Lebih dari tiga dekade, salah persepsi tentang HIV dan AIDS malah justru menyeburkan mereka yang tak paham ke dalam penyakit ini. Walaupun masih banyak pertanyaan mengenai ini, namun peneliti meyakinkan bahwa penderita HIV positif tidak berbahaya! Anda hanya perlu tau, mana fakta dibalik semua kesalahpahaman. 

HIV sama dengan AIDS

Oh tidak, ini dua hal yang berbeda. HIV adalah nama virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sementara AIDS adalah tahap akhir dan kelanjutan dari infeksi HIV jangka panjang pasca rusaknya sistem imun. Tidak semua orang dengan HIV positif otomatis terjangkit AIDS. Pengobatan HIV yang tepat dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan virus HIV yang akan turut mencegah risiko penyakit AIDS. 

Saya bisa tertular jika dekat dengan pengidap HIV positif

HIV tidak bisa tertular melalui sentuhan, air mata, air ludah atau air kencing. Jadi Anda tidak mungkin tertular lewat:

  • Hirupan udara yang sama
  • Sentuhan bekas dudukan toilet atau gagang pintu
  • Kran air minum
  • Pelukan, ciuman atau jabat tangan
  • Berbagi alat makan
  • Peralatan olahraga di pusat kebugaran 

Ya, tapi Anda bisa tertular lewat darah yang terinfeksi, air mani, cairan vaginal atau air asi. 

Gigitan nyamuk bisa menularkan HIV 

Karena virus ini bisa menular lewat darah, banyak orang berasumsi mereka bisa tertular lewat gigitan nyamuk atau serangga lain. Penelitian membuktikan bahwa itu tidak benar – bahkan di area dengan populasi nyamuk dan kasus HIV yang  tinggi.

HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan 

Memang, hingga saat ini belum ada obat penawar HIV/AIDS. Anti Retroviral (ARV) yang tersedia hanya bisa membantu menekan perkembangan penyakit, mencegah risiko penularan  juga mengurangi risiko kematian akibat komplikasi HIV/ADIS secara drastis. Obat ARV harus diminum rutin seumur hidup untuk membantu Anda hidup sehat dan normal. 

Saya normal (bukan gay), saya pasti terbebas dari virus. 

Ya, kebanyakan pria mendapatkan virus HIV/AIDS lewat hubungan seksual dengan pria lain. Tapi tidak menutup kemungkinan seks bebas antar pria dan wanita juga bisa menularkan virus ini. Satu dari enam pria dan tiga dari empat wanita mengalaminya. 

Selama obat diminum rutin, tidak akan menularkan penyakit

ARV dapat mengendalikan gejala penyakit, tapi Anda tetap berisiko menularkan virus HIV pada orang lain jika tidak berhati-hati. Obat hanya menekan kadar jumlah viral load HIV dalam darah sehingga terlihat normal saat uji tes darah. Bagaimanapun, darah atau cairan tubuh yang sedikit mengandung virus HIV tetap berisiko menularkan penyakit. 

Ibu hamil akan selalu memiliki risiko menular pada janin 

Ibu hamil dengan HIV positif yang tidak menjalani perawatan memiliki satu dari empat kemungkinan menularkan virus pada janin dalam kandungan. Namun, persentase ini akan menurun satu hingga dua persen jika ibu dan janin menerima pengobatan yang tepat sebelum, selama dan sesudah kelahiran. 

HIV/ AIDS akan membunuh saya secara pasti 

Ketika awal ditemukan, pada masa epidemi penyakit ini memang mematikan karena jumlah kematian sangat tinggi. Terima kasih pada perkembangan sains modern yang menemukan obat retroviral, memungkinkan para ODHA untuk hidup lebih panjang serta beraktivitas normal sehingga tetap produktif.