Kita pasti sering mendengar ungkapan ‘tidur siang dapat menambah tinggi badan anak.’ Fakta atau mitoskah ungkapan tersebut? 

Tidur diartikan sebagai periode istirahat untuk tubuh dan pikiran. Faktanya, tidur berkualitas sangat penting dalam memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan sebab hormon pertumbuhan (growth hormone) bekerja optimal sewaktu tidur. 

Apa ciri tidur berkualitas? 

Tidur berkualitas dapat dicirikan dengan tidur lelap tanpa terputus, tanpa perasaan gelisah, dan tanpa mimpi.

Berarti, harus tidur malam ya?

Baik tidur siang maupun tidur malam, ternyata keduanya sama-sama berpengaruh pada pertumbuhan anak. Asalkan, kualitas tidurnya baik. 

Jadi bila anak tidur siang namun tidak berkualitas (misal bolak balik terbangun, hanya ketiduran 20 menit), produksi hormon pertumbuhan tidak akan maksimal. 

Mengapa begitu?

Jawabannya, karena hormon pertumbuhan hanya akan diproduksi jika siklus tidurnya sempurna. Tidur normal terdiri dari beberapa siklus yang merupakan proses aktif yang berputar dalam irama ultradian. Irama ultradian inilah yang akan memengaruhi produksi hormon. 

Baca: Anak Saya Pendek tapi Pintar, Masa Sih Stunting?

Irama ultradian pada tidur berlangsung selama kurang lebih 90 menit. 

Satu siklus memiliki 2 tahap, yaitu:

rapid eye movement (REM)

non-rapid eye movement (NREM) 

Tidur dalam (deep sleep) ditemukan pada stadium NREM dan pada saat inilah hormon pertumbuhan diproduksi. 

Jadi, untuk mendapatkan manfaat tidur yang optimal berupa pelepasan hormon pertumbuhan yang sesuai, seorang anak perlu tidur dalam jumlah yang cukup untuk melengkapi tiap siklus irama ultradian tidur NREM dan REM. 

Pelepasan hormon pertumbuhan pada saat tidur sebanyak 75%. Tingginya kadar hormon pertumbuhan ini akan memengaruhi kondisi fisik anak. Hormon ini mempunyai fungsi:

• Stimulasi pertumbuhan dan pembelahan sel di setiap bagian tubuh

• Stimulasi pembelahan sel pada tulang rawan

• Meningkatkan proses mineralisasi tulang

• Memicu Insulin-like Growth Factors (IGFs) yang berfungsi pada pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh

• Mengatur metabolisme tubuh anak 

Hormon ini akan meningkat aktivitasnya pada waktu tidur di malam hari. 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa baik tidur siang maupun tidur malam bagi anak memang dapat menstimulus tinggi badan anak selama fase tidur yang anak lalui berkualitas. Jangan lupa, perhatikan pula jadwal tidur dalam sehari, total panjang waktu tidur, dan tidur siang, agar waktu istirahatnya optimal.

Jika anak cukup tidur dan cukup nutrisi namun tingginya tak sesuai usianya, cek sebabnya di sini.

 

Photo created by jcomp - www.freepik.com

 

REFERENSI :

Septa Surya Wahyudi , Ayu Munawaroh Aziz , Alfina Kamelia Fakhriyah. Hubungan kualitas tidur dengan tinggi badan pada remaja usia 10- 15 tahun. Artikel Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Jember. 2021. Diakses di file:///C:/Users/KIA/Downloads/814-2160-1-PB.pdf

 

 

 

Tabel 1. Perubahan perkembangan normal pada arsitektur tidur anak 

 



Tanya Skata