Saat anak berusia 1 tahun, kita biasanya merasa lega karena anak sudah bisa makan makanan keluarga. Namun, kita tak boleh terlena mengingat periode emas (1000 Hari Pertama Kehidupan) pertumbuhan anak masih berlangsung hingga anak berusia 2 tahun. Ketidaktelatenan mengatur gizi MPASI saat anak bisa makan apa yang dimakan orang tuanya dapat memengaruhi tumbuh kembang dan selera makannya kelak, lho! Karena itu pastikan menu makan anak bawah dua tahun (baduta) tetap bergizi seimbang. Tidak usah bingung, ikuti saja panduan Isi Piringku dari pemerintah!

Baca: Rahasia di Balik 1000 Hari Pertama Kehidupan yang Tentukan Masa Depan

Seperti apa sih, panduan Isi Piringku untuk baduta? 

Dalam satu kali makan, isi piring baduta harus berisi:

  • 35% makanan pokok seperti nasi, kentang, singkong, jagung, sagu, ubi
  • 30% protein hewani seperti sapi, ayam, unggas, telur, ikan
  • 25% sayur dan buah-buahan
  • 10% kacang-kacangan dan olahannya

Jumlah porsi inilah yang membedakan prinsip gizi seimbang dengan konsep 4 sehat 5 sempurna yang sejak 2017 sudah tak lagi digunakan.  

Baca: Gizi Seimbang, Samakah dengan 4 Sehat 5 Sempurna?

Mengapa kesemua nutrisi di atas harus dikonsumsi baduta setiap hari?

Masing-masing memiliki fungsi bagi tubuh baduta, yaitu:

1. Karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh 

2. Protein sebagai zat pembangun untuk pertumbuhan dan regenerasi jaringan tubuh serta membantu sistem kekebalan tubuh 

3. Vitamin dan mineral sebagai zat pengatur berbagai proses metabolisme dalam tubuh.

Supaya lebih mudah diingat, isi piring dengan ragam warna yang berasal dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan daging. 

Perlu diingat juga, dalam memberikan makanan pada baduta, hindari makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan seperti yang berbumbu terlalu tajam, pedas, terlalu asam ,atau berlemak. 

Finger food (makanan yang bisa digenggam) juga bisa menjadi pilihan. Selain melatih keterampilan dalam memegang makanan, finger food juga bisa merangsang pertumbuhan gigi. Wortel kukus yang dipotong seukuran jempol ibu adalah contohnya.

Idealnya, baduta perlu berapa kali makan ya?

Frekuensi pemberian makan adalah 3-4 kali sehari makanan keluarga ditambah satu atau dua kali makanan selingan. ASI tetap diberikan sesuai permintaan, ya. 

Seberapa penting sih, mengikuti panduan Isi Piringku ini untuk baduta? 

Untuk mendapatkan anak sehat dengan tumbuh kembang optimal dan cerdas, gizi seimbang wajib hukumnya! Selain itu, nutrisi baik sesuai dengan panduan Isi Piringku bisa mencegah anak dari risiko stunting alias gagal tumbuh. Siapa yang tak ingin memiliki keturunan sehat yang kelak akan melahirkan banyak keturunan yang sehat pula? Inilah awalnya! 

Jadi, jangan sia-siakan waktu untuk beri asupan dasar yang sehat demi kebiasaan makan baik. Jangan lupa juga untuk selalu membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, dengan mencuci tangan sebelum makan, ya. 

 

 

 

 



Tanya Skata