Baru saja anak kita kenalkan dengan makan padat, lagi senang-senangnya coba ragam makanan, eh tiba-tiba dia mogok makan. Mulutnya rapat, tangannya siap tangkis ketika suapan mendekati. Pintarnya lagi, sudah bisa geleng-geleng nolak makan. Wah wah, kenapa ini ya? 

“Makanannya enggak ada rasanya kali?” atau “Coba deh tambahin garam, dikit aja” adalah saran yang kerap diberikan oleh kerabat atau orang tua. Padahal, anak baru mulai MPASI (Makanan Pendamping ASI), pun belum genap satu tahun. 

Gundah tentu saja. Kita mulai panik, bagaimana nanti kalau berat badannya turun atau lemas kurang makan? Belum lagi, kita ikutan lelah karena anak maunya menyusu saja karena lapar tapi enggak nafsu makan. Sebelum buru-buru menambahkan garam atau penyedap pada makanan anak, atau panik periksa ke dokter, yuk cari tahu dulu apa saja kemungkinan penyebab ia tutup mulut. 

Ada beberapa alasan kenapa anak enggan makan, di antaranya:

1. Sensitif terhadap makanan tertentu 

2. Sedang kurang enak badan

3. Sakit gigi/tumbuh gigi

4. Sembelit

5. Mengalami gangguan pencernaan 

6. Sedang minum obat (terutama antibiotik) 

7. Sedang menderita sakit tertentu

8. Kurang tidur atau tidur tidak teratur 

Nah, kalau salah satu alasan di atas ada yang tercentang, berarti kita tak perlu khawatir karena itu hanya sementara. Tapi juga, jangan lengah supaya tak jadi kebablasan. Gimana caranya? 

1. Jangan memaksa 

Memang sih, rasanya gemas sekali lihat anak tak mau makan. Tapi memaksa bukan jawabannya. Kenapa? Karena memaksa malah justru memancing ketegangan dan membuat anak jadi trauma makan. Alih-alih buka mulut, ia malah kurang sensitif pada rasa lapar. 

2. Kreasi makanan lebih menarik 

Sudah coba cetak makanan, belum? Atau sajikan di piring yang ia senangi? Tampilan makanan yang menarik biasanya ampuh meningkatkan nafsu makan. Pilihan ragam makanan berwarna juga bisa menjadi solusi. Cetak wortel dengan bentuk yang unik, bikin kentang tumbuk lalu dibentuk dan dihiasi dengan taburan brokoli, ditambah dengan cincang ayam siapa tahu bisa buat anak membuka mulutnya.

3. Tak usah banyak-banyak 

Sajikan makanan dengan potongan kecil-kecil. Satu sajian penuh, bisa membuat ia merasa penuh dan enggan untuk sekedar mencicipinya. Potongan yang lebih kecil bisa lebih menggugah selera dan memudahkan anak untuk menggenggamnya sendiri. 

4. Ganti menu makan supaya tidak bosan 

Tiap hari menunya ada ayamnya atau pakai nasi terus? Padahal, ada banyak pilihan karbohidrat selain nasi yang bisa kita pilih untuk anak supaya tidak bosan, begitu juga dengan protein dan sayuran.

Baca: Tak Harus Nasi, Ini 6 Pilihan Karbohidrat yang Tak Kalah Nikmat

Semua cara sudah dicoba, anak masih juga enggan makan? 

Kalau aksi mogok makan ini berlangsung berhari-hari, sehingga anak mulai terlihat lemas tak bertenaga, mudah rewel, jangan tunda untuk konsultasikan ke dokter, ya.

 

Photo created by cookie_studio - www.freepik.com