Mungkin kita sudah sering mendengar tentang IUD (Intrauterine Device). Metode kontrasepsi jangka panjang yang bekerja dengan cara menghalangi sperma melakukan pembuahan ini penggunaannya mencapai 22,6% dari semua metode kontrasepsi. Meski cukup populer, masih banyak wanita yang belum tahu bentuk IUD, apalagi membayangkan bagaimana bisa benda tersebut bisa dimasukkan ke dalam rahim dan bertahan selama bertahun-tahun. Malah, ada pula yang membayangkan bentuknya seperti pir/pegas karena IUD juga disebut KB spiral.

Jadi, seperti apa bentuk IUD?

Bentuk IUD ternyata bermacam-macam tergantung dari jenisnya. 

1. Copper-T

Jenis ini berbentuk huruf T yang terbuat dari polietilen (sejenis plastik) yang bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. IUD Copper-T merupakan jenis IUD non-hormonal yang menggunakan lilitan tembaga tersebut untuk menimbulkan peradangan di dalam rahim yang mampu merusak sel sperma sebelum sempat bertemu dengan sel telur. IUD jenis inilah yang umum dipakai di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

2. Multi load

Jenis multi load terbuat dari polietilen dengan dua tangan yang berbentuk seperti sayap yang fleksibel. Jenis ini memiliki panjang 3,6 cm dari atas hingga bawah dan lilitan kawat tembaga memiliki luas permukaan 256 mm² atau 375 mm². Multi load memiliki tiga ukuran yaitu standar, small, dan mini. Cara kerjanya masih mengandalkan lilitan tembaga, sama dengan jenis IUD Copper-T.

 

3. Lippes loop 

IUD ini merupakan jenis yang terbuat dari polietilen berbentuk spiral atau huruf S bersambung. Lippes loop terdiri dari empat jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya, yaitu tipe A berukuran 25 mm dengan benang berwarna biru, tipe B berukuran 27,5 mm dengan benang berwarna hitam, tipe C berukuran 30 mm dengan benang berwarna kuning, dan tipe D berukuran 300 mm dengan benang berwarna putih dan tebal. 

Meskipun tak terlihat lilitan kawatnya, namun lippes loop termasuk IUD non-hormonal. IUD ini juga termasuk yang paling awal digunakan.

  

4. Copper-7

Jenis IUD ini memiliki bentuk seperti angka “7” dengan diameter batang vertikal 32 mm dan dililit kawat tembaga dengan luas permukaan 200 mm². Fungsi bentuk seperti angka 7 ini memudahkan dalam pemasangan kontrasepsi. 

5. Progestasert

Berbeda dengan 4 jenis IUD sebelumnya, progestasert merupakan IUD hormonal karena mengeluarkan hormone progesteron sedikit demi sedikit selama setahun. Hormon ini akan mengentalkan cairan di bagian leher rahim sehingga sperma susah masuk ke dalam rahim. Kalaupun berhasil terjadi pembuahan, hormon ini akan menipiskan lapisan rahim sehingga membuat sel telur yang dibuahi susah menempel.

Selain itu, penggunaan progestasert juga harus disertai dengan konsumsi pil mini yang mengandung estrogen untuk menyeimbangkan hormon progesteron dan estrogen agar lebih efektif mencegah kehamilan.

Apa guna benang di bagian bawah IUD?

Benang pada IUD berfungsi untuk memudahkan tenaga kesehatan untuk melepas IUD, juga untuk memastikan bahwa IUD masih terpasang di dalam rahim.

Nah, sudah tidak penasaran lagi kan? Jangan khawatir melihat bentuknya dan membayangkan keberadaan IUD di dalam rahim akan menusuk atau menimbulkan rasa sakit. Bahan IUD sangat lentur, ukurannya pun mini, sehingga kita tak seperti merasa sedang memakai sesuatu. Sekali terpasang dengan benar di dalam rahim, IUD akan tetap berada di sana hingga pada masanya harus diganti.

 

IUD photos taken from http://digilib.unimus.ac.id/

Photo created by 123.rf



Tanya Skata