Pil KB banyak digemari karena mudah digunakan dan mudah didapat. Namun, masih banyak lho yang belum paham cara kerja pil KB ini, khususnya bagi mereka yang baru mulai minum pil KB. Karenanya, masih banyak muncul pertanyaan, “Kok saya minum pil KB warna putih tapi belum haid ya?”. Pertanyaan ini wajar karena tidak haid sering dikaitkan dengan tanda kehamilan. Nah, agar enggak parno, kita belajar sedikit yuk tentang cara kerja pil KB dan mengapa haid bisa “menghilang” sementara.

Warna pil KB dan arti di baliknya

Pil KB merupakan kontrasepsi hormonal, artinya cara kerjanya akan memengaruhi kinerja hormon di dalam tubuh kita, terutama hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam menstruasi dan kehamilan. Pil KB ini ada banyak jenisnya, namun yang paling banyak digunakan adalah pil KB kombinasi. Pil KB Kombinasi ini pun banyak juga jenisnya seperti Pil KB kombinasi 21 hari, pil KB kombinasi 28 hari, dan pil KB kombinasi 91 hari. 

Pil KB kombinasi ini terdiri dari 2 jenis pil yang bisa dibedakan berdasarkan warnanya:

1. Pil berwarna kuning 

Umumnya, pil berwarna kuning adalah yang mengandung hormon. Hormon yang terdapat di Pil KB ini bisa mengandung estrogen dan progesteron, atau salah satu hormon tersebut. 

2. Pil berwarna putih atau plasebo

Sementara itu, pil putih adalah pil yang tidak mengandung hormon. Pil ini biasanya mengandung gula, namun ada juga yang mengandung vitamin dan mineral seperti asam folat dan zat besi. 

Mengapa dibuat beda warna?

Warna pil KB berbeda untuk menentukan pil mana yang harus dikonsumsi sesuai dengan status haid kita saat minum pil KB (sedang haid atau tidak) sehingga kita tidak lupa untuk mengonsumsi pil KB. 

Bila kita sedang haid, maka kita bisa konsumsi pil berwarna putih. Sebaliknya, saat tidak haid kita minum pil berwarna kuning. 

Pastinya, ini disesuaikan dengan siklus haid kita juga dengan hari yang ada di balik pil KB tersebut.

Kalau begitu, kenapa pas minum pil putih, haid tak kunjung datang?

Segala bentuk KB hormonal, baik itu pil, suntik, atau implan, akan memiliki efek samping pada siklus haid, seperti jadi tidak teratur, jadwal maju atau mundur, lebih lama atau lebih pendek, darah banyak atau sedikit.

Mengapa bisa demikian?

Karena hormon yang ada dalam pil KB akan mencegah terjadinya kehamilan dengan cara:

  • Menipiskan dinding rahim sehingga bakal janin sulit menempel
  • Mencegah ovulasi atau produksi sel telur

Nah, ketika dinding rahim menipis, maka haid tidak terjadi. Sebab, dinding rahim inilah yang kelak meluruh dan keluar menjadi darah saat haid. 

Baca: Pentingnya Mengetahui Ovulasi dan Masa Subur

Lalu, apakah mungkin haid akan kembali teratur?

Mungkin saja, karena efek pil KB ini tidak dapat diprediksi dan bisa berbeda-beda pada tiap perempuan. Tubuh mungkin bisa cepat berdaptasi terhadap pil ini sehingga haid menjadi teratur, namun angka kejadiannya sangat sedikit. 

Apakah hal ini berbahaya?

Jika kita menggunakan pil KB namun tidak haid atau haid jadi tidak teratur, tak perlu khawatir. Ini adalah bagian dari efek samping penggunaan pil KB. Tapi, dipastikan ya bahwa kita minum pil KB setiap hari di waktu yang sama. 

Jika kita tidak haid atau haid menjadi sedikit atau lebih pendek harinya, itu juga keadaan yang normal. Sekitar 10-20% perempuan mengalami haid yang sangat ringan bahkan tidak sama sekali setelah minum pil KB. 

Baca: Terlewat Minum Pil KB, Apa Risikonya, Ya?

Yang perlu dikhawatirkan adalah saat kita tidak rutin mengonsumsi pil KB dan tidak haid. Keadaan tidak haid disebut juga dengan amenore. Bila terjadi amenore disertai dengan gejala mual, muntah, lemas, dan merasakan nyeri di payudara, segera cek kehamilan. Pil KB yang tak rutin dikonsumsi akan menurun efektivitasnya, dari 99% menjadi 93%. Artinya, kita lebih berpeluang untuk hamil. 

Jika ingin mencari alternatif dari pil KB, baca penjelasan ringkas 7 jenis kontrasepsi lainnya di fitur Kontrasepsiku.

 

 

Photo created by freepik - www.freepik.com

 

 

 



Tanya Skata