“Sekedar seks, apa salahnya? Toh sama-sama suka” menjadi dalih agar hubungan seks sebelum menikah jadi sah-sah saja. Bukan tanpa alasan agama dan norma melarang kita melakukan hubungan intim dengan pasangan tanpa terikat secara sah. Karena faktanya, ada banyak risiko yang bisa terjadi, jika kita tak mau sedikit bersabar untuk menunggu. Tak percaya? 

Kehamilan di luar nikah 

Ya, ini kemungkinan pertama yang tentu kita semua paham akan fatal dampaknya. Secara norma, menanggung rasa malu tentu tak semudah yang dibayangkan. Belum lagi bagaimana kecewanya orang tua, keluarga, kerabat yang peduli dengan kita. Kalau pasangan mau bertanggung jawab, tentu kita beruntung - tapi kalau tidak? Bisakah kita menanggung konsekuensinya? Merawat anak sendiri tentu tak mudah.

Secara hukum, lewat pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan, anak yang lahir di luar pernikahan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya (kecuali ada pengakuan dari ayahnya), ini berarti ayah bisa tidak bertanggung jawab atas kebutuhan anaknya jika ia tak mengakui. 

Baca: Siapkah Kita Menjadi Orang Tua? Cek Dulu di Sini!

Tertular penyakit menular seksual 

Apa kita yakin 100% pasangan hanya melakukan seks dengan kita saat berhubungan? Karena faktanya, banyak pasangan yang justru terkena imbas penyakit seksual menular akibat seks bebas yang dilakukan. Ada lebih dari 30 bakteri, virus, dan parasit berbeda yang bisa ditularkan melalui kontak seksual. Di antaranya, klamidia, herpes genital, gonore, HIV/AIDS, Human Papiloma Virus, syphillis, trichomoniasis, hepatitis B, dan kutil kelamin.

Baca: Perlukah Bertanya Riwayat Seks Calon Pasangan?

Tak cuma sekedar fisik, seks sebelum menikah juga bisa menimbulkan dampak psikologis

Menurut Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Koentjoro hubungan seks di luar nikah memiliki risiko psikologis, seperti.. 

1.Timbul perasaan bersalah yang sulit hilang 

Kita yang memegang nilai agama, dan tahu betapa hubungan seks di luar pernikahan menanggung dosa yang besar tentu akan merasa menyesal dan tidak nyaman (apalagi) jika ini adalah yang pertama. 

2. Ketergantungan yang berujung negatif 

Saat telah melakukan seks bersama pasangan, adalah hal yang normal ketika kita jadi merasa insecure alias tidak nyaman cenderung menjadi waswas pasangan akan meninggalkan kita setelah apa yang sudah dilakukan. Hal ini bisa berujung pada hubungan posesif yang justru berimbas negatif pada dua belah pihak. Bukan tak mungkin, hubungan posesif akan berujung pertengkaran bahkan perpisahan.

3. Kecenderungan adanya kekerasan dalam pacaran 

Pasangan ingin berhubungan, kita mengiyakan. Sekali terjadi, mungkin bisa dilewati baik-baik saja, tapi lalu ia minta lagi (dan lagi) hingga terus menerus. Mulai dari menolak halus, hingga ia tak sabar dan melakukan kekerasan. Saat terjadi satu kekerasan, akan sangat mudah terjadi kekerasan yang lain.  - fisik dan verbal. 

4. Punya potensi selingkuh saat menikah 

Pasangan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, punya potensi dan kecenderungan untuk selingkuh. Kenapa? Karena perasaan excited melakukan hubungan seks saat menikah, tentu berbeda ketika sudah menikah. Sehingga selingkuh menjadi pilihan yang lebih menantang. 

Kenapa harus melakukan seks sebelum menikah, padahal ada banyak keuntungan jika kita menundanya.. 

Menurut sebuah penelitian di Journal of Family Psychology, pasangan yang menunda berhubungan seks hingga menikah akan lebih bahagia dan memiliki hubungan yang stabil dan kuat ketimbang mereka yang tidak. Studi yang melibatkan 2035 pasangan menikah ini, membuktikan bahwa kualitas seks pasangan menikah 15% lebih tinggi dari mereka yang melakukan seks pranikah. Kualitas hubungan pun lebih tinggi 22% dan rasa kepuasan terhadap pasangan ketika melakukan seks secara sah lebih tinggi 20% dari mereka yang sebaliknya. Penelitian ini juga menunjukkan kalau pasangan lebih menghargai satu sama lain ketika sudah menikah, sehingga komunikasi menjadi landasan kuat hubungan mereka. Alhasil, kehidupan seks mereka akan jauh lebih menyenangkan dan membahagiakan. Jadi, lebih baik untuk sedikit bersabar kan?

 

Artikel terkait:

Pacar Minta Hubungan Seks, Ini Cara Menolaknya

Ciri-Ciri Pacar Abusive yang Harus Diwaspadai

Kekerasan dalam Pacaran Tak Harus Berupa Pukulan, Ini Bentuk Lainnya

 

Photo created by ArthurHidden - www.freepik.com