Jika sudah sering baca atau mengikuti SKATA, pasti sudah tahu bahwa kata kunci terkait pernikahan yang sering disebut-sebut adalah perencanaan dan komunikasi.  Meskipun sepertinya dua hal tersebut ada dalam kehidupan sehari-hari, namun paling sering terlupakan dalam kenyataannya. 

 

Kini setelah keriuhrendahan pesta pernikahan telah usai, para sanak saudara famili telah kembali ke kampung halaman masing-masing, hari cuti pun telah habis, dan rutinitas sehari-hari telah kembali normal, pasangan baru menikah pun mulai menjalani kehidupan pernikahan yang sesungguhnya.

 

Berikut adalah beberapa pesan bagi pasangan suami istri baru:

 

Semakin awal direncanakan semakin baik

Bicarakan berapa jumlah anak ideal dan kapan ingin punya anak. Kenali metode kontrasepsi yang tepat untuk mengatur agar rencana berdua ini bisa dijalankan.  Nah SKATA aplikasi memiliki fitur Rencanaku seperti simulator kehidupan yang bisa digunakan untuk merencanakan jumlah anak dan usia perkembangan anak masing-masing. Dengan demikian pasangan yang baru menikah bisa mengatur persiapan sekolahnya dan juga mengatur rencana pensiun sejak dini.  Jika ini dipikir terlalu cepat, tidak sama sekali.  Memiliki arah yang baik untuk masa depan adalah salah satu hal yang perlu dibicarakan sejak awal dalam keluarga.

 

Bicarakan cita-cita dan keinginan dalam hidup yang masih ingin dicapai

Sekarang karena sudah  berdua, menggapai keinginan ini akan menjadi semakin mudah jika dibagi bersama bebannya.  Namun akan menjadi petaka jika tidak dibicarakan secara terbuka berdua.  Ingin sekolah lagi atau ingin memiliki bisnis sendiri atau ingin bisa menaikkan orang tua haji, ingin memiliki rumah sendiri, ingin mengganti mobil, dan sederet keinginan lainnya. Catatlah apa saja keinginan-keinginan tersebut, dan lagi-lagi masukkan dalam daftar rencana besar kehidupan. Sinkronkan ini dengan rencana memiliki anak. Nah sekarang bisa dilihat kan bahwa tidak ada yang terlalu dini dalam merencanakan.

 

Lakukan sesuatu tentang keuangan: perencanaannya, pengelolaannya dan sumber pemasukannya

Lakukan sesuatu tentang keuangan: perencanaannya, pengelolaannya, dan sumber pemasukannya.  Sekarang setelah pasangan memiliki daftar keinginan dan daftar rencana bersama, bandingkan dengan sumber pemasukan yang ada dan bagaimana itu dikelola saat ini.  Bicarakan secara terbuka sumber-sumber pemasukan yang ada, pengeluaran, termasuk kebutuhan untuk menabung dan berinvestasi. Kalkulkasikan dan kalau perlu berkonsultasilah dengan perencana keuangan profesional agar semua keinginan dan kebutuhan bisa tercapai dengan baik. Semua orang tua tentu menginginkan anak mendapatkan kualitas pendidikan terbaik dan kesejahteraan yang optimal, berhati-hatilah mengatur keuangan sejak dini. Di  twitter SKATA juga ada Live Tweet biasanya menghadirkan nara sumber perencana keuangan profesional. Jika tertarik dan penasaran bagaimana mengatur keuangan, ikuti live tweet-nya dan kirimkan pertanyaan pada saat Live Tweet.

 

Saling menghargai dan jujur satu sama lain

Pada akhirnya benang merah dari semua di atas adalah prinsip-prinsip saling menghargai dan kejujuran. Tidak ada manusia yang sempurna dan bersih dari kesalahan, dan yakinilah bahwa perbedaan itu pasti akan selalu ada. Menyatukan dua manusia dengan latar belakang yang berbeda bukanlah sesuatu yang mudah. Ketika kita bisa mengakui dengan dewasa adanya perbedaan, ketidaksempurnaan, dan menerimanya sebagai bagian hidup berdua, segala sesuatu tantangan hidup berdua akan terasa lebih mudah. Yang terpenting bukanlah mengharapkan kesempurnaan atau mengharapkan persamaan pada segala hal, namun keterbukaan, mau memahami kondisi, pikiran, dan perasaan satu sama lain, dan saling mendukung dalam tiap keputusan bersama yang diambil.

 

 

Selamat menempuh hidup baru dengan seluruh keseruan dan petualangannya.