IUD, tak terbersit sedikitpun dalam benakku menggunakan alat tersebut, mendengar cerita ada orang yang menggunakannya saja aku merasa jijik, ngeri, apalagi kalau aku sendiri yang memakainya. 

 

Aku masih ingat kala itu aku masih remaja kakakku yang nomor dua dipanggil dan dimarahi pak lurah dibalai desa gara–gara istrinya tidak mau pasang spiral atau IUD, saat itu bagi keluargaku mungkin lebih baik mati daripada pasang IUD. 

 

Aku dibesarkan dari keluarga yang tidak mengenal KB, banyak anak banyak rezeki itulah pandangan hidup orang tuaku. Keluargaku ini tujuh bersaudara ibuku mempunyai 11 anak, tapi empat orang kakakku meninggal saat masih usia balita.

 

Setelah menikah pandanganku tentang KB sedikit berubah, aku mulai tertarik ikut KB karena aku merasa perlu untuk menjaga jarak kehamilan agar anakku bisa mendapatkan kasih sayang, perhatian dan pendidikan yang lebih banyak. 

 

Namun untuk IUD aku masih antipati. Masih teringat perkataan pak kyai ”Jangan mau pakai spiral, haram hukumnya lelaki yang bukan muhrim memasukkan sesuatu kedalam alat vital perempuan...kalau mau pakai alat itu harus dipasang oleh suami sendiri”. 

 

Sedangkan suamiku tidak mungkin melakukan pemasangan itu, karena itu aku menggunakan alat KB suntik. Aku merasa karena menggunakan KB suntik badanku jadi melar. Aku sempat pakai pil tapi tidak cocok karena membuatku mual-mual seperti orang ngidam, padahal ketika hamil muda pun aku tidak pernah mual-mual.

 

Itu adalah pandanganku dulu tapi kini...

 

Berawal dari ketika aku dipanggil oleh ibu Hj. Nok Zumaeroh ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Ketanggungan, beliau meminta kesediaanku untuk ikut pelatihan motivator KB Muslimat  NU di Grand Dian Hotel Brebes. 

 

Pada saat itu aku sedikit kaget, ”Pelatihan KB? Apa hubungannya dengan muslimat NU?”, Ucapku dalam hati. Karena rasa penasaran akhirnya aku bersedia ikut ingin menambah pengalaman pikirku, bagiku ini adalah hal yang menantang karena itu aku merasa senang serta penasaran dan ingin segera mencobanya.

 

Akhirnya aku dan beberapa ibu dari Kecamatan Ketanggungan berangkat ke pelatihan. Ternyata memang banyak ilmu yang didapat dalam pelatihan tersebut dan juga menambah banyak teman dan pengalaman. 

 

Aku baru tahu ternyata NU sejak dulu sudah membantu program KB. Pandanganku tentang KB sangat positif, aku semakin yakin program ini harus didukung apalagi setelah menyaksikan video Sholahuddin Wahid berbicara tentang KB. 

 

Gus Sholah dan istrinya betul-betul menginspirasiku untuk menyukseskan program ini. Kini aku siap melakukan sosialisasi KB, apalagi buku pintarnya membuatku asik mempelajari materi KB yang ada di dalamnya. Ya..buku pintarnya adalah sebuah tablet yang berisi program KB pilihanku sebagai panduan dalam melakukan sosialisasi.

 

Kini aku menjadi motivator KB Muslimat NU yang siap menyukseskan Program KB. Ketika ada kesempatan untuk mensosialisasikan KB, aku tak pikir panjang untuk segera menghampiri mereka. 

 

Mulai dari kerumunan ibu-ibu diemperan rumah, jam’iyahan hingga para saudara dan teman-temanku. Tanpa rasa ragu aku mempromosikan tentang KB, banyak dari mereka yang sudah pakai alat kontrasepsi suntik, pil, kondom namun masih sedikit yang menggunakan MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang). 

 

Banyak dari mereka yang tidak memakai implan ataupun IUD karena takut mengganggu katanya. Pandangan mereka terhadap IUD sama seperti pandanganku dahulu sebelum menjadi motivator, mereka takut hubungan kemesraan mereka terganggu, takut lepas dan banyak lagi ketakutan lainnya yang mempengaruhi.

 

Untuk lebih meyakinkan masyarakat atau orang-orang yang aku temui, aku memberanikan diri pasang IUD. Walau aku sempat ragu sebelumnya, tapi berkat dorongan dari temanku akhirnya aku pasang IUD juga. 

 

Ternyata tidak mengganggu sama sekali, yang aku takutkan hubungan kemesraanku dengan suami terganggu ternyata malah semakin mesra. Biasanya aku selalu dihantui rasa was–was takut hamil apabila berhubungan intim, tetapi kini aku merasa tenang hubungan suami istri lebih harmonis. Aku sangat menikmati kebersamaanku dengan suamiku, sangat nyaman dan membuat hidup lebih indah.

 

Terimakasih untuk YKMNU, KB Pilihanku,  JHUCCP, PC Muslimat NU Brebes, PAC Ketanggungan dan kepada semua yang telah menjadikan hidupku lebih berwarna. Semoga lebih bermanfaat bagi sesama. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

 

Itulah bagian dari pengalaman hidupku, ternyata pandangan hidup seseorang bisa berubah tergantung dengan siapa mereka bergaul. Jangan bosan untuk melakukan kegiatan memotivasi, jangan menyerah hanya karena ditolak mentah-mentah, semangat dan terus bekerja!