Sering kali, celana dalam ketat dipilih untuk menjaga penampilan terutama buat mereka yang senang menggunakan pakaian yang menonjolkan bentuk tubuh. Tapi, setelah dikulik lagi, celana dalam yang terlalu ketat sangat tidak direkomendasikan. Ini beberapa alasannya.

1. Menimbulkan rasa nyeri 

Celana dalam ketat dapat memberikan rasa nyeri yang menyiksa. Rasa nyeri bisa terasa sampai ke perut atau paha, tergantung model celana dalam apa yang kita gunakan. 

2. Peradangan kulit

Celana dalam yang terlalu ketat, apalagi jika digunakan dalam waktu lama akan menyebabkan peradangan kulit akibat iritasi atau alergi terhadap bahan kain.

3. Timbul luka

Tekanan atau gesekan terus menerus dari bahan celana dalam yang ketat dapat mencederai kulit, menimbulkan luka yang dapat disertai nanah. 

4. Gangguan saluran cerna

Jika anda menggunakan celana dalam ketat yang modelnya sampai menutupi perut, rasa lapar akan tertahan lalu memicu peningkatan asam lambung yang bisa naik (refluks) sampai ke kerongkongan. 

5. Vagina berbau

Celana dalam yang terlalu ketat, apalagi jika terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat, dapat memicu bau tidak sedap pada vagina.

Baca: Mengenal Kandidiasis Vaginalis, Infeksi Jamur pada Vagina

6. Infeksi jamur

Wanita yang senang memakai celana dalam ketat akan sering mengalami keputihan. Keputihan ini terjadi karena tumbuhnya jamur akibat lembabnya daerah vagina. 

7. Infeksi bakteri

Vagina yang lembab juga merupakan tempat yang disenangi oleh kuman. Masuknya bakteri akan menyebabkan infeksi vagina dan saluran kemih. Infeksi saluran kemih juga bisa terjadi karena lambatnya peredaran darah dan seringnya menahan buang air kecil. Ya, celana dalam ketat dapat mempengaruhi laju sirkulasi darah. Belum lagi, terlalu ketatnya celana dalam akan sulit dibuka sehingga orang akan menunda buang hajat.

Pengaruh celana dalam ketat pada pria 

1. Kemandulan

Celana dalam ketat dapat meningkatkan suhu daerah kelamin. Bahayanya, suhu di skrotum pun ikut naik. Skrotum ini merupakan tempat produksi sperma dan suhu yang tinggi akan merusak sperma. Selain itu, celana dalam ketat akan merangsang peningkatan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang akan merespon dengan menurunkan jumlah sperma yang diproduksi. Terbayang kan apa jadinya kalau sperma yang diproduksi rusak atau jumlah sperma yang dihasilkan berkurang? Benar, pria akan mandul (infertil). 

Baca: Begini Cara Kerja Organ Reproduksi Pria

2. Pembesaran prostat

Lambatnya darah mengalir dan adanya infeksi saluran kemih berisiko menimbulkan pembesaran prostat.

3. Masalah kulit

Selain karena faktor alergi atau iritasi, celana dalam ketat juga akan menyebabkan penumpukan keringat yang akan menimbulkan gatal-gatal serta muncul ruam kemerahan di daerah kelamin dan selangkangan. Bila terjadi terus menerus bukan tidak mungkin menyebabkan infeksi kulit. 

Lalu, seberapa ketat yang tidak diperbolehkan?

Bila sudah sampai menimbulkan bekas di kulit berarti Anda harus mengubah ukuran celana dalam. Gunakanlah celana dalam yang pas di badan (tidak terlalu longgar), berbahan yang menyerap keringat, dan ganti secara berkala demi kesehatan alat vital Anda. 

 

 

Photo created by freepik - www.freepik.com

 



Tanya Skata