Sadar atau tidak, orang tua sering kali membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Kalau melihat anak orang lain terlihat gempal nan semok, kita jadi cemas dengan tubuh anak yang kurus. Padahal, pertumbuhan anak sangat dinamis, bisa melaju cepat, bisa perlahan. Walaupun penilaian mata ini sangat subjektif, tak jarang orang tua buru-buru memberikan susu penambah berat badan. Pertanyaannya, efektifkah susu jenis ini untuk mendongkrak berat badan anak?

Memberi susu pada anak tidaklah salah, tapi cek dulu dua hal berikut sebelumnya:

1. Status gizi anak

Cek dengan benar apakah tubuh anak memang kurus atau hanya terlihat kurus. Anak yang pertumbuhan tingginya sedang pesat bisa terlihat kurus namun saat diukur dengan kurva pertumbuhan berat badannya normal (status gizinya baik) mengikuti anak seusianya. 

Baca: Begini Cara Cek Status Gizi Anak

2. Nutrisi pada makanan hariannya

Cek nutrisi anak apakah sudah lengkap. Kandungan susu yang tinggi kalori dan terdiri dari lemak, protein, dan gula memang dapat membantu menaikkan berat badan anak. Tapi, susu bukanlah nutrisi pengganti. Anak harus tetap mendapat karbohidrat dan serat agar metabolisme tubuh berjalan optimal. Anak yang diberi porsi susu lebih banyak daripada makanan utama rentan mengalami berat badan berlebih yang nantinya tidak hanya menimbulkan gangguan fisik tapi bisa mempengaruhi mental anak.

Nah, jika ternyata berat badan anak selalu di bawah garis merah (BGM) atau tidak pernah menyentuh garis hijau, konsultasi dulu ke dokter untuk menentukan penyebabnya. 

Jika anak perlu mengejar ketinggalan berat badannya dengan cepat, dokter akan meresepkan pangan olahan khusus anak dengan gizi kurang, gizi buruk, atau yang mengalami stunting sebagai tambahan gizi. Umumnya, pangan olahan tersebut dibuat dalam bentuk susu dengan beragam rasa untuk memanjakan lidah anak. Jadi jangan sembarang memilih susu, ya. 

Baca: Vitamin Tak Perlu Jika Anak Memiliki Kondisi Begini

Susu seperti ini bermanfaat pada anak dengan malnutrisi. Dilansir dari Pubmed, penelitian acak pada anak menyimpulkan bahwa pemberian susu efektif untuk menaikkan berat badan anak. Susu dapat merangsang insulin dan insulin-like growth factor 1 yang dapat memicu pertambahan berat badan anak dengan cepat. Protein dalam susu juga akan memacu pertumbuhan otot anak sehingga berat badan anak naik. 

Jenis susu pun akan diresepkan oleh dokter agar orang tua tidak salah membeli karena satu merk susu dapat memiliki jenis dan fungsi yang beragam.  Komposisi susu terdiri atas protein, asam lemak dan asam amino yang menyokong pertumbuhan sel tubuh, mengandung prebiotik dan probiotik untuk merangsang nafsu makan anak, serta terdapat kandungan vitamin dan mineral sebagai pelengkap gizi. Pangan olahan ini juga telah disesuaikan komposisi kandungannya dengan kebutuhan dan usia anak, mulai usia 1-12 tahun.

Ingat, meski sudah diberi susu, pola makan anak tetap harus diperhatikan. Pola makan yang baik adalah kunci memulihkan berat badan anak ke sedia kala. 

 

Photo created by jcomp - www.freepik.com

 

 



Tanya Skata