Semua bahan untuk membuat MPASI sang buah hati rasanya sudah lengkap. Daftar menu untuk seminggu ke depan pun sudah tercatat rapi. Karbohidrat? Cek! Protein? Lengkap, hewani dan nabati! Sayuran hijau? Siap masak! Buah-buahan? Siap makan! Kini, saatnya mengolah makanan. Tapi tunggu, semua resep MPASI berdasarkan takaran gram. Kalau tak ada timbangan, takaran porsinya bakal tidak tepat. Hmmm, mengapa tak menggunakan ukuran tangan bayi saja?

Bagaimana caranya?

Cara mengukur porsi masing-masing nutrisi yaitu dengan menggunakan tangan si bayi (bukan telapak tangan kakaknya atau kita, ya) dalam berbagai posisi. Porsi ini adalah porsi sekali makan. Begini caranya:

  • Satu porsi karbohidrat besarnya sekepalan telapak tangan bayi
  • Satu porsi protein besarnya satu telapak tangan (bagian telapaknya saja, tanpa jari) 
  • Satu porsi sayur dan buah besarnya dua buah telapak tangan 
  • Satu porsi lemak sehat cukup dengan seukuran satu ibu jari 

Sumber: Instagram @drtanshotyen

Apakah makanan diukur saat masih mentah?

Lakukan penakaran pada makanan saat sudah matang, bukan saat masih mentah. Jika ingin memasak untuk porsi satu hari, kita bisa langsung mengalikannya dengan tiga porsi. 

Mengapa langsung menu lengkap? Bukannya MPASI harus diawali dengan menu tunggal/satu jenis? 

Dokter sekaligus pakar gizi, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, dalam Health Kompas.com menyarankan menu 4 bintang daripada menu tunggal untuk bayi usia 6-24 bulan karena pemenuhan gizinya harus seimbang. Menu 4 bintang meliputi:

  • Bintang 1 yaitu karbohidrat (beras, kentang, jagung, ubi, singkong, talas, dll)
  • Bintang 2 yaitu protein nabati (berbagai jenis kacang-kacangan, tahu, tempe, jamur)
  • Bintang 3 yaitu protein hewani (ayam, ikan, sapi, telur, hati, dll)
  • Bintang 4 yaitu sayur dan buah (bayam, kangkung, sawi, wortel, pisang, jeruk, pepaya, dll)

Kecuali buah, semua bintang dapat disajikan menjadi satu dalam bentuk bubur. 

Bagaimana jika porsi telapak tangan terlalu banyak untuk bayi?

Bagi dalam dua porsi. Misal, separuh porsi untuk sarapan, lalu berikan separuh sisanya dua jam kemudian. 

Makan tak sekadar makan....

Perlu diingat juga ya, bahwa memberi makan bayi tak sekedar memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya tapi juga sebagai pembelajaran dan kasih sayang. Jadi perhatikan respon bayi saat sesi makan, kenali tanda lapar dan kenyang pada anak. Lakukan kontak mata dan bicaralah selama proses makan. 

Jika sudah bisa, motivasi anak untuk mencoba makan sendiri, dan dampingi anak selama proses makan. Ajak anak makan bersama, agar ia mencontoh kebiasaan baik makan keluarganya. Selamat mencoba! 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata