“Moody, ‘ngeyel’, penuh emosi.” Apakah kata-kata tersebut menjelaskan seseorang yang Anda kenal? Katakanlah remaja Anda? Jika iya, Anda tak sendiri. Mari tarik nafas panjang, bersantai sejenak dan simak tips terbaik untuk menjadikan remaja Anda sosok dewasa yang menakjubkan. 

Perhatikan tahapan perkembangan remaja 

Ingat ketika mereka kecil dan penuh dengan tantrum? Sayangnya, masa itu akan berulang sekarang. Bedanya, kali ini hormon yang berbicara. Psikolog remaja, Ann H., menjelaskan bahwa otak remaja belum sepenuhnya berkembang, karenanya mereka seringkali diam atau justru sebaliknya penuh dengan emosi ketika menemukan suatu masalah. 

Kreatif dalam berkomunikasi

Selalu ada kesempatan untuk berbicara hati ke hati dengan anak dengan menjajarkan posisi Anda. Jadikan Ia teman bukan seseorang yang ingin Anda kontrol. Bahkan ketika anak perlu tuntunan, coba hindari judgement dan buka diri untuk komunikasi dua arah. Remaja akan terbuka bila Ia percaya Anda tidak akan menjudge. Salah seorang Ibu bahkan menemukan bahwa komunikasi lewat surat bisa menjadi salah satu alat komunikasi yang efektif. Karena lewat surat, orang bisa mengekspresikan diri tanpa terikat pada emosi. 

Yuk empati

Tantangan remaja Anda, bisa jadi cerminan Anda dulu ketika di masanya. Posisikan diri sebagai dirinya, dan berusaha empati akan apa yang Ia rasakan. Ingatkah Anda saat remaja, saat dimana ingin memiliki dunia sendiri? Memang akan banyak nasehat didalamnya, namun empati bisa jadi awal yang baik. 

Jelaskan arti kesuksesan dan kegagalan 

Cara yang terbaik untuk mengajarkan anak adalah dengan membagi pengalaman Anda dengannya. Bagaimana Anda bisa ada di posisi sekarang, segala kesuksesan dan kegagalan yang Anda lewati dan bagaimana cara menghadapinya. Remaja akan mudah menyerap informasi, jika itu adalah sesuatu yang nyata. Dengan memperlihatkan Anda bukan orang yang sempurna, akan membuat rangkaian belajar menjadi lebih baik. 

Beri waktu dan ruang 

Saat komunikasi memanas, tak ada salahnya untuk menjauh dan berikan waktu sejenak. Ketika break baik dari fisik dan emosi, akan lebih mudah untuk kembali fokus dan mencari solusi terbaik bersama. Memang sulit, apalagi disaat Anda sedang berada dalam satu percakapan penting. Namun, masalah akan justru makin melebar jika dipaksakan untuk selesai dalam keadaan emosi. 

Solusi akan bisa dicapai dengan komunikasi yang baik antar orangtua dan anak. Yuk, cari tau juga apa yang ada dalam pikiran remaja di sini

 

 

 

 



Konsultasi dengan dokter