Pada saat kehamilan, ibu sebaiknya diedukasi untuk menyusui bayinya setelah lahir, minimal selama 6 bulan pertama kehidupan. Salah satu indikator yang menentukan keberhasilan menyusui adalah pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

Bagaimana cara melakukan IMD?

IMD dapat dilakukan asal kondisi bayi stabil dan tidak memerlukan resusitasi. Sebelum IMD, tali pusat bayi dipotong. Tubuh bayi bagian kepala, muka, dan badan akan dikeringkan secukupnya (tidak sampai menghilangkan lapisan kulit terluar bayi/verniks), kecuali bagian tangan. 

Proses IMD dimulai dengan meletakkan bayi di perut ibu (kontak kulit dengan kulit) dengan bagian kepala dihadapkan ke kepala ibu. Jangan lupa untuk memberikan selimut atau topi untuk menghangatkan tubuh bayi dan juga sang ibu. 

Awalnya, bayi mungkin tidak memberikan respon apapun namun perlahan bayi akan bergerak ke arah puting. Warna puting yang lebih gelap membantu bayi dalam pencarian puting. Pencarian puting juga akan terbantu dengan adanya bau cairan amnion yang masih melekat di tangan bayi karena baunya mirip dengan bau puting ibu. 

Selanjutnya, gerakan benturan kepala bayi ke dada ibu akan merangsang payudara menghasilkan ASI. Biarkan proses ini berjalan selama 30 menit sampai 1 jam, jangan lakukan interupsi apapun.

Baca: 6 Masalah Menyusui yang Bisa Diatasi dengan Nipple Shield

Meski sebentar, manfaatnya banyak

Selain sebagai salah satu kunci keberhasilan menyusui, Inisiasi Menyusui Dini juga memberikan beberapa manfaat antara lain:

1. Bayi mendapatkan kolostrum

Hisapan pertama bayi akan merangsang keluarnya kolostrum yang mengandung sejumlah zat gizi dan antibodi yang dibutuhkan bayi. Kolostrum ini volumenya tidak banyak kerena memang disesuaikan dengan ukuran lambung bayi. 

2. Meningkatkan bonding

Interaksi ibu dengan bayi baik fisik maupun emosi positif akan meningkatkan ikatan cinta (bonding) antara ibu dengan bayinya.

3. Bayi lebih kalem

Proses menghisap payudara dan kontak kulit dengan ibu akan membuat bayi lebih tenang dan jarang menangis.

4. Menstabilkan metabolisme tubuh bayi

Adanya kontak kulit bayi dan kulit ibu akan membuat fungsi pernafasan dan jantung lebih stabil.

Setelah IMD berhasil, dukung ibu untuk terus menyusui kapanpun bayi meminta. Proses menyusui akan lebih efektif jika bayi ditaruh di kamar yang sama dengan ibu (rawat gabung).

Bisakah IMD jika ibu melahirkan secara Caesar?

Ibu yang melahirkan secara caesar juga dapat melakukan IMD, lho. Bedanya, bayi akan diletakkan di dada ibu. Akan tetapi, karena ibu masih dalam pengaruh obat bius atau bayi butuh diresusitasi saat lahir, mungkin saja dokter melarang ibu melakukan IMD. 

Sebaiknya lakukan konsultasi lebih detail mengenai rencana menyusui Anda dengan tim dokter (kandungan, anak, dan anestesi) pada saat hamil terutama jika operasi SC sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. 

Baca: Ketahui Kondisi yang Membuat Ibu Tak Dapat Menyusui

Kalau ibu positif Covid-19, masih Boleh IMD? 

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dapat dilakukan apabila ibu yang terkonfirmasi positif tidak mengalami gejala atau gejalanya ringan dan kondisi bayi sehat/stabil. Walaupun saat menyusu, bayi akan mendapat antibodi dari ibunya yang sedang terinfeksi Covid, ibu tetap diberi penjelasan bahwa terdapat risiko penularan saat menyusui. 

Untuk itu, ibu harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebelum menyusui bayinya yakni dengan menggunakan masker ganda, mencuci tangan, dan membersikan payudara, menjaga jarak minimal 2 meter saat tidak sedang menyusui 

Prinsipnya, keputusan menyusui diambil setelah melalui pertimbangan antara ibu atau keluarga dengan dokter. Bila setuju melakukan IMD, ibu harus menandatangani persetujuan tindakan medis (informed consent) sebagai bukti administratif. Lalu, setelah IMD, ibu bisa rawat gabung dengan bayinya asal tersedia kamar sendiri, terpisah dengan pasien lainnya. Prinsip ini berlaku bagi ibu yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 atau masuk kriteria suspek Covid-19. 

Bagaimana kalau tidak IMD?

Meski kesuksesan ASI ekslusif diawali dengan IMD, tidak berarti ibu yang tidak melakukan IMD tidak boleh atau gagal menyusui nantinya. Ibu tetap harus didukung untuk menyusui. diajari teknik menyusui yang benar, dan teknik perawatan puting susu sebelum atau setelah menyusui untuk mencegah puting lecet atau berdarah. 

Jadi, usahakan untuk melakukan IMD, ya!

 

Referensi :

1. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu Edisi Ketiga Kementerian Kesehatan 2020

2. Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Kementerian Kesehatan 2020

3. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/inisiasi-menyusu-dini

 



Tanya Skata