Libur telah tiba, horee..! Bagi anak usia sekolah, ini saatnya melepaskan diri sejenak dari berbagai macam rutinitas dan pelajaran. Bangun siang, bermain sampai puas, melakukan hobi, atau bepergian bersama keluarga. Anda sebagai orang tua mungkin sudah merencanakan beberapa kegiatan untuk mengisi liburan mereka. 

Namun, bagaimana jika ternyata ada saudara atau teman yang menawarkan anak Anda untuk berlibur bersama mereka? Di satu sisi, Anda bisa memiliki sedikit waktu untuk diri sendiri. Di sisi lain, anak Anda belum pernah pergi berlibur tanpa orang tuanya. Akankah Anda mengizinkannya pergi? Pada usia berapa sebaiknya anak diperbolehkan berlibur tanpa dampingan orang tua? 

Usia 6-7 tahun memang paling aman untuk berlibur menginap tanpa orang tua. Selain karena faktor kemandirian, pada usia ini beberapa anak sudah masuk sekolah dasar sehingga sudah dapat memahami peraturan, mengerti identitasnya dengan baik seperti nama, orang tua, tempat tinggal, serta dapat beradaptasi dengan lingkungan luar rumah. 

Namun, ada juga anak yang berusia 5 tahun dan sudah berani menginap di rumah saudaranya tanpa harus ditemani Mama Papa. Menurut psikolog anak dari Tiga Generasi, Fathya Artha Utami, dalam situs Haibunda, jika anak sudah berani tidur sendiri, ke buang air kecil tanpa harus ditemani, berarti anak sudah siap untuk berlibur sendiri. Jangan lupa, diskusikan dengan anak tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menginap. 

Nah, bagaimana jika yang meminta berlibur sendiri adalah anak remaja Anda, hanya dengan teman-temannya? Amankah melepasnya pergi? 

Roslina Verauli, M.Psi dalam situs Okezone menjelaskan bahwa orang tua sebaiknya tidak perlu khawatir akan hal itu karena ini saatnya remaja mengembangkan diri secara sosial. Remaja mulai mengurangi frekuensi bersama orang tua dan membuktikan bahwa ia mampu me-manage dirinya sendiri. 

Sama seperti melepas anak kecil menginap sendiri, tidak ada patokan usia untuk remaja. Orang tuanya lah yang tahu kapan anak dapat dilepas sendiri. Setidaknya, ada 3 prinsip yang harus diingat:

Ketahui profil anak

Pastikan anda tahu hobinya apa, siapa teman-teman dekatnya, apa yang mereka biasa lakukan bersama, tingkat kemandirian anak Anda. Dengan ini, Anda akan lebih mudah memutuskan untuk memberinya izin atau tidak, sejauh apa tujuan berlibur, dan berapa lama. 

Komunikasi 

Orang tua harus tetap menjaga komunikasi dengan anak selama berlibur, meskipun itu hanya berupa kabar dimana anak berada saat itu. 

Rencana perjalanan

Mengetahui rencana perjalanan anak akan membuat Anda lebih tenang dan mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Simpan emergency contact dalam ponsel atau tas dan minta anak untuk menjelajahi lokasi yang aman saja. 

Anggaran Kebutuhan 

Hal ini juga merupakan hal yang penting. Ajari anak untuk memperhitungkan kebutuhannya sehingga tidak kehabisan uang di tengah jalan dan meminta transfer uang dari Anda. 

Yang paling penting, diskusikan semuanya dengan terbuka bersama anak. Berikan Ia gambaran tentang positif negatifnya berlibur tanpa orang dewasa dan minta anak untuk dapat memegang kepercayaan Anda dengan baik. Hindari terlalu sering menghubunginya, biarkan remaja Anda menikmati kebebasan dan kemandiriannya sebagai proses pendewasaan.

Happy holiday! 

 

 

 



Konsultasi dengan dokter