Saat telah mengucap janji sehidup semati dengan pasangan, tentunya dunia jadi serasa milik berdua. Betapa tidak, setelah penantian yang panjang, akhirnya kita bisa menikmati  momen intim bersama dengan pasangan tanpa ada lagi kekhawatiran. Wah, sudah plong rasanya mau melakukan apa saja dengan di dia! Tak heran, gejolak seks pasangan suami istri baru bisa meluap-luap di awal pernikahan. Tapi tunggu, siapa bilang pengantin baru lalu enggak punya masalah ranjang? Ternyata, masalah seks pengantin baru juga ada lho! 

1. Gagal penetrasi

Meski baru menikah, kita dan pasangan sudah tahu lah bagaimana caa berhubungan seks. Tapi kok, penis gagal penetrasi ya? Seolah, vagina tak memiliki “jalan masuk”. Jangan bingung, hal ini wajar terjadi. Penyebabnya bisa jadi karena kurang foreplay (mungkin pengantin pria yang terlalu terburu-buru) sehingga vagina belum mengeluarkan cairan pelumas. Jika wanita terangsang, maka dinding vagina akan melebar dan memanjang, juga mengeluarkan cairan pelumas sehingga penis bisa penetrasi. Namun, jika foreplay sudah cukup lama dan tetap gagal penetrasi, cek kemungkinan adanya infeksi yang membuat vagina bengkak, kelainan bawaan selaput dara (terlalu tebal), maupun vaginisimus.

Baca: Sulit Berhubungan Seks? Waspada Gejala Vaginismus

2. Ragu seberapa sering normalnya pasangan berhubungan seks

Sebenarnya tak ada batasan berapa kali boleh berhubungan seks selama sehari, asalkan keduanya merasa nyaman. Yang biasanya terjadi, salah satu merasa tak nyaman secara fisik dan psikologis karena pasangan ingin terus-menerus melakukan hubungan seks. Walau sudah menikah, bukan berarti tak boleh menolak berhubungan seks. Komunikasi secara terbuka supaya seks bisa terus sama-sama dinikmati. 

3. Tak paham cara menggunakan kontrasepsi 

Pasangan baru biasanya masih ingin “pacaran” setelah menikah. Ingin punya waktu yang berkualitas dulu bersama pasangan sebelum memutuskan ingin punya momongan. Nah, biasanya di awal pernikahan pasangan suka lupa konsultasi masalah kontrasepsi. Walhasil, di masa bulan madu merasa cemas karena belum memutuskan menggunakan kontrasepsi. “Kan bisa pakai kondom?” 

Eits, ternyata enggak semua pria itu paham lho cara menggunakan kondom untuk yang pertama kalinya. Sering kali, pria gagal saat menggunakannya ketika ereksi. Karenanya, penting untuk melakukan perencanaan kehamilan dari sebelum menikah, supaya hal ini enggak mengganggu acara bulan madu. 

4. Ia ‘keluar’ terlalu cepat atau orgasme yang sering kali gagal

Bukan berarti ketika pria ejakulasi dini dan wanita belum orgasme menjadikan hubungan seks dianggap gagal. Ingat, ya.. ini kan baru pertama kali. Tak semua hal berhasil di saat pertama, begitu pula hubungan seks. 

Tak usahlah tergesa-tergesa dan hanya fokus pada orgasme. Lakukan pemanasan yang lama, nikmati leburan rasa bersama pasangan. Temukan hasrat bersama dan jika tak mencapai orgasme, tak mengapa. Masih ada besok, besoknya, dan besoknya lagi untuk mencobanya lagi, lagi (dan lagi). 

5. Terlalu percaya mitos sehingga menjadi cemas 

Belum apa-apa sudah ketakutan akan ‘berdarah’ ketika pertama kali berhubungan. Atau, pria yang ragu akan keperawanan istrinya kalau ternyata tak keluar darah ketika berhubungan. Padahal faktanya, tak semua wanita akan mengeluarkan darah ketika berhubungan intim untuk yang pertama kali. Malah, jika memang ya itu bukan karena ia bukan perawan melainkan kurangnya foreplay alias pemanasan sehingga vagina belum basah saat pria memasukkan penisnya. Gesekan pada kulit yang kering inilah yang bisa menyebabkan luka hingga berdarah. Begitu pula yang terburu-buru padahal kondisi vagina wanita masih kencang alias belum lemas akibat pemanasan. Jadi.. tak perlu cemas! Kita hanya perlu melakukan pemanasan yang lebih lama.

6. Seks tanpa komunikasi 

Oh no, ini adalah hal yang paling salah dalam sebuah hubungan. Kurang komunikasi! Komunikasi itu enggak hanya penting dalam sebuah hubungan (apalagi hubungan pernikahan) tapi juga dalam hal seks. Penting buat kita terbuka dengan pasangan akan apa yang kita nyaman lakukan dan yang tidak. Seks bukan sekedar hubungan fisik, tapi emosi terlibat di dalamnya. Jadi penting sekali untuk merasa nyaman ketika melakukannya. 

7. Kurang gairah karena terlalu lelah bekerja 

Oke, ini adalah masa bulan madu di mana seharusnya pasangan fokus pada keintiman bersama. Tapi kenyataannya, kita masih dihantui pekerjaan dan tenggat waktu yang tak bisa ditinggalkan. Akibatnya, boro-boro mau melakukan hubungan seks, gairah saja sudah hilang karena terlalu lelah dengan pekerjaan. 

Jangan biarkan hal ini berlarut, ya. Sesibuk apapun kita, kedekatan intim dengan pasangan itu penting dalam pernikahan. Sediakan waktu 2 jam saja untuk bisa fokus dengan pasangan. Melakukan “quicky” di tengah kesibukan bisa dicoba, lho! Sensasinya bisa bikin kita kembali berenergi untuk bekerja, setelahnya. 

Nah, mumpung masih pengantin baru nih.. kita perlu pupuk komunikasi supaya urusan ranjang dengan pasangan bisa tetap penuh dengan gairah!  Bingung bagaimana caranya? Baca artikel Cara Ngomong Seks ke Pasangan Tanpa Canggung.

 

 

Photo created by jcomp - www.freepik.com