“Nama saya, Ami. Saya menggunakan pil KB sejak 3 bulan yang lalu. Anehnya, selama 3 bulan saya minum pil KB, saya tidak kunjung dapat haid. Duh kenapa ya, apakah itu normal? Atau jangan-jangan saya hamil, ya?” Suara hati Ami nampaknya mewakili banyak pengguna pil KB yang bingung dengan perubahan siklus haid yang terjadi. Padahal, hal itu normal, lho. Ini penjelasannya.

Dinding rahim menipis

Bila memutuskan untuk menggunakan pil KB, maka akan ada efek sampingnya. Salah satunya adalah haid yang tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali. 

Efek samping ini disebabkan oleh hormon yang terkandung dalam pil KB. Hormon buatan inilah yang bertugas mencegah kehamilan dengan cara:

  1. Mencegah ovulasi (lepasnya sel telur dari “pabriknya”) sehingga tak ada yang bisa dibuahi oleh sel sperma. 
  2. Menipiskan dinding rahim sehingga haid tidak terjadi. 

Apa hubungan dinding rahim dan haid?

Saat haid, dinding rahim inilah yang akan meluruh menjadi darah. Karena ketidakseimbangan hormon yang terjadi, dinding rahim mengalami perubahan struktur sehingga tidak akan menebal dan tidak akan meluruh.

Tak hanya gangguan siklus haid berupa amenorhea (tidak menstruasi), pengguna pil KB juga bisa mengalami:

  • perdarahan berupa tetesan atau bercak-bercak (spotting), 
  • perdarahan diluar siklus haid (metroragia atau breakthrough bleeding), dan
  • perdarahan haid yang lebih lama dan atau lebih banyak dari pada biasanya (menoragia).

Berbahayakah jika lama tidak haid?

Melihat penjelasan di atas, tidak haid hanyalah efek samping penggunaan pil KB sebagai upaya pencegahan kehamilan. Dan, hal ini tidak berbahaya. Siklus haid akan kembali normal beberapa minggu setelah berhenti minum pil KB. 

Baca: Informasi Lengkap Pil KB Kombinasi

“Lalu, “darah kotor” kita menumpuk di dalam tubuh ya? Wah, bahaya dong!“ 

Nah, setelah baca artikel ini jangan sampai adalagi pemahaman seperti ini, ya. Haid memang tidak akan terjadi saat dinding rahim menipis dan tidak adanya penempelan sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma. Hal itu disebabkan oleh hormon yang ada dalam pil KB. Jadi, enggak ada tuh yang namanya darah kotor mengendap di tubuh kita, melainkan memang proses menstruasinya yang tidak terjadi. 

Jika masih belum paham, penjelasan tentang proses terjadinya kehamilan maupun menstruasi ada di artikel "Ma, Kenapa Hubungan Seks Bisa Bikin Hamil?"

Namun bila kita ingin haid terus tiap bulannya, kita bisa lho menggunakan KB jenis lain seperti IUD. IUD ini bukan KB hormonal, sehingga pasti haid tiap bulannya. Ketahui informasi detil tentang IUD di sini.

 

 

https://skata.info/kontrasepsiku/informasi/pil-kombinasi

Photo created by freepik - www.freepik.com 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata