“Minum soda aja, biar mensnya deres jadi cepet selesai.” Pernah dengar saran semacam ini? Nampaknya, mitos seputar menstruasi masih banyak beredar dan dipercaya kebenarannya, khususnya di kalangan remaja yang baru saja mendapat menstruasi. Ini baru satu mitos, belum yang lain. Meski terkadang tak berbahaya, namun informasi yang salah perlu diluruskan. Tujuannya, agar kita tahu bagaimana mengatasi keluhan menstruasi dengan tepat, juga kapan harus waspada. 

Berikut ini adalah mitos seputar menstruasi yang perlu kita tahu:

1. Soda menambah deras menstruasi

Salah. Ternyata, soda malah dapat membuat PMS (pre menstrual syndrome) bertambah buruk. Kandungan kafein dalam minuman bersoda mampu meningkatkan tekanan darah, sakit kepala lebih parah, dan nyeri punggung bawah. Jika ingin menstruasi lebih lancar, minumlah cukup air putih, olahraga, dan makan makanan sehat. 

2. Makanan tertentu membuat menstruasi berbau

Bau darah menstruasi disebabkan oleh dua hal, yaitu kadar pH (keasaman) vagina dan adanya bakteri. Jadi, makanan bukanlah penyebab darah menstruasi berbau. 

Darah menstruasi memiliki bau yang khas, yang terkadang berubah-ubah. Jika baunya seperti logam, hal tersebut disebabkan oleh kandungan zat besi yang ada di dalam darah. Sementara itu, bau yang busuk bisa disebabkan oleh pembalut/tampon yang terlalu lama tidak diganti. Darah menstruasi juga bisa berbau seperti bau badan. Penyebabnya adalah adanya kelenjar keringat di area kemaluan, yang mengeluarkan bau khas saat seseorang dalam keadaan cemas. Karenanya, bau keringat jenis ini berbeda dengan keringat setelah berolahraga.

Bagaimana dengan bau yang sangat amis? Bisa jadi Anda mengalami infeksi bakteri (bacterial vaginosis), di mana bakteri tumbuh lebih banyak dari yang seharusnya. Ciri lain jika Anda terkena infeksi adalah munculnya keputihan berwarna putih atau keabu-abuan di luar periode menstruasi. Untuk memastikannya, kunjungi dokter.

Baca: Mengenal Infeksi Jamur pada Vagina

3. Minuman pereda nyeri haid bisa membuat rahim kering

Ada kalanya, nyeri perut saat menstruasi membuat aktivitas terganggu. Minum minuman pereda nyeri haid pun menjadi pilihan. Namun, benarkah rutin meminumnya membuat rahim kering? Ternyata tidak. Rahim hanya bisa kering dalam kondisi menopause. Jika tidak yakin dengan kandungan minuman tersebut, Anda bisa mengonsumsi parasetamol atau menggunakan cara alami seperti kompres air hangat dan jamu kunyit asam. 

4. Menstruasi bisa “menular”

Katanya, perempuan yang tinggal satu rumah lama kelamaan memiliki jadwal menstruasi yang sama. Sejumlah penelitian yang dimuat dalam situs Healthline menunjukkan bahwa siklus menstruasi tidak dipengaruhi oleh kedekatan jarak antara wanita satu dan lain. Jika terjadi persamaan periodenya, kemungkinan besar disebabkan oleh perhitungan matematis seperti probabilitas.

5. Menstruasi membuang darah kotor

Apa sih sebenarnya darah kotor? Secara medis, darah kotor adalah darah yang membawa sisa metabolisme, dicirikan dengan tingginya kandungan karbondioksida. Sebaliknya, darah bersih masih kaya oksigen. 

Nah, darah menstruasi yang seolah merupakan kotoran jangan diasumsikan sebagai darah kotor, ya! Darah menstruasi sebenarnya berasal dari lapisan dinding rahim yang luruh, bukan dari aliran darah balik yang kembali ke jantung.

6. Berhubungan seks saat menstruasi tidak mungkin hamil

Sel sperma dapat bertahan di dalam rahim selama 5 hari. Artinya, saat menstruasi berakhir, sel sperma tetap dapat bergerak menuju sel telur. Jadi, kehamilan masih mungkin terjadi.

Baca: Plus Minus Berhubungan Seks Saat Menstruasi

7. Boleh berenang

Katanya, tekanan air kolam renang bisa menahan keluarnya darah haid sehingga kita bisa aman berenang. Memang betul, namun ketika kita berdiri keluar dari kolam renang, tekanan tersebut akan menurun drastis dan darah dapat keluar kembali. Untuk mencegah hal tersebut, gunakan tampon atau menstrual cup. Penggunaan pembalut tidak disarankan karena dapat menyerap air kolam renang sekaligus menyebarkan “jejak darah” di kolam.

Jadi, pernah percaya yang mana aja, nih? Tak perlu malu. Kini saatnya meluruskan mitos menstruasi ke teman dan kerabat (atau anak!) agar mitos ini tak makin melegenda.

Photo created by benzoix - www.freepik.com



Tanya Skata