In Vitro Fertilization (IVF) merupakan salah satu teknologi reproduksi bantuan yang dapat membantu pasangan dalam menghadapi infertilitas. Proses dari IVF terdiri dari ekstraksi telur dan pengambilan sampel sperma, yang kemudian akan digabungkan di laboratorium. Lalu, embrio yang terbentuk akan dipindahkan ke dalam rahim. 

Selanjutnya, pasien diminta untuk menunggu selama dua minggu untuk mengetahui apakah terjadi kehamilan. Biasanya, di masa ini pasien menanyakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menjaga proses IVF. Yuk cari tau!  

Apa saja yang boleh dilakukan pasca proses IVF?

  • Jalani keseharian seperti biasa namun dianjurkan untuk mengurangi atau menghindari aktifitas berat
  • Makan makanan yang bernutrisi dan hidrasi yang cukup
  • Tidur yang cukup 
  • Untuk olahraga, diperkenankan untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan 
  • Konsumsi obat-obatan yang telah diberikan

Apa saja yang tidak boleh dilakukan pasca proses IVF?

  • Tidak dianjurkan untuk melakukan aktifitas berat atau melakukan kegiatan fisik yang belum pernah dilakukan sebelumnya
  • Tirah baring yang berlebihan tanpa indikasi dari tenaga medis 
  • Tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual dalam masa ini
  • Hindari konsumsi alkohol, makanan bergula, bersoda dan konsumsi kafein berlebih
  • Hindari kegiatan di kolam renang, pantai dan bak mandi untuk mencegah infeksi 

Selain itu, ada hal lain yang perlu diperhatikan:

  • Jika baru menjalani prosedur, perhatikan gejala seperti begah, sakit atau sesak nafas. Konsultasikan ke dokter jika menemukan gejala-gejala tersebut.
  • Hindari konsumsi obat-obatan saat dalam pengobatan infertilitas, setelah pemindahan embrio dan di awal kehamilan. 
  • Jika pasien mengalami ketidaknyamanan seperti nyeri abdomen bawah atau sakit kepala, pasien dapat menggunakan analgesik seperti parasetamol. Selain itu, gejala yang tidak hilang harus dikonsultasikan.

Terakhir, pasien dihimbau untuk tetap positif dan optimis namun tetap realistis selagi menunggu hasil dan hindari informasi negatif terkait dengan IVF yang dapat memicu stres. Selain itu, tidak dianjurkan untuk terlalu fokus mencari gejala kehamilan. Pengecekan berulang-ulang menggunakan test-pack juga tidak diperlukan karena pada akhir minggu kedua, hasil yang sebenarnya akan diketahui.  

Jika masih ada pertanyaan seputar IVF, yuk tanyakan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc

 



Konsultasi dengan dokter