Seenak-enaknya seks, pasti ada kalanya kita merasa sedang tak ingin melakukannya. Bagi pasangan suami istri, hal ini bisa menjadi masalah ketika suami ingin berhubungan tapi istri tidak, dan sebaliknya. Menolak bisa saja dilakukan, meski seringnya kita tak sampai hati. Akhirnya, mercy sex (seks karena kasihan) pun dilakoni. Padahal, ada tips membangkitkan gairah lho, agar kita berhubungan seks tak setengah hati, apalagi tanpa hati. 

PDKT!

Nggak salah nih? Udah nikah kenapa disuruh PDKT (pendekatan) lagi? 

Jadi, karena sudah terlalu terbiasa dengan pasangan, kita jadi seolah lupa dirinya yang asli. Ya, pasangan sebagai pria/wanita yang punya karakter, mimpi, hobi… bukan sebagai ayah atau ibu dari anak-anak kita. Meskipun menjadi orang tua itu mulia, namun tak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut sedikit menggerus “kita yang asli”. 

Coba deh, ngobrol lagi seperti jaman kita PDKT dulu, atau saat pacaran dulu. Masih sama kah mimpi besarnya? Apa sih lagu favorit atau film favoritnya akhir-akhir ini? 

PDKT-nya lebih seru lagi sambil gowes berdua, jogging, atau sekadar makan di luar. Intinya adalah, bangun lagi koneksi batin. Yang selama ini cuma inget sebelnya aja, sekarang ingat lagi hal yang kita cintai dari pasangan. Lakukan hal yang membuat kita tertawa bersama, hal yang dulu bisa membuat kita memilihnya jadi pasangan hidup kita..

Yakinlah, setelah kita merasakan kembali percikan itu, batin “kembali” tersambung, rasa untuk ingin menyayangi dan selalu dekat akan muncul. Mood berhubungan seks sudah pasti mengikuti.  

Ganti suasana 

Ruang yang sama, gaya yang sama. Bosan ya.. Siapa tahu ini yang membuat mood berhubungan seks terbang entak ke mana. Coba cari suasana baru. Ada yang bilang ganti ruangan: di kamar mandi, di ruang keluarga, kamar tidur lain, syukur-syukur bisa melipir ke hotel. Tentu, saat anak tak ada, ya. 

Kalau ganti ruangan tak memungkinkan, ganti sprei juga bisa, lho! Khususnya para ibu yang suka dengan keindahan, hal sepele semacam sprei, pewangi ruangan, bra baru (meski suami mungkin nggak ngeh bedanya apa dengan yang lama) bisa membangkitkan gairah. Pakai make up? Boleh banget! 

Belikan boxer atau celana dalam baru untuk suami juga boleh, lho..

Bulan madu kedua

Jangan langsung berpikir “mahalnya” dulu. Tak hanya pendidikan anak, urusan ranjang nampaknya juga butuh “investasi”. Bulan madu kedua, ketiga, dan seterusnya tak lain adalah cara untuk sejenak “melarikan diri” dari rutinitas, yang memang tujuannya khusus untuk menjaga api cinta dengan pasangan.

Tak ada salahnya diagendakan, meskipun hanya satu malam, atau malah setengah hari. Tak harus jauh, tak harus mahal. Waktu berdua semacam ini tentu akan membuat malam-malam selanjutnya di rumah tetap menyenangkan.

Cintai diri

Nah, ini khusus bagi kita yang mood berhubungannya drop karena penyebabnya berasal dari diri kita: enggak pede. Tidak percaya diri bisa hinggap di fase hidup istri manapun, khususnya jika melahirkan dan mengasuh anak membuat perubahan yang dianggap tak menyenangkan. Badan melar (atau sebaliknya, menjadi terlalu kurus), selulit, bekas operasi caesar, payudara kendur, dan para suami yang perutnya membuncit karena gajinya mulai memungkinkan untuk sering makan enak tapi tak rajin bergerak.

Menurut sex educator Sadie Allison dalam WebMD, ketidakpercayaan diri membuat kita enggan “berbagi tubuh” dengan pasangan kita. Allison menyarankan untuk fokus pada apa yang kita sukai dari diri kita. Jika sulit, fokuslah pada hal yang menarik dan menggairahkan dari pasangan kita. Senyumnya, dadanya, ciumannya, apapun itu.

Jika saran-saran di atas masih juga sulit membangkitkan gairah, mungkin kita perlu bicara dari hati ke hati dengan pasangan. Intip caranya di sini

Atau, ada kemungkinan, kita mengalami gangguan kesehatan mental maupun ada masalah yang belum selesai dengan pasangan. Baca sebab selengkapnya di sini.

Apapun itu, tetap usahakan untuk mencari solusinya ya. 

 

Photo created by jcomp - www.freepik.com

 



Tanya Skata