Puasa sejatinya adalah menahan nafsu. Baik nafsu lapar, dahaga maupun nafsu syahwat atau keinginan untuk bersenggama. Dalam kurun waktu 30 hari, umat muslim melakukan puasa, menahan nafsu makan, minu, dan syahwat mulai dari fajar hingga waktu terbenamnya matahari. Puasa dilakukan untuk membersihkan diri dari hawa nafsu, dan memohon ampunan pada Sang Maha Esa. Lalu bagaimana dengan berhubungan seksual di bulan puasa? Apakah sepenuhnya dilarang? Yuk simak fakta dan mitosnya. 

Dilarang berhubungan seks di bulan puasa

Berhubungan seks di bulan puasa dilarang, tapi hanya di siang hari selama melakukan ibadah puasa. Jika hubungan suami istri dilakukan di malam hari setelah waktu berbuka hingga fajar, maka tetap diperbolehkan. Dengan syarat, mandi wajib sebelum memulai ibadah, ya. 

Seks merupakan aktivitas yang berdosa

Ya, jika dilakukan oleh pasangan yang belum menjadi halal alias bukan suami istri. Namun untuk pasangan suami istri, seks merupakan ibadah yang menghasilkan pahala untuk keduanya. Di bulan puasa, memang umat muslim diharapkan untuk fokus beribadah menjalankan yang wajib dan melengkapi dengan sunnah. Terutama yang hanya bisa dilakukan di bulan ramadhan seperti itikaf dan salat tarawih. 

Terlalu lelah melakukan hubungan intim saat berpuasa

Tubuh kita memang menyesuaikan dengan pola berpuasa. Mulai dengan bangun lebih pagi untuk sahur, hingga tidur hingga tengah malam karena memaksimalkan ibadah. Bukan berarti Anda tidak bisa menikmati berhubungan intim di bulan puasa. Atur pola tidur, istirahat yang cukup. Lakukan hubungan dua jam setelah berbuka atau sebelum sahur. 

Lalai ibadah karena mendahulukan hubungan suami istri

Nah, ini yang tidak boleh dilakukan. Ingat, bulan puasa adalah momen tepat untuk mensucikan diri dan fokus hanya untuk ibadah kepada Sang Pencipta. Jangan sampai, ibadah lalai hanya karena Anda mendahulukan kesempatan bermesraan dengan pasangan. Walaupun berhubungan suami istri juga merupakan ibadah, namun bukan yang utama dilakukan saat bulan ramadhan. 

 

 

 



Konsultasi dengan dokter