Sebagai orang tua, memberikan pendidikan terbaik bagi anak sudah pasti jadi prioritas utama. Namun tentunya anda memiliki pemikiran masing-masing mengenai pendidikan anak. Untuk itu, Anda dan pasangan perlu saling berkomunikasi dengan baik agar bisa mewujudkan pendidikan terbaik buat si kecil bersama-sama. 

Yuk, ikuti tips berikut untuk memulai pembicaraan tentang pendidikan anak bersama pasangan Anda!

 

Terbuka dan Saling Mendengarkan

Tak ada individu yang sama persis, bahkan anak kembar pun. Sehingga, wajar saja kalau anda memiliki perbedaan pendapat dengan pasangan mengenai hal apapun, termasuk pendidikan anak. 

Mulailah dengan mengkomunikasikan harapan masing-masing mengenai masa depan si kecil: mulai umur berapa ia akan bersekolah, apakah di sekolah swasta atau negeri. Bersikaplah terbuka dan saling mendengarkan ide serta pendapat masing-masing. Bagaimanapun, Anda berdua sama-sama ingin memberikan yang terbaik bagi si kecil, kan?

 

Buat Komitmen Bersama

Pendidikan anak itu dimulai dari rumah dan merupakan tugas bersama kedua orang tua. Bicarakan nilai-nilai yang ingin diterapkan pada anak. Jika ingin memiliki anak yang tumbuh jadi individu yang memiliki sifat-sifat positif dalam segala hal, maka orang tua harus sama-sama memiliki komitmen untuk menjadi pendidik yang memberi tauladan sesuai tujuannya. 

Misalnya, Anda ingin si kecil tumbuh jadi anak yang mandiri dan disiplin, maka baik ibu maupun ayah harus mendorong anak bersikap mandiri seperti mengajarkan mandi sendiri. Bisa juga memberi ia tugas rumah sesuai usianya, seperti membereskan tempat tidurnya sendiri dan mainannya setelah selesai bermain.

 

Satukan Kriteria Saat Memilih Sekolah

Semakin banyaknya jenis sekolah membuat orang tua harus lebih kompak dalam menentukan kriteria memilih sekolah. Komunikasikan kriteria yang diinginkan, apakah sekolah yang mementingkan akademik atau sekolah berbasis agama? Atau sekolah yang sesuai dengan karakter si anak, yang lokasinya jauh atau dekat dari rumah? Jika ada perbedaan pendapat, pertimbangkan baik-baik kelebihan dan kekurangan setiap pilihan. 

Sesuaikan dengan dana yang tersedia dan tentukan prioritasnya. Jangan lupa, sebaiknya libatkan anak dalam pengambilan keputusan seputar pendidikannnya. Bagaimanapun, sekolah akan menjadi tempat si kecil beraktivitas sehari-hari, sehingga sekolah harus jadi pilihan yang nyaman juga bagi anak.

 

Membuat Rencana Dana Pendidikan

Anda tentu tahu, biaya pendidikan mengalami kenaikan yang tinggi per tahunnya. Konon, mahalnya  biaya pendidikan membuat para orang tua menjadi hanya ingin memiliki anak dua saja. Menurut Fitri Noeriman, seorang konsultan keuangan, biaya pendidikan di Indonesia rata-rata mengalami kenaikan 15% per tahun. 

Sebagai ilustrasi, tahun 1996 biaya kuliah di ITB Rp 500.000 per semester, sementara tahun 2018 biayanya sudah mencapai Rp 10 juta per semester! Artinya, merencanakan biaya pendidikan anak harus dipersiapkan dengan baik agar tujuan menyekolahkan anak setinggi-tingginya bisa tercapai. 

Karena itu, komunikasikan bersama mengenai dana pendidikan anak ini. Tentukan jenis simpanan: apakah tabungan pendidikan, cicilan emas, reksadana, dan berapa lama jangka waktunya hingga tujuan tercapai. Tentukan pula siapa yang bertanggung jawab sebagai sumber utama dana pendidikan. Kalau dana pendidikan merupakan tanggung jawab berdua, putuskan perlu tidaknya membuat rekening terpisah sehingga tidak tercampur dengan tabungan lainnya.

Apapun dan bagaimanapun rencana Anda dan pasangan, lakukan pembicaraan tentang pendidikan anak sedini mungkin. Bahkan, idealnya pembicaraan ini dilakukan sebelum si kecil hadir di tengah Anda berdua sehingga persiapan yang dilakukan bisa lebih maksimal.

So, ajak pasangan Anda membicarakan pendidikan anak mulai hari ini! Good luck ya!