hal tersebut akan menimbulkan masalah besar. 

Dengan mengatur privasi di media sosial, kita telah mengambil langkah penting yang tidak hanya akan memengaruhi kehidupan kita di dunia maya namun juga di kehidupan yang sebenarnya. 

 

Photo created by freepik - www.freepik.com