Di Indonesia pernikahan usia dini masih terjadi di daerah pedesaan maupun perkotaan dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Survei Data Kependudukan Indonesia tahun 2007 menunjukkan bahwa di beberapa daerah, sepertiga jumlah pernikahan terdata dilakukan oleh pasangan usia di bawah 16 tahun. Bahkan, di beberapa pedesaan pernikahan dilakukan segera setelah anak perempuan mendapat haid pertama.

 

Pernikahan dini biasanya terjadi karena tradisi dan budaya yang ada pada suatu masyarakat. Banyak pula orang tua yang menyetujui pernikahan dini karena percaya bahwa pernikahan akan mendatangkan banyak rizki. Secara umum pernikahan dini lebih sering dijumpai kalangan keluarga miskin, walaupun juga dapat ditemui di kalangan keluarga ekonomi atas.

 

 

Pertumbuhan dan perksembagan anak masih berlangsung pada usia remaja. Remaja memerlukan asupan gizi yang seimbang untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Kehamilan pada usia ini dapat mengganggu tumbuh kembangnya dan menyebabkan terjadinya anemia. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah, bayi lahir dengan anemia, atau penundaan perkembangan anak.

 

Kehamilan pada usia perempuan di bawah 17 tahun meningkatkan risiko komplikasi medis, baik pada ibu atau bayi yang dikandungnya. Kehamilan dan komplikasi medis juga merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada anak usia 15 sampai 19 tahun.  Tidak hanya merupakan penyebab kematian ibu, kehamilan usia dini juga meningkatkan risiko bayi lahir mati atau lahir sekarat.

 

Kehamilan remaja juga dapat memiliki dampak negatif secara sosial ekonomi. Anak secara psikologis belum siap untuk menjadi istri dan ibu, sehingga kehamilan pada usia dini dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian mereka. Selain itu, mereka juga cenderung meninggalkan sekolah sehingga memiliki kesempatan kerja yang lebih rendah.

 

Pernikahan dan kehamilan adalah dua hal yang harus dipikirkan dengan matang. Untuk remaja, hindarilah perilaku seks pranikah dan pikirkan juga keinginan menikah sebaik-baiknya. Untuk orang tua, yuk pikirkan kembali keputusan untuk menikahkan anak pada usia remaja. Masa depan mereka akan lebih cerah dengan pendidikan yang berkualitas, bukan dengan pernikahan dini