Satu hal yang harus dibahas pasangan menikah adalah soal ukuran keluarga yang ingin dimiliki. Pasangan menikah sebaiknya merencanakan ukuran keluarga dari jumlah anak yang mampu mereka asuh dengan baik serta jarak antar kehamilan.

 

Komunikasikan pada pasangan mengenai kelebihan dan kekurangan memiliki anak sedikit atau banyak. Satu hal yang harus diingat, memiliki keluarga besar tentu menyenangkan, namun keluarga kecil memiliki lebih banyak kelebihan.

 

Orang tua bisa memberikan lebih banyak waktu, uang, dan perhatian jika memiliki sedikit anak. Intinya, jumlah anak dan ukuran keluarga akan menentukan kualitas hidup seluruh anggota keluarga.

 

Bahkan menurut salah satu riset WHO, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa wanita yang memiliki lebih dari 4 anak akan meningkatkan risiko kematian ibu. Sehingga, pertimbangkan dengan baik dalam menentukan jumlah anak dan besar keluarga.

 

Rencanakan Kehamilan Jarak antar kehamilan yang disarankan World Health Organization adalah 24 bulan atau 2 tahun. Merencanakan kehamilan akan memberikan manfaat kesehatan bagi anak dan Ibu. Berikut ini beberapa manfaatnya:

 

 

1. Anak yang lebih sehat

 

Alasan untuk memberi jarak usia anak 2-3 tahun adalah:

  • Menurunkan risiko kematian bayi, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur
  • Menurunkan kemungkinan gangguan tumbuh kembang 
  • Memberikan kesempatan anak dan Ibu mendapatkan manfaat optimal dari ASI dan menyusui selama 24 bulan

 

 

2. Ibu yang lebih sehat
  • Jarak lahir lebih dari 6 bulan atau kurang dari 5 tahun akan menurunkan risiko kematian Ibu, pre-eklampsia, ketuban pecah, pendarahan di trimester tiga, anemia, hipertensi, induksi dan risiko aborsi 
  • Menunda kehamilan sampai wanita berusia 18 tahun membantu menurunkan risiko pada kehamilan dan kejadian komplikasi o Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan kemungkinan aborsi sehingga menurunkan risiko kematian Ibu.

 

 

Selain akan mempengaruhi kesehatan, menentukan jumlah anak dan merencanakan kehamilan juga akan mempengaruhi perencanaan keuangan keluarga. Pasangan perlu membicarakan mengenai berbagai faktor yang bisa mempengaruhi keuangan keluarga seperti besar biaya untuk kebutuhan kehamilan, persalinan dan persiapan untuk menyambut bayi baru. 

 

Jarak kehamilan dan rentang usia anak terlalu dekat juga akan mempengaruhi perkembangan usia dan psikologis. Berdasarkan penelitian, anak yang berusia di bawah satu tahun mudah sekali cemburu sehingga bila ada anggota keluarga baru dikhawatirkan hubungan antar anak jadi tidak harmonis karena ada persaingan. Cari waktu yang tepat

 

Obrolan tentang perencanaan kehamilan dan menentukan jumlah anak bisa jadi merupakan topik yang sensitif bagi beberapa pasangan menikah. Maka, cari lah waktu yang tepat saat ingin melakukan pembahasan ini, sebaiknya dalam keadaan santai dan menyenangkan.

 

Bantu pasangan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum membuat keputusan. Keputusan dalam menentukan ukuran keluarga sebaiknya merupakan keputusan bersama yang memberi kenyamanan bagi kedua belah pihak. Bagaimana pun, membangun keluarga merupakan tugas bersama sebuah pasangan, bukan?