Mulai dari pil KB hingga Implan, terdapat banyak sekali metode kontrasepsi yang ditawarkan kepada wanita usia subur di Indonesia. Pada umumnya semua metode kontrasepsi memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mencegah kehamilan. Namun, variasi pilihan kontrasepsi yang ada mungkin membuat peserta KB bimbang untuk memilih kontrasepsi yang paling cocok untuknya.

 

Bagi peserta KB yang ingin menjarakkan kehamilan, metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah metode yang terbaik untuk kamu. MKJP berupa IUD atau Implan dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun, tergantung dari jenisnya.

 

 

Lalu, apa sih yang membedakan MKJP dengan metode lain?

 

Efektivitasnya lebih tinggi dibanding metode lain

MKJP berupa IUD dan Implan merupakan metode kontrasepsi yang efektivitasnya paling tinggi, sehingga sangat cocok untuk peserta KB yang ingin menjarakkan kehamilan atau tidak ingin punya anak lagi.  Efektivitas Implan mencapai 99,95% sedangkan efektivitas IUD mencapai 99,2-99,4%

 

Pengembalian kesuburan cepat

MKJP cocok untuk peserta KB yang ingin menjarakkan kehamilan, karena peserta KB akan mudah hamil setelah IUD atau Implan dicopot. Di sisi lain, peserta KB yang menggunakan Suntik KB harus menunggu beberapa bulan hingga kesuburannya kembali seperti semula.

 

Tidak mengganggu produksi ASI

IUD dan Implan sangat cocok digunakan oleh ibu menyusui, karena tidak akan mengganggu kualitas dan volume ASI sehingga memudahkan ibu untuk menyusui eksklusif anaknya.

 

Jadi apa bedanya IUD dan Implan?

 

Walaupun keduanya merupakan jenis MKJP, IUD dan Implan merupakan dua metode kontrasepsi yang berbeda. Perbedaan IUD dan Implan meliputi:

 

Jenis kontrasepsi

IUD dan Implan merupakan dua metode kontrasepsi yang berbeda. IUD termasuk metode kontrasepsi nonhormonal, sedangkan Implan termasuk metode kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progesterone.

 

Jangka waktu penggunaan

IUD dapat efektif mencegah kehamilan hingga 10 tahun, sedangkan Implan dapat efektif mencegah kehamilan hingga 4 tahun. Walaupun demikian, keduanya dapat dilepas sebelum masa efektifnya habis sehingga cocok digunakan untuk merencanakan kehamilan.

 

Bagian tubuh yang dipasang

Walaupun keduanya merupakan MKJP, tempat pemasangan IUD dan Implan berbeda. IUD dipasang di rahim, sedangkan Implan dipasang di lengan atas, tepatnya di bawah kulit. Pemasangan IUD dan Implan tidak sakit, namun mungkin akan menimbulkan sedikit ketidaknyamanan.

 

Pemeriksaan dalam

IUD dipasasang di rahim peserta KB, sehingga dibutuhkan pemeriksaan organ reproduksi terlebuh dahulu sebelum pemasangan. Beberapa hal yang harus dipastikan adalah calon peserta KB IUD tidak mengalami keputihan, pendarahan abnormal, atau penyakit menular seksual.

 

Nah, itu dia manfaat dari MKJP dan perbedaan IUD dan Implan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai IUD dan Implan, Ayo buka website skata di http://skata.info