Siapa diantara Anda yang menyadari bahwa era sekarang sudah menjadi jaman yang sangat berbeda dengan jaman Anda dulu. Dulu, semua orang bisa menepati janji bertemu bahkan tanpa menggunakan telepon. Anda hanya menyebut tempat dan waktu, lalu kalian akan bertemu sesuai kesepakatan. Sekarang? Menjelang bertemu, janji bisa gagal hanya dengan kiriman teks, “maaf ya.. kita resechedule.” Membuat janji seolah menjadi kurang berarti. 

Dulu saat makan bersama teman, Anda bisa puas mengobrol tanpa ada gangguan. Ada kalanya Anda dan teman terdiam tapi lalu melanjutkan perbincangan. Sekarang? Rasanya jarang melihat ada sepasang atau beberapa kawan duduk bersama tanpa memegang handphone atau gadget lain. 

Ternyata tak hanya terjadi pada Anda, anak-anakpun demikian. Tak ada hari tanpa menonton youtube, atau bermain game di gagdetnya. Untuk anak yang mulai beranjak dewasa, bisa seharian chatting dengan teman atau mulai posting di social media favoritnya. Tapi, merekapun belajar dan mencari informasi dari tabletnya. Edukasi sekolah bahkan menggunakan internet sebagai alat pembelajaran. 

Generasi milenial, begitu disebutnya. Sebuah generasi jaman teknologi yang semua bisa dengan mudah dilakukan via internet, via gadget. Lalu muncul pertanyaan, apakah ini negatif? Haruskah kita terjebak di masa lalu dan tidak menggunakan teknologi sama sekali? 

Menurut dr. Aisyah Dahlan, perkembangan jaman itu terjadi dan memiliki pro dan kontra di waktunya. Sebut saja pada jaman Plato. Dulunya, di jaman ini belum ada tulisan. Begitu huruf alfabet keluar, orang menjadi gemar menulis. Sempat terjadi kontroversi bahwa manusia tidak lagi akan menggunakan daya ingatnya melainkan hanya mengandalkan apa yang ditulis. Tapi lalu, apakah perkembangan tulisan itu menjadi negatif? Tidak tentunya. Bahkan Plato yang sangat menentang, justru banyak mengeluarkan karya tulis dikala itu. 

Tak berbeda dengan jaman sekarang, dimana buku yang tadinya menjadi jendela dunia berubah menjadi internet jendela dunia. Anda bisa menemukan apa saja lewat internet. Cara mengaksesnya? Yang tadinya harus pergi ke warung internet (warnet) kini dengan mudah lewat genggaman. Ya, beragam informasi yang tak terfilter dalam internet mungkin bisa menjadi buruk. Tapi bagaimana Anda bersikap bijak dalam menggunakan internet positif itulah kuncinya. 

Jadi, perlu disadari bahwa perkembangan jaman tidak selalu negatif. Terutama untuk Anda para orangtua, sudah waktunya menerima perubahan jaman sehingga bisa mengontrol agar teknologi yang sampai pada anak bisa difilter dan dipergunakan dengan positif pada porsinya. Optimalkan perkembangan teknologi untuk mencakup ilmu yang lebih luas terutama untuk anak, agar Ia bisa tumbuh berkembang cerdas dan kaya akan ilmu. Dengan batasan positif, tentunya. 

Yuk, mulai jadi orangtua yang melek teknologi! 

 



Konsultasi dengan dokter