Periode usia anak merupakan periode usia di mana terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Sayangnya, tak semua anak bertumbuh sesuai dengan usianya. Padahal, kita merasa sudah memberikan makanan yang semestinya. Kalau begini, bolehkah memberi anak suplemen penambah tinggi badan?

Menurut Surat Keputusan Direktur Jendral Pengawasan Obat dan Makanan tahun 1996, suplemen makanan didefinisikan sebagai produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino atau bahan lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan) yang mempunyai nilai gizi dan memberi efek pada tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Apa saja kandungan suplemen peninggi badan?

Suplemen peninggi badan yang beredar di pasaran saat ini biasanya mengandung vitamin D dan kalsium.

Vitamin D berfungsi menjaga kesehatan tulang dengan meningkatkan kemampuannya menyerap kalsium yang masuk ke dalam tubuh. Vitamin ini mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukkan dan pemeliharaan struktur tulang dan gigi. Fungsi khusus vitamin D dalam hal ini adalah membantu pengerasan tulang dengan cara mengatur agar kalsium dan fosfor tersedia di dalam darah untuk diendapkan pada proses pengerasan tulang. Tanpa vitamin D, tubuh hanya mampu menyerap 10-15 persen kalsium dari makanan yang Anda konsumsi.

Sementara itu, kalsium berperan dalam pembentukkan struktur tulang dan gigi sebagai cadangan kalsium tubuh. Kalsium juga berfungsi sebagai pencegah osteoporosis yang berisiko terjadinya patah tulang terutama tulang panggul.

Baca: Anak Saya Pendek tapi Pintar, Masa Sih Stunting?

Anak berusia berapa saja yang boleh mengonsumsi suplemen peninggi badan?

Ada beragam aturan pemakaian yang tertera pada setiap suplemen peninggi badan. Ada suplemen peninggi badan yang bisa dipakai mulai anak berusia 1-12 tahun. Ada juga yang bisa dikonsumsi oleh anak usia 8-12 tahun. Bahkan, ada pula suplemen untuk anak berusia mulai 12-20 tahun. 

Cari dulu penyebab anak pendek

Sebelum memberikan suplemen peninggi badan kepada anak, ada hal yang perlu kita cermati terlebih dahulu. Masalah pertumbuhan pada anak umumnya disebabkan tidak seimbangnya antara asupan dan keluaran zat gizi.

Kekurangan gizi dalam makanan menyebabkan pertumbuhan anak terganggu yang imbasnya memengaruhi perkembangan seluruh tubuh. Oleh karena itu, kita baiknya mencari tahu dulu kenapa anak mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Jika anak berada dalam kondisi nafsu makan yang rendah, kita perlu menelaah beberapa faktor yang mungkin jadi penyebabnya seperti:

- adanya penyakit di dalam tubuh anak,

- anak mengalami defisiensi zat gizi,

- efek samping dari penggunaan obat-obatan, atau 

- kondisi psikologis anak.

Jika seperti itu keadaannya, maka diperlukan penanganan segera agar pertumbuhan anak dapat kembali normal. Konsultasikan kondisi anak kepada dokter anak agar mendapat tindakan yang tepat.

Jadi, kita perlu memahami bahwa pemberian suplemen untuk menambah tinggi badan hanya diberikan pada anak yang bermasalah pada status gizinya. Pemberian suplemen hanyalah pendamping karena yang utama adalah pemberian asupan makanan yang memadai gizinya. Jika asupan gizi dirasa sudah mencukupi, ajak anak untuk lebih aktif berolahraga dan mendapatkan waktu tidur yang cukup. Namun jika semua cara telah dicoba dan tetap terjadi masalah pada pertumbuhan dan perkembangan anak, sebaiknya dikonsulkan ke dokter untuk mengetahui sebabnya, ya.

 

Photo created by jcomp - www.freepik.com

 

 

 



Tanya Skata