“Seperti kebanyakan orang, saya mengetahui informasi kontrasepsi melalui bidan pasca salin,” ujar Linda (24) mengawali ceritanya tentang kontrasepsi pilihannya. Saat itu, bidan menawarkan pilihan kontrasepsi suntik progestin, PIL dan implan dengan beragam pro dan kontra yang akan dihadapi. 

Ia akhirnya menjatuhkan pilihan pada kontrasepsi suntik. Mengapa? Karena menurutnya, saat itu, suntik progestin adalah satu-satunya kontrasepsi yang nyaman. Pilihan ini Ia putuskan sendiri, karena suami sebenarnya tidak mengijinkan Ia menggunakan kontrasepsi. “Saya mencari informasi kontrasepsi bersama suami, tapi dia tidak sepenuhnya setuju saat saya memutuskan untuk menggunakannya,” ujarnya. “Saya enggan meminum pil, karena takut tidak konsisten dan ada kemungkinan besar untuk hamil. Sementara ketika itu, pilihan implan dirasa terlalu menakutkan. “Sakit kayaknya,” tambahnya. 

Kontrasepsi suntik yang digunakan Linda adalah progestin, yaitu metode kontrasepsi hormon progestin yang disuntikkan setiap tiga bulan. “Tiap tiga bulan saya rutin suntik selama satu tahun penuh. Namun, saat itu saya memutuskan untuk bekerja di Jakarta hingga akhirnya mengganti kontrasepsi dengan implan.” Kenapa akhirnya Linda mempercayakan implan, karena tak ada pilihan lain. Ia merasa terlalu takut menggunakan IUD dan bidan menjanjikan pemasangan implan lebih praktis dan tidak menyakitkan. “Sebenarnya, tak ada kekurangan saat menggunakan kontrasepsi suntik hanya memang saya ingin bekerja dan butuh jangka waktu perencanaan yang lebih lama.” 

“Saat pemasangan memang tidak dirasa sakit, tapi setelahnya selama seminggu saya merasa nyeri dan tidak kuat mengangkat berat. Dilain itu, tidak ada masalah,” ujarnya. Persamaan penggunaan suntik dan implan menurut Linda, adalah sama-sama tidak keluar haid. Tak ada jeda waktu saat pindah dari suntuk progestin ke implan. “Menurut saya, suntik dan implan dirasa sama baiknya. Bedanya kini tak perlu memikirkan jadwal suntik. Itu saja,” jelas Linda yang saat ini masih menggunakan implan di tahun keduanya. 

Anda yang merasa cukup konsisten dengan rutinitas suntik yang dilakukan teratur selama tiga bulan dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang pilihan suntik progestin, dapatkan informasinya dengan klik disini http://skata.info/kontrasepsiku/informasi/suntik-progestin 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Konsultasi dengan dokter