Sebagai orang tua, memberikan pendidikan terbaik bagi anak sudah pasti jadi prioritas utama. Namun tentunya couples memiliki pemikiran masing-masing mengenai pendidikan anak. Untuk itu, couples perlu saling berkomunikasi dengan baik agar bisa mewujudkan pendidikan terbaik buat si Kecil bersama-sama.

Yuk, ikuti tips berikut untuk memulai pembicaraan tentang pendidikan anak bersama pasangan Anda.

 

Terbuka dan saling mendengarkan

Tak ada individu yang sama persis, bahkan anak kembar pun. Sehingga wajar saja kalau couples memiliki perbedaan pendapat dan perbedaan pemikiran mengenai hal apapun, termasuk pendidikan anak.

 

Mulai lah dengan mengkomunikasikan harapan masing-masing mengenai masa depan si Kecil. Bersikap lah terbuka dan saling mendengarkan ide serta pendapat masing-masing. Bagaimana pun, couples sama-sama ingin memberikan yang terbaik bagi si Kecil, kan?

 

Buat Komitmen Bersama

Pendidikan anak itu dimulai dari rumah dan merupakan tugas couples bersama. Bicarakan nilai-nilai yang ingin couples terapkan pada anak. Jika couples ingin memiliki anak yang tumbuh jadi individu yang memiliki sifat-sifat positif dalam segala hal, maka couples harus sama-sama memiliki komitmen untuk menjadi pendidik yang memberi tauladan sesuai tujuannya.

 

Misalnya, couples ingin si Kecil tumbuh jadi anak yang mandiri dan disiplin, baik ibu dan ayah harus mendorong anak bersikap mandiri seperti mengajarkan mandi sendiri. Bisa juga memberi dia tugas rumah sesuai usianya, seperti membereskan tempat tidurnya sendiri dan mainannya setelah selesai bermain.

 

Satukan kriteria saat memilih sekolah

Semakin banyaknya jenis sekolah membuat couples harus lebih kompak dalam menentukan kriteria memilih sekolah. Komunikasikan kriteria yang diinginkan. Apakah couples ingin memilih sekolah yang mementingkan akademik? Atau memilih sekolah berbasis agama? Atau sekolah yang sesuai dengan karakter si anak?

Sekolah yang lokasinya jauh atau dekat dari rumah, dan sebagainya.

 

Tentu saja, kondisi anak harus dipertimbangkan bahkan sebaiknya libatkan anak dalam memilih sekolah. Bagaimana pun, sekolah akan menjadi tempat si Kecil beraktivitas sehari-hari, sehingga pilihan sekolah harus jadi pilihan yang nyaman juga bagi anak.

 

Membuat rencana dana pendidikan

Couples tentu tahu, biaya pendidikan memiliki kenaikan yang tinggi per tahunnya. Belum lagi laju inflasi di Indonesia. Mengutip Ligwina Hananto MBA, seorang konsultan keuangan, inflasi untuk sekolah swasta di Indonesia sekitar 20% per tahun. Sementara rata-rata perguruan tinggi di Indonesia akan mengalami inflasi sebesar 15% per tahun.

 

Bayangkan saat si Kecil masuk mulai kuliah dalam 15-20 tahun lagi, biayanya pasti akan jauh lebih tinggi daripada sekarang! Artinya merencanakan dana pendidikan harus dipersiapkan dengan baik agar tujuan menyekolahkan anak setinggi-tingginya bisa tercapai.

 

Komunikasikan bersama mengenai dana pendidikan ini. Apa  jenis simpanan yang akan dilakukan dan bisa mencapai tujuan couples. Siapa yang bertanggung jawab sebagai sumber utama dana pendidikan. Kalau dana pendidikan merupakan tanggung jawab berdua, apakah perlu membuat rekening terpisah sehingga tidak tercampur dengan tabungan lainnya.

  

Apapun dan bagaimana pun rencana couples, lakukan pembicaraan tentang pendidikan anak sedini mungkin. Bahkan, idealnya lakukan pembicaraan ini sebelum si Kecil hadir di tengah couples sehingga couples bisa melakukan persiapan yang lebih maksimal.

 

So couples, ajak pasangan Anda membicarakan pendidikan anak mulai hari ini! Good luck ya!