Tak bisa dipungkiri, perkembangan era teknologi  sangat pesat dan tak bisa kita cegah. Internet yang tadinya hanya bisa kita akses melalui warung internet atau kedai-kedai ber-wifi, sekarang sudah bisa terakses dengan mudah dalam genggaman. Lewat smartphone, tablet juga laptop. Anak-anakpun demikian. Dengan akses yang mudah, internet kini menggantikan tugas buku dalam membuka jendela dunia. Semua bisa diakses lewat internet. Sekolahpun mulai memberlakukan sistem digital dan online, segala materi pembelajaran diakses lewat internet. 

Waktu penggunaan gadget untuk akses internet pun bertambah tiap harinya. Anak-anak kian terpapar layar untuk kegiatan belajar atau sekedar bermain. Belum lagi misalnya, Anda membiarkan mereka bermain gadget di waktu luang. Terbayang, kan berapa banyak waktu yang dihabiskan oleh mereka dan berapa banyak konten yang mungkin tidak sesuai umur yang mereka lihat?

Sebagai orangtua, Anda punya andil dalam memberikan batasan penggunaan gadget pada anak. Walau demikian, libatkan juga mereka untuk sama-sama menyepakati batasan penggunaannya demi kebaikan bersama. Apa saja, sih batasannya? 

Tentukan kapan anak boleh dan tidak boleh menggunakan gadget 

Saat makan bersama, kumpul keluarga, bepergian bersama saudara adalah waktu yang terlarang untuk anak menggunakan gadget. Berikan pengertian bahwa disaat itu mereka perlu berkomunikasi dan bersosialisasi secara langsung dengan Anda ataupun orang lain. Jika Ia bosan, saatnya Anda mengalihkan perhatian dengan bermain bersama. Ciptakan aktivitas interaktif yang membuat anak merasa nyaman dan lupa akan gagdetnya. 

Jangan jadi orangtua yang “gaptek” alias gagap teknologi 

Ya, Anda perlu jadi orangtua yang melek teknologi untuk mengerti apa yang anak kerjakan melalui gagdetnya. Cari tahu apa yang sedang in dan update. Pelajari untuk bisa memproteksi penggunaan gadget secara positif. Terutama penggunaan sosial media yang sedang marak digunakan. 

Jadi cermin bagi anak dalam penggunaan gadget  

Jangan berharap anak bisa mengontrol penggunaan gadget jika orangtuanya tidak memberikan contoh. Saat anak berada dalam “waktu terlarang” maka orangtua juga harus melakukan hal yang sama. Tinggalkan kesibukan dengan smartphone Anda saat berada bersama anak. Berikan waktu berkualitas untuk berinteraksi dengan mereka. Dengan begitu, merekapun akan terbiasa untuk tidak menatap “mainannya”. 

Beritahu pada anak akan bahaya candu 

Penggunaan gadget berlebihan tak hanya berpengaruh pada cara kerja otak lho, tapi juga kesehatan fisik. Mulai dari kesehatan mata hingga postur tubuh jika menggunakan gadget terlalu lama dengan posisi yang tidak benar. 

 

 

 

 

 

 

 



Konsultasi dengan dokter