Bertempat di Kopi Butik, Jakarta Selatan, dokter Irfan Riswan dipandu oleh Sogi Indra Dhuaja membahas tuntas seluruh kontrasepsi dan cara kerjanya di dalam tubuh manusia serta mitos seputar kontrasepsi.

 

Banyak pertanyaan menarik yang dilontarkan oleh partisipan yang kemudian didiskusikan. Dari mulai pertanyaan seputar kehamilan hingga mitos-mitos kontrasepsi yang membuat takut dan menyebabkan pasangan tidak mau menggunakannya.

 

Diskusi dimulai dengan pembahasan mengenai cara kerja organ reproduksi dan bagaimana proses kehamilan itu terjadi. Dibantu oleh visual yang berupa potongan video, proses pertemuan sel sperma dan proses produksi sel telur diperlihatkan dengan jelas.

 

Dokter Irfan di beberapa kesempatan juga menegaskan pentingnya menggunakan kontrasepsi untuk alasan-alasan kesehatan, psikologis, sosial dan ekonomi.  

 

“Kehamilan itu bagi saya harusnya tiga hal: Kehamilan itu bikin bahagia, Kehamilan itu sehat, dan Kehamilan itu direncanakan. Caranya bagaimana? Ya, diatur. Bukan kehamilan tiba-tiba yang kemudian membahayakan ibu dan bayinya,” lanjut dokter Irfan.

 

“Sudah dengar belum istilah kehamilan sebentar-sebentar? Kehamilan sebentar-sebentar itu maksudnya baru selesai nifas,  sudah hamil lagi. Ibunya hamil padahal anaknya yang baru dilahirkan masih menyusui. 

 

Jika sudah begini, asupan gizi mesti disediakan untuk tiga orang, untuk si ibu, si bayi, dan si janin. Kalau tidak kuat, ya salah satu bisa sakit dan membahayakan keselamatan nyawa. 

 

Saat ini banyak petugas kesehatan yang sudah melakukan konseling untuk ber-KB segera setelah melahirkan. Maksudnya ya untuk ini, mengatur agar kehamilan berikutnya itu bisa terjadi minimal 2 tahun setelah kelahiran sebelumnya. 

 

Ini sesuai dengan aturan dari Badan Kesehatan Dunia.” Segala hal tentang KB Paska Salin bisa dilihat juga di sini. http://skata.info/article/detail/41/Kontrasepsi-Setelah-Melahirkan

 

“Pemakaian kontrasepsi pada intinya mungkin mengakibatkan tubuh harus beradaptasi dahulu. Proses adaptasi ini biasanya hanya memakan waktu 10 hingga 20 hari. Jadi tidak usah khawatir. “

 

Lantas, apa saja sih mitos-mitos seputar kontrasepsi yang dibahas?

 

 

Kontrasepsi bikin ada flek dan juga menyebabkan gendut.

 

Faktanya: Kontrasepsi yang mengandung hormon memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap tubuh manusia, oleh karena itu pengalaman ini sangat individual.  Pengalaman pada satu orang belum tentu terjadi pada orang lain. 

 

Jika memang selama menggunakan kontrasepsi hormonal mengalami hal-hal yang tidak disukai, bisa menghentikan penggunaannya dan berganti pada metode kontrasepsi lainnya yang non-hormonal, seperti IUD, kondom, atau kontrasepsi permanen seperti vasektomi dan tubektomi.

 

 

Benang pada IUD bisa menjadi daging.

 

Faktanya: Benang pada IUD tidak akan menjadi daging. Benang ini justru ada karena memudahkan petugas kesehatan mengeluarkan IUD. 

 

Benang tidak akan berubah seperti daging karena jenisnya berbeda dengan jenis benang yang digunakan untuk prosedur pembedahan pada operasi.

 

 

Pakai IUD kalau meninggal harus dikeluarkan, jika tidak yang meninggal tidak akan diterima oleh tanah dan menjadi hantu.

 

Faktanya: Ini jelas-jelas pernyataan yang bercampur aduk antara kepercayaan dan mistis serta tidak berdasar pada kesehatan. IUD bisa dihentikan kapan saja dan bisa dikeluarkan kapan saja. 

 

Namun jika meninggal dan tidak dikeluarkan pun tak apa, ini sama halnya dengan orang yang menggunakan ring pada jantung, tambalan pada gigi, atau pen pada tulang yang patah.

 

 

Pakai IUD tetap bisa hamil, kemudian IUD-nya menembus ke perut dan menyebabkan pengguna harus dioperasi.

 

Faktanya: Seperti halnya alat kontrasepsi lain, IUD juga memiliki tingkat kegagalan, meskipun sangat kecil. Yang dimaksud dengan gagal di sini adalah wanita tetap hamil meski sedang memakai IUD. 

 

Namun jumlah ini sangat kecil, yaitu 6 – 8 kehamilan per 1000 perempuan . Yang berarti IUD umumnya berhasil pada 99,2-99,4% wanita lain.

 

Mengenai IUD menembus ke perut, IUD terbuat dari bahan plastik yang lentur dan sama sekali tidak tajam. 

 

Sehingga tidak mungkin bisa menembus rahim karena rahim itu sendiri memiliki lapisan-lapisan yang permukaannya seperti lapisan pipi dalam manusia yang licin dan tebal. Fenomena IUD menembus perut belum pernah ditemukan dan rasanya tidak mungkin.

 

Yang berbahaya adalah melakukan pemijatan pada rahim/perut setelah pemasangan IUD karena perbuatan meremas-remas perut bisa saja mengakibatkan posisi IUD berubah.

 

 

Benang pada IUD membuat suami tidak merasa nyaman ketika berhubungan seksual karena suami dapat merasakannya

 

Faktanya: Benang IUD yang dipotong terlalu pendek dapat menimbulkan kesan tidak nyaman,  karena menjadi lebih kaku, sebenarnya benang bisa tidak di potong dan hanya di selipkan.

 

 

IUD bisa jalan-jalan ke jantung.

 

Faktanya: Normalnya IUD tetap berada di rahim. IUD tidak bisa berpindah ke jantung, otak, atau bagian tubuh lain di luar perut. 

 

Rongga rahim hanya memiliki satu saluran saja, satu tempat masuk dan satu tempat keluar yaitu melalui lubang vagina. Untuk kasus sangat jarang dimana pemasangan IUD menembus dinding  atas rahim, maka IUD akan berada diluar rahim tetapi masih didalam rongga belakang rahim dan akan tetap disitu tidak akan kemana-mana.  

 

Tidak ada saluran yang mengakibatkan IUD bisa berjalan-jalan ke organ lain. IUD tidak bisa masuk ke dalam pembuluh darah karena pembuluh darah yang ada di sekitar pemasangan IUD adalah pembuluh darah kecil yang tidak memungkinkan IUD memiliki tempat berjalan.

 

 

Vasektomi bagi pria sama dengan kebiri (pemotongan sebagian atau seluruh organ kelamin pria).

 

Faktanya: Vasektomi bukan proses kebiri. Vasektomi adalah penutupan saluran sperma kiri dan kanan, agar cairan mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak lagi mengandung sperma. 

 

Pada saat vasektomi, buah zakar (testis) dapat memproduksi hormon testosteron. Dengan demikian, vasektomi tidak sama dengan kebiri.

 

 

Vasektomi akan mengurangi bahkan menghilangkan gairah seksual.

 

Faktanya: Vasektomi tidak menyebabkan laki-laki menjadi impoten, sebab saraf-saraf dan pembuluh darah yang berperan dalam proses terjadinya ereksi berada di batang penis, sedangkan tindakan vasektomi hanya dilakukan di sekitar buah zakar dan jauh dari persarafan untuk ereksi.

 

 

Vasektomi menyebabkan pria tidak bisa ejakulasi.

 

Faktanya: Pria yang telah divasektomi tidak akan merasakan perbedaan dengan sebelumnya. Cairan mani tetap dikeluarkan sama seperti sebelum vasektomi dilakukan. 

 

Kantong sperma pembentuk cairan mani tetap berfungsi, namun cairan mani tersebut tidak lagi mengandung sperma.

 

 

Vasektomi menurunkan gairah seksual

 

Faktanya: Vasektomi tidak berpengaruh terhadap penurunan libido (nafsu seksual), karena buah zakar yang menghasilkan hormon testosteron (pemberi sifat kejantanan dan libido) tetap berfungsi dengan baik 

 

Diskusi ditutup dengan Dokter Irfan mengutip kehamilan sebaiknya jangan 4T: Terlalu Tua. Terlalu Muda, Terlalu Rapat, dan Terlalu Banyak.  

 

Dari tim SKATA menambahkan penjelasan tentang fitur untuk membuat Simulasi Perencanaan Keluarga skata.info/rencanaku untuk merencanakan kehamilan dengan mengikutkan berbagai pertimbangan finansial dan perkembangan anak.

 

Segitu dulu ya catatan dari pertemuan dengan SKATA kali ini. Masukkan usulan topik yang kamu inginkan  untuk dibahas di Ngobrol Asik SKATA berikutnya di kolom komentar di bawah ini.