Siapa yang tak menginginkan anak yang sukses dalam hidupnya? Tentu ini harapan semua orangtua pada umumnya. Keunggulan anak sudah terlihat sejak ia masih kanak-kanak, dengan karakter yang berbeda antar satu anak dengan yang lain. Bahkan, adik dan kakak bisa memiliki potensi yang jauh berbeda. Disinilah kemudian orangtua berperan untuk bisa menggali potensi masing-masing anak tanpa memaksakan.

 

Untuk mencapai hasil yang maksimal, tentu dibutuhkan kerjasama yang baik antar orangtua dan anak. Bagaimana orangtua bisa secara konsisten membantu anak dalam mencari jati diri terbaiknya untuk mengeluarkan bakat yang ia miliki. Terdengar sulit? Bisa jadi, karena dalam perjalanannya bukan tidak mungkin menemukan hambatan. Tapi dengan tekad yang kuat, segala yang sulit bisa menjadi sangat mudah. Gimana caranya? Yuk, simak.

 

Pertama, terima anak dengan segala keunikannya.

 

Orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Namun hal ini kadang menjadi salah kaprah alias orangtua menggunakan “kacamata” diri dalam menentukan yang terbaik untuk anak. Untuk mengembangkan potensi anak secara utuh, ia harus berada di tempat yang mengapresiasi minat dan bakat. Berusahalah untuk menilai objektif akan keinginan dan kebutuhannya dan bantu memfasilitasi tanpa menghakimi.

 

Luangkan waktu untuk benar melihat apa kegemarannya.

 

Sementara singkirkan gadget Anda dan fokus menemani anak saat mereka bermain atau melakukan hobinya. Ini cara yang efektif untuk meningkatkan potensi mereka. Beri atensi dan apresiasi sepenuh hati saat mereka memamerkan karyanya. Disini Anda bisa mendeteksi potensi tanpa mereka merasa terawasi. Tanamkan pesan positif pada anak, bahwa ia dan minatnya akan selalu mendapat tempat di hati Anda.

 

Jangan menyerah, nak!

 

Anak cenderung menyerah dalam melakukan sesuatu yang ia tidak suka. Dalam satu mata pelajaran tertentu, misalnya. Disaat ini peran Anda untuk tetap memotivasi mereka sangat penting. Orangtua harus mengajarkan pentingnya nilai ketekunan dalam mencapai keberhasilan, karena sebesar apapun potensi yang dimiliki, jika mereka mudah menyerah maka semua akan sia-sia.

 

Terakhir, tegakkan kedisplinan.

 

Ya, disiplin. Ini adalah kunci utama dalam mengembangkan potensi. Lakukan rutinitas secara konsisten. Ajarkan anak untuk menghargai waktu sehingga ia akan terbiasa tepat waktu dalam segala hal. Mungkin orangtua tidak akan melihat dampaknya dalam waktu dekat, namun seiring mereka tumbuh dewasa kedisiplinan akan lekat dalam jiwa dan keseharian hingga memudahkan mereka untuk mengembangkan potensi di kemudian hari.