Dengan bahan yang praktis dan desain yang menarik, plastik menjadi bahan yang sering dipakai berbagai kebutuhan. Hampir diseluruh lapisan, plastik digunakan sebagai alat kebutuhan yang selalu tersedia. Padahal, plastik adalah material yang tidak bisa terdegradasi (terurai). Sebanyak 33% dari plastik dunia berbentuk botol, kantong dan sedotan sekali pakai dan memiliki dampak buruk bagi lingkungan, tak terkecuali bagi tubuh. Parahnya lagi, sampah-sampah plastik tidak semuanya sampai ke tempat pembuangan untuk didaur ulang, namun justru terhampar berserakan dimana-mana. 

Menurut berita yang dilansir CNN Indonesia, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Tuti Hendrawati menyebut total sampah di Indonesia akan mencapai 68 juta ton di tahun 2019. Sampah plastik sendiri akan mencapai 9,52 juta ton atau sebanyak 14 persen dari total sampah yang ada.

Berdasarkan data Jambeck (2015) Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Kebayang, kan tersiksanya hewan laut dan pencemaran yang dihasilkan? 

Apa saja dampak plastik bagi lingkungan?

  • Plastik baru bisa diuraikan oleh tanah setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun.  Plastik akan menimbulkan zat kimia yang dapat mencemari air tanah dan tanah sehingga tingkat kesuburannya menurun.
  • Plastik telah membunuh hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut, dan juga ikan-ikan yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya dalam setiap tahunnya. Banyak hewan penyu di kepulauan Seribu yang mati hanya karena memakan plastik yang dikiranya sebuah ubur-ubur, salah satu makanan kesukaan penyu.
  • Pembuangan sampah plastik secara sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan alirannya sehingga menyebabkan banjir.
  • Sampah plastik yang dibakar akan membuat polusi udara karena ketika plastik dibakar bahan kimia yang menjadi racun akan menyebar ke udara dan atmosfer menjadi terkontaminasi,

Tak hanya itu, bahaya plastik juga membahayakan tubuh, diantaranya: 

  • Sampah plastik yang dibakar akan mencemari lingkungan karena dalam asap tersebut terkandung zat dioksin dan zat karsinogenik yang apabila dihirup oleh manusia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan sistem pernapasan, kanker, dan gangguan sistem syaraf.
  • Kemasan plastik yang dipakai untuk membungkus makanan atau minuman panas juga dapat menimbulkan pembengkakan hati.
  • Bahan kimia tambahan yang ada dalam plastik juga dapat menyebabkan gangguan reproduksi.

Karenanya, jangan buang sampah plastik sembarangan, apalagi membuangnya ke sungai atau ke laut. Bawa sendiri tas saat ingin berbelanja, atau gunakan plastik bio-degradable (yang bisa terurai), juga gunakan barang berbahan plastik yang aman (BPA Free). Saatnya sadar bahaya plastik dan mulai melakukan pencegahan pencemaran dimulai dari diri sendiri!

 



Konsultasi dengan dokter