Biasanya selama tahun-tahun pertama, anak mungkin akan lebih dekat dengan Ibu ketimbang dengan ayah. Namun, bukan berarti ayah tidak harus ikut berperan dalam mengasuh anak, lho! Sudah bukan zamannya lagi, ayah dianggap hanya sebagai pencari nafkah dan Ibu lah yang bertugas mengurus keluarga. Ayah adalah equal partner dalam pengasuhan anak yang artinya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan Ibu.

Apalagi, ayah memiliki karakteristik yang berbeda dengan Ibu. Artinya, ayah juga memiliki peran penting dalam tumbuh kembang dan pembentukan karakter positif pada anak yang mungkin tidak diperoleh dari Ibu. Peran ayah akan meningkatkan perkembangan kecerdasan, sosial-emosional dan motorik anak.

 

1. Ayah sebagai teman bermain

Biasanya ayah selalu jadi orang yang seru untuk diajak bermain. Apalagi untuk permainan fisik yang membutuhkan energi. Permainan fisik bersama ayah tidak hanya melatih otot dan koordinasi namun juga mengajarkan soal aturan, seperti bermain secara bergantian dan fair play.

Ayah memiliki kecenderungan melakukan permainan one-on-one, keras dan “kasar”, karakter ini dapat mendukung perkembangan motorik anak dan memberi kesempatan pada anak mengeksplorasi hal-hal yang bisa dilakukan tubuh mereka dan membantu mereka mengatur emosi saat terlibat dalam interaksi fisik impulsif (Rosenberg & Wilcox, 2006).

Secara tak langsung, peran ayah di sini akan meningkatkan perkembangan motorik anak.

 

2. Ayah sebagai guru/ pembimbing

Anak bisa belajar mengenai perilaku yang baik, membantu anak membedakan benar atau salah. Sebagai pembimbing, ayah juga harus berlaku seimbang antara mengoreksi perbuatan yang tidak baik dan menyemangati anak dengan pujian jika anak berperilaku baik.

Ayah juga bisa mengajarkan anak cara mengambil keputusan sekaligus menghadapi konsekuensi dari tindakan dan keputusan yang dilakukan anak. Anak yang terbiasa mengambil keputusan yang tepat, biasanya tidak akan tumbuh menjadi anak yang agresif.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa ayah yang terlibat, mengasuh, dan bercanda dengan bayi-bayi mereka memiliki anak-anak dengan IQ yang lebih tinggi, serta kapasitas bahasa dan kognitif yang lebih baik (Pruett, 2000). Di sini lah peran ayah meningkatkan perkembangan kecerdasan anak.

 

3. Ayah sebagai pelindung 

Laki-laki biasanya memiliki naluri yang melindungi. Secara naluriah, ayah akan memberi perlindungan pada keluarganya. Karakter ini lah yang akan mengajarkan anak untuk kelak bisa bertindak melindungi dirinya sendiri. Melindungi anak tak melulu soal menjaga anak dari segala hal negatif di luar sana. Menjaga secara emosional melalui menjaga hubungan melalui interaksi dan komunikasi juga termasuk memberi perlindungan pada anak.

Keterlibatan ayah sejak dini pada masa-masa penting perkembangan anak akan memberikan sumber keamanan emosional bagi anak. Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak-anak sebelum usia 7 tahun dapat memberikan perlindungan psikologis terhadap ketidakmampuan menyesuaikan diri ketika mereka menjalani masa remaja (Flouri & Buchanan, 2002).

 

Yuk Ayah, mulai sekarang selalu luangkan waktu untuk bermain dengan anak!