“Rasanya sudah tak tahan, saya lelah dengan semuanya”

“Ingin teriak, ingin marah!” 

“Rrrgghh, hidup ini terasa sangat berat. Saya sudah tidak kuat” 

“Saya butuh pertolongan! Tapi kemana?” 

Apakah ini pernah ada dalam benak Anda, para Ibu? Saat emosi, segala perasaan terasa campur aduk. Terkadang Anda tak bisa membedakan mana yang marah, mana yang sedih, semua tidak terkontrol. Ucapan negatif pun seringkali keluar dari bibir. Fisik pun menjadi terganggu. Jika Anda masih bisa mengontrol diri saat ini terjadi, tak jadi masalah. Namun bagaimana jika Anda berada dalam kondisi terendah, sehingga terbesit pikiran negatif yang seharusnya tidak muncul? 

Marah, sedih, emosi, adalah rasa yang tidak salah. Sebagai manusia, tentu perasaan ini akan muncul sama seperti perasaan bahagia, senang dan bersemangat. Banyak faktor yang bisa membuat Ibu menjadi emosi dan kehilangan kontrol. Kelelahan salah satunya. Ya, tak bisa dipungkiri menjadi seorang Ibu adalah pekerjaan 24 jam non-stop. Belum lagi ditambah dengan pekerjaan rumah, atau pekerjaan di luar rumah untuk para Ibu bekerja. Sampai dirumah, Ibupun masih harus tetap mengurusi ini itu yang rasanya tak ada habisnya. Anak rewel, suami yang perlu dipenuhi kebutuhannya. Wah, hampir tak ada celah untuk Ibu berdiam. 

Anda boleh marah, Ibu. Bolehpun lelah dan emosi. Tapi jika kondisi ini sudah terlampau parah sehingga Ibu mulai merasakan depresi dan kehilangan arah, Psikiater dr. Irmia Kusumadewi SpKJ(K) menganjurkan untuk lakukan hal berikut : 

Atur nafas 

Saat emosi memuncak, aliran darah bisa terhambat. Ketika ini terjadi, jangan ucapkan sepatah kata. Diam sejenak, lalu atur nafas perlahan. Tarik nafas dalam dan keluarkan lewat mulut. Lakukan ini beberapa kali sampai Anda terasa lebih lega. Abaikan sementara situasi sekitar, fokus pada diri Anda. 

Berteriak 

Ya, teriak. Tapi jangan teriak di dalam rumah atau di depan anak atau suami, ya. Coba menyingkir sejenak dari situasi. Pergi ke kamar atau masuk ke dalam mobil. Berteriaklah sampai Anda merasa nyaman. Saat sudah lebih tenang, baru selesaikan situasi yang sebelumnya Anda tinggalkan. 

Terapi dan psikoterapi

Masalah Anda terlalu berat dan tak bisa diselesaikan sendiri? Carilah tenaga profesional yang bisa membantu. Pergi ke Psikolog untuk melakukan konseling, atau jika fisik mulai terganggu Psikiater akan bisa membantu Anda. Tak usah ragu untuk mencari pertolongan. Dengan terapi yang baik, Anda pun bisa segera tertangani. 

Apapun cara Ibu menyelesaikan emosi, jangan lupa bahwa setiap manusia memiliki masalah dan setiap Ibu merasakan lelah. Jangan merasa sendiri, ya Ibu. Pekerjaan banyakmu adalah impian para pengangguran, anak rewelmu adalah impian wanita yang belum memilikinya, rumah mungilmu adalah impian mereka yang terusir, kesehatanmu adalah haparan mereka yang sakit. Lihat sekitar dan coba untuk mensyukuri hal kecil yang ada di sekeliling Anda, ya. 

 

 



Konsultasi dengan dokter