Siapapun yang sudah menikah pasti tahu, suami adalah sosok yang selalu semangat 45 kalau menyangkut urusan ranjang, meskipun pernikahan sudah menginjak tahun ke sekian. Sesibuk apapun suami, urusan seks tak boleh terlewat. Berbeda dengan istri, makin banyak pekerjaan, makin turun gairah seksnya. Apalagi, jika suami tak menunjukkan perhatian. Kok bisa ya? Ini kata penelitian! 

1. Pria lebih sering memikirkan seks

Dilansir dari laman kesehatan WebMD, pria di bawah usia 60 tahun memikirkan seks minimal sekali sehari. Sementara, hanya seperempat wanita yang berpikir tentang seks sesering itu. Pikiran ini juga bisa datang tiba-tiba tanpa harus melihat hal sensual terlebih dahulu. Begitu pula fantasi seksnya, yang ternyata lebih sering dan lebih bervariasi daripada wanita. Jadi, jangan keburu menuduh suami macam-macam ya, memang otak suami “dari sononya” demikian.

2. Pria berusaha keras untuk memenuhi hasratnya

Karena dorongan seks yang lebih besar, pria pun lebih keras usahanya untuk memenuhi hasratnya. Usaha ini termasuk pada kondisi yang ia tahu sebenarnya tak diperbolehkan, misal terkait kepercayaan maupun status pernikahan. Edward O. Laumann, PhD, yang meneliti tentang praktik seks di AS, mengungkapkan bahwa dua per tiga responden prianya mengaku melakukan masturbasi, meskipun sebagian merasa bersalah setelah itu. 

Karena itu, jangan heran jika suami pantang menyerah mendekati istri jika sedang ingin berhubungan seks. Juga, merasa sangat tersiksa jika mendapat penolakan.

Baca: Seni Menolak Ajakan Bercinta Agar Pasangan Tak Sakit Hati

3. Gairah seks wanita dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kultural

Berbeda dengan pria yang relatif mudah terangsang dalam berbagai kondisi, gairah dan perilaku seks wanita dipengaruhi oleh banyak hal.

Penelitian di AS menunjukkan bahwa lingkungan pertemanan akan berpengaruh pada perilaku seks wanita. Begitu juga dengan tingkat religiusitas (yang pada pria bisa saja tidak terlalu berpengaruh). 

Wanita dengan tingkat pendidikan yang tinggi juga lebih permisif terhadap berbagai variasi hubungan seks, sementara perbedaan tingkat pendidikan pada pria tak terlalu memengaruhi perilaku seks mereka.

Perilaku seks pada wanita pun bisa berubah seiring waktu, termasuk kesediaan untuk melakukan gaya seks tertentu.

Jadi, jika suami merasa gairah seks istri tak bisa ditebak, bisa jadi ada faktor-faktor lain yang memengaruhinya. Cara terbaik untuk tahu, ya tentu saja bertanya langsung. Bila masih bingung bagaimana memulai pembicaraan tentang seks, baca di sini.

4. Wanita membutuhkan banyak tahap untuk bisa menikmati seks

Istri manapun pasti langsung mengangguk saat membaca kalimat di atas. Memang benar, suami lebih sederhana dalam memandang seks. Sementara istri? Inginnya seperti film romantis. Ngobrol dulu, tertawa bersama, saling pandang dan membelai, ciuman-ciuman singkat…. 

Tak hanya itu, banyak hal juga bisa membuat para istri buyar gairahnya. Contoh, khawatir anak bangun, suami belum mandi, sprei kotor, atau malas keramas. Syaratnya banyak ya, Bu.

Dengan penjelasan di atas, jangan heran pula jika istri mendadak “kirim sinyal” setelah suami mengajak ngobrol panjang, memberi perhatian, atau rajin membantu urusan rumah beberapa hari terakhir. Tak sulit kan, sebenarnya?

5. Wanita lebih sulit orgasme

Benar atau benar? Dari artikel Fakta Orgasme pada Wanita, diketahui bahwa hanya 31-40% wanita yang merasakan orgasme saat berhubungan seks tanpa stimulasi pada klitoris. Sementara pria? Hampir 100% orgasme. 

Selain masalah klitoris, pria pun hanya butuh 4 menit untuk bisa mencapai puncak, sementara wanita membutuhkan 10-11 menit. Itupun kalau bisa orgasme. 

Perbedaan “kadar nikmat” saat berhubungan seks ini tentu berpengaruh dalam rumah tangga. Wajar jika para suami lebih ingin mengulanginya dibandingkan istri. Bukan tidak mungkin istri pun sama inginnya dengan suami saat pengalaman seksnya juga memuaskan.

Lantas, apa kesimpulannya?

Perbedaan gairah seks suami dan istri bukan harga mati. Masih banyak cara untuk membuat suami dan istri sama-sama menginginkan seks, tentunya dengan komunikasi dan saling memahami alih-alih saling menuntut maupun menyalahkan.

Suami paham bahwa gairah seks istrinya terhubung dengan banyak faktor, maka faktor inilah yang bisa "diotak-atik" agar istri bersemangat. Istri pun paham bahwa libido pria memang butuh lebih sering disalurkan, sehingga berusaha mencari titik tengah tanpa harus membebani diri. 

Baca: Tips Bangkitkan Gairah Saat Enggak Mood Hubungan Seks

Semua kembali ke masing-masing pasangan. Yang penting, segera bicarakan jika ada masalah, ya!

 

 

Photo created by master1305 - www.freepik.com

 



Tanya Skata