Banyak orang tua yang rajin menimbang dan mengukur panjang/tinggi badan bayi dan balita, namun tak terlalu menaruh perhatian pada aspek perkembangan mereka. Padahal, perkembangan kemampuan anak berdasar usia tak kalah penting dengan aspek pertumbuhannya. Karena itu, sebaiknya kita rutin memeriksa milestones (pencapaian) anak tiap bulannya sesuai usianya. Tak perlu googling, kini ada Kartu Kembang Anak (KKA) yang dikeluarkan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) untuk memantau kegiatan pengasuhan orang tua dan tumbuh kembang anak. Manfaatnya, kita dapat memantau tumbuh kembang anak serta melakukan asah, asih, asuh sesuai usia anak. 

Lembar pemantauan perkembangan bayi balita dalam Kartu Kembang Anak ini juga bisa menjadi alat deteksi dini adanya penyimpangan atau gangguan perkembangan anak yang meliputi aspek perkembangan motorik kasar, motorik halus, komunikasi pasif, komunikasi aktif, kecerdasan, dan kemampuan sosialisasi secara bertahap. 

Saya punyanya KMS, samakah fungsinya dengan KKA?

KMS (Kartu Menuju Sehat) digunakan untuk mengukur pertumbuhan berat badan anak berdasarkan usianya. Jadi, bila ada gangguan pertumbuhan berdasarkan usia dan berat badan, maka bisa segera dideteksi sehingga bisa dilakukan penanganan yang tepat.

Sementara itu, Kartu Kembang Anak fokus ke kegiatan yang seharusnya sudah bisa dicapai anak di usia tertentu. Jika anak belum bisa mengancingkan kemeja di usia 4 tahun misalnya, orang tua bisa segera melakukan stimulasi atau memeriksakan ke dokter anak atau ahli tumbuh kembang jika ketertinggalannya terlalu banyak.

Apa saja yang harus dicapai anak dalam KKA?

Total ada 66 tugas perkembangan yang harus dicapai anak hingga usia 66 bulan atau 5,5 tahun. Satu bulan untuk satu tugas perkembangan. Gambar di bawah ini bisa memberikan ilustrasi.

Dalam grafik di atas, bayi usia 1 bulan seharusnya sudah bisa melirik ke kanan atau kiri. Lalu, bayi usia 2 bulan bisa membalas tersenyum, usia 3 bulan bisa menegakkan kepala, dan seterusnya hingga bulan ke 36. 

Jika anak usia 1 bulan sudah bisa melirik, beri titik pada kolom angka 1 di bagian bawah yang sejajar dengan kolom "Mata melirik...". Nanti kita dapat melihat baik tidaknya perkembangan anak lewat sebaran titik di garis/pita berwarna merah kuning hijau. 

Warna hijau artinya pencapaian anak sudah sesuai dengan anak pada umumnya, sementara garis merah adalah nilai batas kemampuan yang harus dicapai anak.

Nah, setelah anak masuk usia 3 tahun (di atas 36 bulan), maka tugas perkembangan dilihat setiap 3 bulan sekali. Grafik yang digunakan menjadi seperti di bawah ini, namun intinya sama, yaitu melihat kemampuan anak.

Bagaimana jika anak tak bisa melakukan tugas perkembangannya?

Ketika anak tak dapat melakukan tugasnya, stop lalu ikuti garis datar tugas perkembangan paling terakhir ke arah kanan (pesan-pesan), lalu lakukan arahannya. Misal, pada gambar di atas, anak usia 42 bulan tak bisa memasang kancing dengan benar. Jika ditarik garis ke kanan, maka pesannya adalah "ajari anak berpakaian lengkap". Dengan demikian, kita tidak dibiarkan kebingungan karena KKA dilengkapi dengan saran yang bisa dilakukan orang tua.

Namun, apabila anak tidak dapat melakukan suatu tugas tertentu selama 3 bulan berturut-turut (terhutang), sehingga titik potong antara garis tugas dengan usia berada di bawah garis merah maka anak perlu dirujuk ke dokter atau ahli tumbuh kembang. 

Baca: Tahap Kemampuan Komunikasi Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Apakah KKA kita isi sendiri?

Sebenarnya, KKA diisi oleh kader Bina Keluarga Balita (BKB) BKKBN maupun kader terlatih lain bersama orang tua. 

Kader BKB akan memberikan KKA sambil menanyakan tugas perkembangan yang sudah dicapai anak pada orang tua. Kader bisa memberikan instruksi langsung pada anak (atau meminta orang tua untuk mengajak anak) melakukan tugas perkembangan di hadapan kader. Lalu, kader akan mengisi KKA sesuai capaian anak.

Di mana kita bisa mendapatkan KKA?

KKA bisa didapatkan di layanan kesehatan seperti puskesmas atau posyandu, atau bisa diunduh secara gratis di sini.

Perlu diingat, setiap anak adalah unik. Walau idealnya anak mecapai pencapaian tumbuh kembang di usia yang sesuai, namun faktor bawaan dan lingkungan bisa menjadi salah satu alasan terhambatnya atau tak sesuainya masa pencapaian. Dengan memiliki KKA, kita bisa membantu memantau perkembangan, sekaligus sebagai alarm jika anak mengalami kendala. 

Masih bingung tentang Kartu Kembang Anak? Tonton yuk "Membaca KMS & KKA: Grafik Hijau Bisa Jadi Ranjau" bersama dr.Tan Shot Yen, M.Hum dan Safrina Salim, SKM, M.Kes (Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN) di IG TV @skata_id

 

 



Tanya Skata