Saat pasangan melakukan perencanaan kehamilan, tentu ingin mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dan se-detil mungkin. Namun terkadang informasi yang didapat tidak akurat atau malah salah persepsi. Karenanya pemilihan sumber informasi penting sekali untuk dilakukan. Darimana saja, sih sumber informasi yang akurat? Bisa lewat tenaga medis atau portal online khusus informasi kontrasepsi.

Salah satu kontrasepsi yang sering salah persepsi adalah implan. Tak heran, dari sekian banyak pilihan kontrasepsi, implan memang yang tergolong paling unik cara pemakaiannya sehingga banyak menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran. Apa saja, sih mitos salah yang sering muncul berhubungan dengan implan? 

Mitos: Implan tidak cocok untuk perempuan dengan kelebihan berat badan. 

Fakta: Implan bisa digunakan oleh siapa saja, tak terkecuali perempuan dengan berat badan berlebih. 

 

Mitos: Banyak keluar darah saat proses pemasangan implan.

Fakta: Implan dipasang di bawah kulit yang sedikit terdapat pembuluh darah besar, sehingga tak banyak darah yang keluar. Sebelum pemasangan, Ibu juga akan dibius lokal (Anastesi) sehingga tidak akan terasa sakit saat implant dipasang. 

 

Mitos: Implan bisa menghilang dari lengan dengan sendirinya. 

Fakta: Perpindahan benda ke seluruh tubuh, hanya bisa dengan perantara aliran darah. Implan terpasang di bawah kulit, sehingga tidak memungkinkan untuk masuk ke dalam aliran darah dan berpindah tempat. 

 

Mitos: Implan menghentikan haid. Jadi kalau saya tidak haid, darah kotor pasti akan memicu penyakit. 

Fakta: Haid terjadi karena peluruhan dinding rahim akibat sel telur tidak dibuahi. Implan bekerja dengan menghambat pelepasan sel telur oleh indung telur, sehingga tidak ada sel telur yang menempel di dinding rahim. Apabila tidak ada sel telur, maka dinding rahim tidak akan meluruh dan tidak akan terjadi haid.

 

Mitos: Tidak bisa bekerja berat jika saya menggunakan implan, nanti implannya bisa keluar. 

Fakta: Implan yang dipasangkan dengan baik oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman tidak akan berpindah maupun keluar apabila melakukan pekerjaan yang berat sekalipun. Implan biasanya juga dipasangkan di lengan yang tidak aktif, sehingga apabila terjadi rasa nyeri sementara setelah pemasangan tidak akan mengganggu aktivitas.

 

Mitos: Harus bolak balik check-up jika menggunakan implan.  

Fakta: Tidak, pengguna implan tidak memerlukan check-up rutin ke tenaga kesehatan setelah implan dipasang kecuali mengalami keluhan, mempunyai pertanyaan, atau sudah waktunya implan  untuk dicabut. 

 

Mitos: Implan menyebabkan kanker.

Fakta: Menurut studi, penggunaan implan tidak menunjukkan peningkatan risiko kanker apapun.

 

Mitos: Penggunaan implan membahayakan janin.

Fakta: Menurut studi, wanita yang hamil ketika menggunakan implan atau sudah hamil saat menggunakan implan tidak akan membahayakan ataupun menyebabkan kecacatan pada janin.

 

Mitos: Penggunaan implan menyebabkan sulit hamil lagi.

Fakta: Wanita yang telah mencabut implan, dapat segera hamil karena karena pengembalian tingkat kesuburan yang cepat. Pola haid juga akan segera kembali, walaupun di beberapa kasus, ada yang harus menunggu beberapa bulan sampai pola haid kembali normal. 

 

Mitos: Ibu menyusui tidak bisa menggunakan implan. 

Fakta: Ibu yang baru melahirkan dan sedang menyusui bisa menggunakan implan setelah 6 minggu setelah melahirkan. Sebaiknya ibu menyusui tidak menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon kombinasi seperti pil KB ataupun suntik KB karena dapat mengganggu produksi ASI.

 

Nah sudah tak ragu lagi, kan? Jika Anda ingin menggunakan kontrasepsi jangka panjang yang tidak ribet dan aman, implan pilihannya! 

 



Konsultasi dengan dokter