Program pemerintah mengatakan bahwa usia menikah yang ideal untuk wanita adalah usia 21 tahun, sedangkan untuk laki-laki adalah 25 tahun. Pernikahan usia dini (di bawah 19 tahun) tak hanya meningkatkan risiko pada kesehatan wanita (ibu), tapi juga kesehatan anak, serta keharmonisan keluarga.

 

Bagi kesehatan wanita

·         Kehamilan dini membuat kurang terpenuhinya gizi bagi diri wanita sendiri

·         Memberikan risiko anemia dan meningkatkan terjadinya depresi

·         Berisiko pada kematian usia dini

Anatomi tubuh wanita masih dalam pertumbuhan. Alat reproduksi belum siap untuk kondisi hamil dan melahirkan, ini lah yang meningkatkan risiko kematian pada kehamilan usia dini.

·         Meningkatkan risiko kanker serviks.  

Pertumbuhan sel pada anak-anak berakhir pada usia 19 tahun. Pernikahan dini mengakibatkan sel normal (yang biasanya ada pada anak-anak) berubah menjadi sel ganas yang akhirnya bisa menyebabkan infeksi kandungan dan kanker.

·         Berisiko terkena penyakit menular seksual

 

Bagi kesehatan anak

·         Perempuan usia di bawah 19 tahun masih dalam masa pertumbuhan, sehingga jika terjadi kehamilan dini, nutrisi yang dibutuhkan untuk kehamilan dan kebutuhan janin tidak optimal. Akibatnya, kehamilan pada usia dini ini akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

·         Rata-rata bayi yang dilahirkan oleh ibu di bawah usia 18 tahun, berukuran lebih kecil dari bayi seusianya. Berat badan lahirnya pun rendah sehingga memiliki kemungkinan risiko 5-30x lebih tinggi untuk meninggal.

 

Bagi keharmonisan keluarga

·         Menurut riset, pernikahan usia muda berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian. Ini disebabkan karena belum matangnya usia pasangan ketika memutuskan untuk menikah.

·         Usia di bawah 19 tahun belum memiliki psikologis yang matang sehingga cenderung labil dan emosional. Ini lah yang sering menjadi pemicu perceraian pada pasangan menikah usia dini.

 

·         Psikologis yang belum matang juga bisa menyebabkan sulitnya bersosialisasi dan beradaptasi sehingga menimbulkan ketidakcocokan hubungan dengan orang tua maupun mertua.