Siapa yang tiap kali cek bulanan bayi merasa was-was dengan berat badannya? Sudah ASI ekslusif, MPASI sudah mulai, tapi berat badan bayi bagaikan kebalikan berat badan kita yang susah turun, mereka justru susah naik. Tidak rewel sih, makannya juga pintar. Tapi, kurva berat badannya selalu mepet kurva normal atau bahkan sedikit di bawahnya. Kenapa, ya?

Sebelum panik dan buru-buru kasih tambahan makanan atau minuman instan penambah berat badan, yuk kita cari tahu dulu kemungkinan penyebabnya. 

Pertama, kita perlu pahami bahwa tiap bayi akan berbeda rentang berat badannya tergantung dari berat badan lahir. Jika bayi lahir prematur atau dengan berat badan rendah, jangan kaget kalau kurvanya tak selalu bisa berada di garis normal atau di atasnya. Karena, bayi prematur menggunakan kurva pertumbuhan yang berbeda, yaitu Kurva Fenton. 

Baca: Begini Cara Cek Status Gizi Anak

Kedua, cek asupannya. Bayi yang minum susu tambahan relatif lebih berat bobotnya karena kandungan lemak dari susu formula lebih banyak.

Lalu, penghitungan berat dan tinggi badan bukan berdasarkan perasaan kita semata, ya. Sebagai orang tua, kita perlu belajar untuk mengukur berat dan tinggi anak secara mandiri menggunakan kurva pertumbuhan. 

Perlukah saya khawatir jika berat bayi stagnan?

Sebenarnya tak perlu khawatir jika klinis bayi masih baik. Menangisnya masih kencang, kulit tidak keriput, dan saat kulit dicubit sedikit ia akan cepat kembali, serta anak masih ceria dan aktif. Namun, kita tetap perlu memantau kurva perkembangannya. 

Wajar apabila bayi akan turun berat badan 2-3 hari pasca lahir. Ia akan mengejar bobot badannya di 30 hari berikutnya. 

Normal pula jika berat badannya tidak naik atau malah turun saat sakit, asalkan ia berangsur mengejar kenaikan berat badannya. Perjalanan berat badan bayi mungkin tidak selalu mulus, tapi pengawasan dan pantauan kita dan dokter tetap diperlukan.

Kenapa ya, bayi susah naik berat badan? 

Untuk menjawab ini, dokter perlu melakukan banyak tes untuk memastikan. Dokter butuh melihat  asupan bayi, riwayat kesehatannya, tingkat aktivitasnya, dan kemungkinan stres pada bayi selama kurun waktu tertentu sebelum bisa menentukan alasan di balik sulitnya berat badan bayi naik. 

Secara umum, kalau berat bayi tidak naik biasanya karena asupan makan kurang baik atau kurang menyerap nutrisi. Selain itu, bisa juga karena… 

  • Bayi terlalu nyaman menyusui langsung dari ibu, sehingga kerap tertidur sebelum menuntaskan ASInya. 
  • Ada masalah dengan kemampuan menghisapnya, sehingga ASI tidak terserap sempurna.
  • Kemungkinan bayi memiliki tongue tie atau masalah pada lidahnya sehingga ia tidak mampu melekat dengan benar pada puting yang berujung kurangnya asupan ASI. Ini pun perlu adanya konsultasi pakar laktasi untuk menentukan apakah perlu ada insisi (sayatan pada lidah) atau hanya memperbaiki lekatan. 
  • Takaran susu formula yang tidak sesuai.
  • Stres pada ibu saat menyusui sehingga hormon oksitosin yang menghasilkan hindmilk (lemak pada ASI) tidak keluar dengan sempurna. Sehingga, bayi tidak cukup menyerap semua nutrisi untuk menyokong berat badannya. 
  • Bayi yang menyusu secara terjadwal sering kali kekurangan nutrisi yang dibutuhkan. Biarkan ia menyusui sesuka hatinya dan sesuai kebutuhannya alih-alih memberikan jeda waktu. 

 Baca: Bayi dengan Tongue Tie Perlukah Sayatan?

Lalu, dokter biasanya akan melakukan tindakan apa, ya?

Selama bayi masih sesuai dengan tumbuh kembang di usianya, masih terlihat aktif, dan berat badan bayi tidak jauh dari kurva normal, biasanya dokter tidak terlalu mempermasalahkan berat badannya. 

Namun, jika ada ketimpangan dan keluhan lain, dokter akan melakukan tes lebih lanjut. Tes yang dilakukan seperti tes darah, urin, dan juga mengecek asupan kalori dalam beberapa waktu. Dokter juga akan melihat cara kita menyusui, atau saat bayi minum dari dot untuk mengecek apakah rahang berfungsi baik. 

Lalu, ada kemungkinan juga dokter akan merujuk pada spesialis gastro, pakar diet anak, atau pakar menyusui jika dirasa perlu penanganan lanjut. 

Kenaikan berat badan bayi dipengaruhi oleh banyak faktor. Jangan khawatir kalau naik turun berat badan hanya terjadi di satu waktu tertentu. Observasi kemungkinan masalahnya, apakah ia sakit, tumbuh gigi, atau bosan dengan makanannya. Tapi, kalau berat badan bayi stagnan dalam beberapa bulan, atau mengalami penurunan yang cukup signifikan, segera konsultasikan ke dokter, ya. 

 

 

 

Photo by Gustavo Cultivo on Unsplash

 



Tanya Skata