Menjadi seorang Ibu tentu tidak semudah yang terlihat. Tak pernah ada sekolah khusus menjadi Ibu, ataupun pendidikan mengurus anak. Semua dilakukan dengan otodidak sesuai dengan kemampuan dan kondisi invidual. Dengan karunia otak yang bisa berfikir secara bercabang dan kemampuan melakukan banyak hal di satu waktu, Ibu tetaplah seorang manusia biasa yang (mungkin) bisa kehilangan kendali di satu waktu. Karena lelah, tentunya. Atau, karena kondisi psikologis lainnya. 

Jadi Ibu harus sabar? Ya, pastinya. Tapi semua orang punya level kesabaran. Ketika amarah sudah tak terbendung, kelelahan sudah tak tertahan, dan emosi mulai meruak, Ibu perlu ketenangan untuk kembali melakukan pekerjaan utamanya. Terkadang, melakukan self healing atau menenangkan diri bisa dilakukan sendiri. Beberapa pilihan diantaranya, dengan meditasi, berdoa atau bahkan berada di satu komunitas untuk melepaskan rasa dan saling menguatkan. Namun, jika ini sudah tidak mempan, menurut Psikiater dr. Irmia Kusumadewi, SpKJ(K) pilihan lain adalah menemui tenaga ahli yang lebih mengerti. Ibu, ayo kenali tanda Anda perlu menemui tenaga kejiwaan. 

Perubahan emosi dan perasaan

Jika Anda merasa sedih yang berkepanjangan sehingga lebih sering berdiam diri, murung dan gelisah ini adalah pertanda pertama Anda butuh menemui tenaga kejiwaan. Dilain itu, Anda juga semakin tidak sabar dan lebih mudah marah untuk hal yang (mungkin) sepele.

Adanya keluhan fisik

Saat mulai merasa depresi, fisik pun akan otomatis terganggu. Mudah lelah, adanya gangguan tidur, perubahan nafsu makan, sering terasa sakit kepala, nyeri otot dan gangguan perut adalah beberapa tanda Anda membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Perubahan pikiran, persepsi dan kognisi  

Mudah lupa, bingung mau melakukan apa, sering termenung sehingga tercetus di benak bahwa Anda tidak mampu, merasa tidak berguna, tidak memiliki masa depan bahkan muncul ide bunuh diri menjadi tanda penting Anda patut menemui tenaga kejiwaan. 

Perubahan perilaku 

Jika Anda merasa bermasalah, tentu ada perubahan perilaku yang terlihat. Cenderung menghindar dari aktivitas sosial, kegiatan yang membutuhkan interaksi (mengurus anak, hubungan dengan suami, atau dengan anggota keluarga lainnya). Semakin Anda merasa ingin sendiri, semakin perlu Anda untuk dibantu. 

Menemui tenaga kejiwaan tak selalu berkonotasi buruk lho, Ibu. Justru dengan penanganan yang lebih maksimal, Anda bisa berproses menjadi lebih baik untuk diri sendiri terutama untuk keluarga dan buah hati. 

 

 

 

 

 

 



Konsultasi dengan dokter