Tentunya orang tua pasti akan senang apabila anak mereka tumbuh dengan sehat, apalagi ketika ada teman yang mengatakan betapa lucunya anak anda karena pipinya chubby. Pasti banyak orang yang ingin mencium atau mencubit pipinya karena mereka menggemaskan. Namun jangan senang dulu, sebenarnya bagaimana sih pengaruh obesitas terhadap anak anda?

Obesitas secara langsung disebabkan oleh asupan kalori yang berlebih dan kurangnya aktivitas fisik. Namun, selain dua hal tersebut, ada beberapa faktor lingkungan yang juga menyebabkan obesitas pada anak, seperti makan dengan porsi super besar, makan makanan berkalori tinggi, orangtua bekerja, dan penggunaan teknologi seperti TV dan komputer.

Terkadang beberapa orang tua tidak menyadari bahwa obesitas pada anak perlu dihindari. Apabila anak pada masa kecilnya sudah menderita obesitas, kemungkinan besar ia akan menderita obesitas sampai dewasa dan hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi dan penyakit jantung, komplikasi neurologi, penyakit paru, kelainan ortopedi, gangguan psikososial, dan gangguan menstruasi pada perempuan.

Secara psikologis obesitas dapat menurunkan kepercayaan diri anak. Seringkali orang yang menderita obesitas akan didiskriminasi oleh teman sepermainannya dan diberi ejekan yang kurang baik. Apabila ejekan ini berlangsung secara terus menerus, lama kelamaan hal tersebut dapat menjadi stigma bagi anak tersebut dan kemudian dapat berujung pada depresi.

Untuk itu, orangtua memiliki peran penting dalam pengawasan berat badan anak. Kunci utamanya adalah untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak. Bagi anak obesitas, diperlukan kerjasama dari lingkungan keluarga untuk mencapai berat badan ideal untuk anak tersebut. Orang tua dapat memberikan motivasi dan edukasi di lingkungan keluarga, mengubah asupan makanan anak agar menjadi lebih sehat, serta meningkatkan aktivitas fisik anak.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pada anak obesitas. Hindari godaan untuk selalu menghabiskan makanan. Ambillah porsi makanan secukupnya dan berhenti sebelum kenyang. Hindari juga makan snack sambil menonton tv, karena ketika menonton tv seringnya kita tidak bisa membatasi jumlah snack yang dimakan.

Untuk mengatasi obesitas pada anak juga dibutuhkan komitmen yang besar, dari keluarga inti dan lingkungan sekitar. Batasi internet, tv, dan games kurang dari dua jam dalam sehari dan perbanyak permainan yang membuat anak bergerak. Terapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari untuk seluruh anggota keluarga, tidak hanya sampai anak anda mencapai berat badan ideal, namun secara terus menerus untuk menjaga berat badan dan kesehatan seluruh keluarga.