Kehamilan merupakan hal yang paling ditunggu oleh semua pasangan. Sebuah kabar bahagia yang juga menarik perhatian keluarga dan kerabat. Banyak hal yang dapat terjadi pada masa kehamilan, diantaranya seorang wanita akan mengalami perubahan psikologis, hormonal, dan fisiologis. Ada yang disebabkan oleh hormon, namun tak menutup kemungkinan ada juga keluhan dari sebuah komplikasi lain. Komplikasi yang dapat terjadi dan menimpa siapa saja. 

Sebelum mempersiapkan kehamilan maupun bagi yang dalam proses kehamilan, baiknya para wanita mengenal tanda dan gejala yang dapat menunjukkan komplikasi dalam kehamilan. Macam-macam risiko dan komplikasi dalam kehamilan yang dapat terjadi, antara lain masalah pada hormonal, rahim ibu, plasenta (ari-ari), perkembangan bayi, dan leher rahim. Jika dibiarkan, komplikasi ini bisa berakibar fatal baik Ibu dan calon bayi. Kenali yuk lima komplikasi yang umum terjadi dan harus diantisipasi. 

Tekanan darah tinggi pada kehamilan (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi dapat terjadi pada siapa saja, namun pada Ibu hamil kondisi tekanan darah tinggi lebih rentan untuk terjadi.  Umumnya, tekanan darah tinggi terjadi pada ibu dengan kehamilan kembar, maupun ibu yang menderita masalah kesehatan bawaan sebelum hamil seperti Diabetes, Hipertensi Kronis, dan Hepatitis. Apabila tekanan darah seorang ibu mencapai >140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu dan belum pernah memiliki tekanan darah tinggi sebelumnya, dapat dikatakan ibu tersebut menderita Preeklampsia. Apabila tekanan darah terlampau tinggi, Ibu dapat mengalami kejang pada masa kehamilan atau biasa disebut Eklampsia. Gejala lainnya yang dapat terjadi adalah kenaikan kadar protein yang terbuang dalam urin Ibu dan pembengkakan pada satu maupun kedua tungkai bawah. Komplikasi lain yang lebih berbahaya adalah menumpuknya cairan pada paru-paru yang dapat menyebabkan ibu menjadi sesak dan sulit untuk bernafas. Kondisi ini dapat berbahaya untuk Ibu dan janin sehingga disarankan untuk melahirkan melalui operasi caesar dan memantau tekanan darahnya pada tenaga kesehatan yang mumpuni agar mengindari komplikasi lebih lanjut yang lebih berbahaya. 

Pendarahan

Pendarahan dalam kehamilan dapat terjadi tanpa mengenal waktu. Belum banyak yang menyadari bahwa perdarahan bukan hanya terjadi pada saat proses persalinan, namun juga bisa terjadi saat proses kehamilan. Pendarahan dalam kehamilan tergolong abnormal jika penyebabnya berhubungan dengan ari-ari (plasenta), rahim, dan laserasi pada daerah vagina. Jika terjadi pendarahan pada trimester pertama, beberapa hal bisa terjadi seperti keguguran janin, perkembangan janin yang abnormal, letak plasenta yang tidak pada tempatnya, infeksi, kehamilan diluar rahim, kehamilan ektopik (kehamilan pada saluran indung telur), maupun penyakit trophoblastic yaitu adanya tumor yang tumbuh pada rahim. Sedangkan perdarahan pada trimester 2 dan 3 umumnya menjadi tanda dari solution placenta atau terlepasnya plasenta dari dinding rahim. Bisa disebabkan oleh benturan, tekanan darah tinggi, infeksi pada rahim, atau Ibu yang mengandung diatas usia 4o tahun dan memiliki kehamilan kembar. 

Premature Rupture of Membranes (PROM)

Merupakan kondisi ketuban pecah sebelum proses persalinan dimulai atau bahkan sebelum Ibu merasakan adanya kontraksi yang menunjang persalinan. Umumnya, kondisi ketuban pecah dini dapat terjadi sebelum kehamilan berusia 37 minggu. Ibu yang merupakan perokok aktif maupun pasif, Ibu dengan riwayat infeksi menular seksual, Ibu yang sebelumnya pernah melahirkan bayi prematur, maupun kehamilan bayi kembar bisa mengalami kondisi ini. 

Anemia

Anemia merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan kadar hemoglobin, yaitu protein yang terdapat di dalam sel darah merah dan memiliki fungsi mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan pada tubuh. Ketika seseorang hamil, ari-ari/plasenta akan terhubung dengan janin untuk menyalurkan nutrisi kepada janin. Tentunya, proses ini akan meningkatkan pasokan darah dan kebutuhan oksigen. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan zat besi pada saat hamil menjadi meningkat. Apabila ibu hamil mengalami kekurangan zat besi, maka Ibu akan mengalami anemia. Jangan sepelekan, karena anemia dapat menyebabkan kelahiran bayi prematur, kelahiran bayi dengan berat badan rendah, serta dapat menyebabkan janin tidak dapat bertumbuh secara optimal.

Morning Sickness / Hiperemesis Gravidarum 

Kondisi dimana Ibu hamil akan merasakan mual dan muntah yang terus menerus. Umumnya mual dan muntah terjadi pada pagi hari, namun pada kondisi Hiperemesis, morning sickness bisa berlangsung sepanjang hari bahkan hingga membuat Ibu sulit tidur di kala malam. Umumnya kondisi ini dapat membaik dan berkurang saat usia kehamilan mencapai usia 20 minggu, namun tak menutup kemungkinan bisa berlangsung sepanjang kehamilan. 

 

Masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya? Tanyakan saja masalah kesehatan Anda ke dokternya langsung lewat aplikasi Halodoc! Di situ Anda dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter melalui fitur "Contact Doctor" yang tersedia via Chat dan Voice/Video Call.

Yuk download Halodoc di Google Play dan App Store dan temukan solusi medis terpercaya seputar kesehatan Anda!



Konsultasi dengan dokter