Masa eksplorasi si kecil tentu tak luput dari insiden-insiden kecil seperti luka karena terjatuh, tergores benda tajam, kepala terbentur, atau mengucek mata hingga merah. Meski tak merasakan sakit seperti pada kecelakaan kecil lainnya, mata merah pada anak membuat orang tua khawatir. Apalagi, jika merahnya mata disertai rasa gatal dan anak pun tak kuasa menahan untuk menguceknya. Inginnya langsung segera kita obati sebelum matanya menjadi belekan dan menular.

Memangnya pasti menular?

Sebelumnya, kita perlu paham bahwa mata merah bisa disebabkan oleh:

1, Alergi. Gejalanya: mata lebih berair, bengkak, juga sangat merah. 

2. Infeksi virus. Gejalanya: ada kotoran mata (belek) berwarna putih.

3. Infeksi bakteri. Gejalanya: mata merah sekali dan berair, ada kotoran mata kekuningan dengan tekstur lengket. 

4. Iritasi. Iritasi bisa disebabkan misalnya karena terkena pasir atau zat kimia. 

Nah, mata merah yang disebabkan oleh infeksi inilah yang menular. Jika anak mengalami mata merah dan mengeluh tidak enak badan juga demam, ada kemungkinan mata merah anak disebabkan infeksi dan berisiko menular. Jangan biarkan anak masuk sekolah atau bermain dengan orang lain hingga mata merahnya sembuh. Perlu diingat, penularan terjadi bukan karena tatapan mata, namun karena cairan mata berpindah ke tangan saat mengucek mata, lalu digunakan untuk menyentuh benda atau teman lain.  

Meskipun demikian, mata merah karena alergi dan iritasi pun bisa berkembang menjadi infeksi bakteri, khususnya jika anak mengucek mata ketika tangan dalam kondisi kotor.

Bisakah mata merah sembuh dengan sendirinya?

Biasanya bisa, namun ada juga yang membutuhkan pengobatan. Pada mata merah yang disebabkan infeksi bakteri kemerahan akan hilang dalam 5-10 hari, namun lebih cepat sembuh bila diberi antibiotik. Sementara itu, jika virus adalah penyebabnya, paling lama mata merah sembuh dalam 14 hari walau biasanya lebih cepat. 

Baca: Pengaruh Gadget pada Kesehatan Mata

Bagaimana cara mengobatinya?

Untuk pengobatan di rumah, ada cara sederhana yang bisa dicoba, yaitu:

1. Basuh mata

Jika mata terkena iritasi atau kemasukan benda asing, segera basuh air mata dengan air mengalir. Gunakan air biasa (tidak panas, tidak dingin.

2. Kompres hangat

Ada dua cara, yaitu kompres basah dan kompres kering. 

Untuk kompres basah, celupkan handuk kecil ke air hangat, peras, lipat segi empat, tes dulu di bagian tubuh lain untuk memastikan tidak terlalu panas, baru kompreskan pada mata anak yang terpejam. Metode ini cocok untuk meredakan rasa nyeri pada otot mata.

Untuk kompres kering, gunakan botol mini berisi air hangat yang dilapisi kain, letakkan di atas mata. Metode ini lebih cocok untuk mengompres area yang lebih lebar.

Suhu hangat akan membuat mata anak lebih nyaman, meskipun tidak akan mengusir virus maupun bakteri. 

3. Jangan kucek

Minta anak untuk tidak mengucek matanya. Hal ini untuk mencegah mata semakin merah, semakin gatal maupun perih, juga mencegah risiko penularan. 

4. Tetes mata

Menggunakan air mata buatan maupun tetes mata yang dijual bebas bisa menjadi pilihan, namun konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. 

Kapan harus ke dokter?

Jika mata merah tidak membaik dengan sendirinya, makin banyak mengeluarkan kotoran mata, nyeri, lebih sensitif pada cahaya, disertai demam, mata bengkak, dan penglihatan berkurang, segera periksakan ke dokter spesialis mata. 

Menggunakan layanan telekonsultasi juga bisa menjadi pilihan.

Baca: Obat yang Paling Sering Diresepkan Dokter ke Anak

Agar mata anak tak mudah merah

Membiasakan anak untuk hidup bersih bisa mencegah mata merah, seperti:

  • Rajin mencuci tangan dengan air sabun
  • Tidak menyentuh dan mengucek mata
  • Tidak bertukar mainan/benda yang digunakan di mata dengan teman, seperti kacamata, mainan topeng, dsb.
  • Tidak menyentuh wajah teman

Meski terlihat sepele, langkah pencegahan di atas harus rajin orang tua ingatkan ke anak, mengingat anak masih sering terlupa apalagi jika asyik bermain.

 

 

Photo created by user18526052 - www.freepik.com



Tanya Skata