Saat anak memasuki masa puber, ada satu konsekuensi yang harus orang tua hadapi, yaitu ketertarikan anak pada lawan jenis. Masa puber kini muncul lebih awal karena faktor makanan, lingkungan, hingga media. Begitu juga dengan gaya berpacaran anak zaman now yang lebih “berani”. Jika suatu hari Anda mengetahui bahwa ia memiliki pacar, apa yang sebaiknya dilakukan?

Jangan panik

Seberapapun paniknya Anda, usahakan jangan sampai marah. Amarah akan membuat anak tertutup tentang kisah asmaranya sekarang maupun di masa depan. Padahal, untuk mampu memastikan ia menjalani pacaran yang sehat, orang tua harus bisa menjadi tempat bercerita yang nyaman bagi anak.

Samakan persepsi 

Apa yang orang tua maksud dengan “pacaran” mungkin berbeda dengan definisi yang anak miliki. Menurut dr.Karen Gill, MD dalam situs kesehatan Healthline, anak kelas 6 SD mungkin mengartikan pacaran sebagai ke kantin bersama saat jam istirahat. Anak SMP bisa berpacaran dengan cara saling berkirim pesan, menelepon, dan hang out bersama teman-teman. Usia SMA, berpacaran bisa berarti berkomitmen secara serius karena melibatkan perasaan yang lebih kuat. Jadi, samakan persepsi dengan anak sebelum Anda menjadi paranoid dan protektif.

Pahami gaya pacaran zaman now

Dengan kemajuan teknologi, gaya pacaran pun berubah. Kalau dahulu orang tua pasti mengetahui pacar anak karena kiriman surat, telepon rumah, dan “apel” ke rumah, anak zaman now bisa lebih intens berpacaran melalui pesan singkat, berbagi foto, maupun video call via smartphone. Melarang bisa berujung pada pacaran backstreet, karena itu orang tua harus mampu beradaptasi dengan hal ini.

Komunikasikan secara terbuka

Pilih waktu yang tepat untuk bertanya kepada anak tentang hubungan yang dijalaninya: siapakah pacarnya, bagaimana orangnya, kapan mereka “jadian”. Jadilah pendengar yang baik, biarkan ia mengekspresikan perasaannya, alih-alih mencecarnya dengan larangan atau menertawakannya. Baginya, perasaan jatuh cinta yang ia alami adalah hal yang sangat penting dan kita harus menunjukkan respect. Anda pun bisa berbagi kisah cinta monyet Anda, untuk menunjukkan bahwa orang tuanya juga pernah mengalaminya dan itu adalah hal yang wajar. Jika anak menolak, mungkin ia belum siap untuk bercerita. Coba dengan cara lain di lain waktu.

Diskusikan batasannya

Jika Anda membolehkan anak untuk berpacaran, diskusikan batasan aktivitas saat berpacaran karena ia bisa saja mengadopsi gaya pacaran anak zaman now yang tidak sesuai nilai agama, keluarga, dan budaya. Daftar bersama (jika memungkinkan), apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Beri informasi mengenai bahayanya seks bebas dan hal apa yang bisa membuka pintu ke arah tersebut.

Jelaskan konsekuensinya

Ingatkan anak bahwa menjalin hubungan berarti harus siap untuk mengalami patah hati. Jangan sampai sekolah dan pergaulan anak terganggu karena pacaran.

Interaksi dengan pacar anak

Tidak ada salahnya untuk meminta anak mengenalkan kekasihnya pada Anda. Sekadar menyapa saat pacar anak berkunjung hingga mengundangnya makan malam bisa membuat orang tua mengetahui lebih dekat tentang karakter dan latar belakangnya, sekaligus menilai apakah ia cukup baik untuk ananda. Jika anak sudah cukup dewasa, tidak ada salahnya membicarakan dengan keduanya tentang batasan berpacaran sekaligus kepercayaan Anda akan tanggung jawab mereka.

Beritahu jika ada bahaya

Jangan lupa, ingatkan anak untuk memberi tahu Anda jika ada yang tidak wajar dalam hubungan tersebut. Yakinkan ia bahwa kedua orang tuanya akan selalu ada untuknya, termasuk jika pacarnya membuatnya merasa tidak nyaman ataupun terancam. Pahamkan bahwa dirinya berharga tanpa harus mendapat pengakuan lingkungan pergaulan, termasuk kekasihnya. Jika Anda melihat hubungan tersebut membahayakan, tidak ada salahnya mengambil tindakan. 

Dari sekian sikap di atas, ada baiknya sejak awal Anda dan pasangan merumuskan nilai-nilai dalam keluarga menyangkut pacaran: boleh atau tidak. Sampaikan menjelang anak memasuki usia puber.  Jika boleh, usia berapa dan apa rambu-rambunya. Jika tidak, apa alasannya dan bagaimana interaksi dengan lawan jenis yang diperbolehkan. Sehingga, ketika Anda sudah menangkap tanda-tanda anak mulai menyukai lawan jenis, Anda bisa mengingatkannya tentang  hal tersebut.

Cari tau juga bagaimana pandangan remaja akan hal ini, di sini https://doktergenz.hipwee.com/ 

 

 

 



Konsultasi dengan dokter