Rasanya kepala sudah dipenuhi banyak pertanyaan saat mau menuju ke dokter anak. Tapi, sesampainya di sana, kita lupa mau bertanya apa saat dokter mulai berbicara. Apalagi, kalau dapat dokter anak yang pasiennya banyak dan waktunya dibatasi. Wah, sudahlah buyar daftar pertanyaan di kepala. Sampai di rumah, sesal pun datang, Google pun kembali jadi andalan. 

Padahal, sebagai orang tua kita perlu proaktif untuk menanyakan seluk beluk kesehatan anak untuk mengetahui tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun mental. Supaya tidak pasif dan menelan mentah semua perkataan dokter, deretan pertanyaan ini bisa membantu tatkala kita sedang konsultasi. 

“Bagaimana tumbuh kembang anak saya ya, Dok?”

Setiap kontrol rutin, imunisasi, maupun memeriksakan gejala penyakit, dokter (dibantu perawat) akan melakukan pemeriksaan dasar seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala (untuk bayi dan balita). 

Menurut Lauren Nguyen, MD, MPH dokter spesialis anak di Children Medical Group California, anak memiliki perkembangan pesat di usia tumbuh kembangnya sehingga kita perlu tahu apakah perkembangannya mengikuti usianya. Ini meliputi kondisi fisik juga pencapaiannya. 

Baca: Jangan Bingung, Ini Cara Mudah Baca Kartu Menuju Sehat (KMS)

“Sudah waktunya imunisasikah, dok?

Biasanya, rangkaian imunisasi untuk bayi di bawah usia 12 bulan rutin dilakukan tiap bulan atau beberapa bulan sekali. Imunisasi akan tercatat di buku anak, dan dokter akan mengecek secara berkala. Namun, ada kalanya dokter lupa mengecek jadwal vaksin sehingga kita perlu proaktif untuk menanyakan. Dokter perlu menjelaskan untuk apa imunisasi yang akan diberikan, efek sampingnya, dan kapan harus melakukan jadwal vaksin selanjutnya. Ini penting, karena imunisasi harus dilakukan secara terjadwal supaya anak bisa mendapatkan proteksi maksimal sesuai waktunya. 

“Bagaimana, ya nutrisi yang tepat untuk anak saya?”

Nutrisi adalah bagian penting dari pertumbuhan. Ketika anak sudah mulai makan, ada anak yang mudah sekali makan, ada yang suka pilih-pilih alias susah makan. Dokter anak butuh memberikan penjelasan asupan apa yang baik untuk dikonsumsi dan yang perlu dihindari. “Kebiasaan makan baik perlu dipupuk sejak dini,” ujar dr. Nguyen. Jadi sejatinya, dokter perlu memberikan informasi lengkap tentang nutrisi yang dibutuhkan anak sekaligus tambahan vitamin bila perlu. 

“Apa pencapaian (milestone) yang perlu anak capai saat ini, ya?”

Dokter akan mengecek pencapaian anak di usianya, untuk memastikan tumbuh kembang yang sesuai. Misalnya saat kunjungan anak usia 18 bulan, dokter akan mengecek apakah ia sudah bisa mengucap 10 kata, berjalan cepat hingga menyebutkan anggota badan minimal 2. Ia pun akan menjelaskan pencapaian yang idealnya bisa Ananda lakukan di bulan mendatang. Perlu diingat, tiap anak tentu memiliki pencapaian yang berbeda, jadi diskusikan dengan dokter mengenai hal ini. 

Untuk mengetahui apa saja milestones anak berdasar usianya, baca di Kartu Kembang Anak.

“Apakah kesehatan mental anak saya baik, dok?”

Ya, ternyata kita bisa bertanya hal ini pada dokter. Walaupun ada kemungkinan dokter akan merujuk pada psikolog anak tapi secara klinis dokter bisa melihat apakah ada yang perlu dikhawatirkan dari perilaku serta tinjauan medis. “Ada gejala klinis yang bisa terlihat apabila anak mengalami masalah mental, dan dokter bisa menjelaskan itu di awal sebelum memberi rujukan,” menurut dr. Nguyen. Jadi jangan ragu, ya untuk menanyakan hal ini. 

“Anak saya,… apakah normal dok?”

Jangan ragu untuk menanyakan hal yang Ananda lakukan dan kita tak yakin apakah hal itu baik. Misalnya, “Anak saya sering sekali terpapar gagdet, apakah ini aman untuk matanya?” Kita bisa, lho bertanya pada dokter segala yang berhubungan dengan kesehatan anak. 

Akhir sesi, jangan lupa untuk menanyakan kapan baiknya melakukan kunjungan berikutnya. Biasanya, dokter akan merujuk pada jadwal imunisasi lanjutan. Kenapa ini perlu? Karena membuat jadwal di awal waktu akan lebih baik guna mencegah terlambat imunisasi atau terlewat jadwal kunjungan.

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr.Sabrina Anggraini

Photo created by pressfoto - www.freepik.com