Seiring dengan perkembangan teknologi, orang tua kini lebih mudah mengakses informasi tentang kesehatan anak. Pengetahuan mengenai gejala penyakit pada anak beserta cara menanganinya membuat orang tua tidak panik ketika anak sakit, juga tak buru-buru ke dokter jika ternyata kondisi anak tidak darurat. Apalagi, penyakit pada anak biasanya "itu-itu saja" seperti, demam, batuk, dan pilek. Maka, penting bagi orang tua untuk mengetahui jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk penyakit-penyakit yang umum dialami anak, yang dijual bebas di apotek. Sehingga, persediaan obat-obatan tersebut di rumah bisa membuat orang tua lebih tenang ketika anak mengalami gejala. Apa saja obat-obatan yang paling umum diresepkan dokter untuk anak?

1. Parasetamol                          

Parasetamol merupakan obat yang wajib tersedia di rumah. Parasetamol merupakan obat golongan anti piretik (penurun panas) dan anti nyeri, yang dapat diberikan pada anak yang mengalami demam atau nyeri ringan hingga sedang, dengan dosis yang sudah ditetapkan.

Hati-hati juga dalam penggunaan parasetamol, karena bila diberikan terlalu banyak atau tidak sesuai dosis maka bisa menyebabkan efek samping gangguan fungsi hati.

Sebelum mencoba menggunakan parasetamol, anak demam bisa diredakan dengan cara alami seperti berikut. 

2. Oralit

Oralit merupakan obat yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia(IDAI) sebagai salah satu terapi diare pada anak. Oralit atau yang dikenal dengan Cairan Rehidrasi Oral (CRO) adalah cairan yang dikemas khusus, mengandung air dan elektrolit digunakan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi (kurang cairan) saat diare.

3. Zink

Zink merupakan obat yang diberikan saat anak diare. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menetapkan zink menjadi salah satu dari lima tatalaksana diare pada anak. Zink berperan dalam proses memperbaiki kerusakan dinding bagian dalam saluran cerna akibat diare. Zink harus dikonsumsi selama 10 hari agar mendapatkan efek yang maksimal. 

4. Obat batuk dan pilek 

Batuk dan pilek merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak-anak. Ada banyak obat bebas yang untuk mengatasi gejala ini. Beberapa obat batuk yang sering diresepkan adalah ambroksol, bromheksin, guaifenesin, dan gliseril guaiakolat. 

Sementara itu, obat yang sering diresepkan untuk pilek yaitu klorfeniramin maleat, cetirizin, dan pseudoefedrin. Penggunaan obat batuk dan pilek ini harus mengikuti dosis sesuai dengan berat badan dan atau usia anak. Jadi, orang tua wajib mencermati benar dosisnya.

Perlu diperhatikan bahwa ada beberapa obat kombinasi yang mengandung obat batuk, pilek, dan juga parasetamol. Cermati juga kandungan apa saja yang ada dalam obat batuk pilek ini.

Yang juga perlu diperhatikan saat membeli obat 

1. Nama obat, jenis obat, dan kegunaanya 

2. Expire date atau batas kadaluarsa obat 

3. Dosis obat, meliputi seberapa banyak dan berapa kali harus diberikan dalam sehari

4. Jangan pernah memberikan obat yang telah dibeli dan diresepkan untuk orang lain

5. Perhatikan label obat, apakah terdapat kandungan yang membuat alergi pada anak 

6. Penyimpanan obat harus sesuai, bisa ditanyakan pada apoteker saat membeli obat, penyimpanan obat-obat tertentu biasanya dalam suhu ruangan dan terhindar dari sinar matahari

Kapan harus ke dokter? 

Bila kondisi anak tidak kunjung membaik setelah diberikan pertolongan pertama di rumah dan diberikan obat di rumah, maka segera periksakan kondisi anak ke dokter terdekat. Jangan tunggu sampai anak lemas ya, lebih cepat maka lebih baik. 

Memberikan pertolongan pertama di rumah pada anak merupakan hal yang tepat, namun bila orang tua tidak mengerti dan khawatir lebih baik anak diperiksakan ke dokter.

 

Photo created by user18526052 - www.freepik.com

 

 



Tanya Skata