Pemilihan kontrasepsi pascasalin merupakan salah satu isu yang cukup membingungkan bagi para wanita yang baru saja melahirkan. Metode Amenorea Laktasi atau yang disingkat menjadi MAL, merupakan salah satu metode pilihan kontrasepsi yang tergolong alamiah yang dapat digunakan secara aman. 

Selain sifatnya yang alamiah, MAL juga bersifat sementara dengan kemungkinan hamil sebesar 1% jika mengikuti langkah-langkah yang tepat dan benar.

Kurangnya pengetahuan bagaimana cara menerapkan metode MAL sebagai pilihan kontrasepsi utama pascasalin merupakan alasan mengapa para wanita mulai tidak mengandalkan metode alamiah dan sederhana ini. Artikel ini akan menjelaskan poin-poin penting yang perlu dipahami dalam menggunakan metode MAL.

 

Apa yang dimaksud dengan MAL?

MAL atau Metode Amenorea Laktasi merupakan salah satu metode kontrasepsi pascasalin yang bersifat sementara dengan mengandalkan kemampuan ibu untuk menyusui anaknya.

Secara fisiologis, ketika seorang ibu menyusui anaknya secara adekuat, proses hormonal di dalam tubuh wanita akan menghambat pelepasan sel telur dan proses menstruasi sehingga menyebabkan wanita tersebut tidak dapat hamil untuk sementara. 

Penerapan MAL pada kehidupan sehari-hari mendorong ibu untuk tetap menyusui anaknya secara alamiah.

 

Siapa saja yang dapat menggunakan MAL?

Semua ibu yang mampu menyusui dapat menggunakan metode ini, namun ada beberapa kondisi khusus dimana seorang ibu disarankan untuk memilih metode kontrasepsi lain. Kondisi tersebut adalah adanya infeki HIV, penggunaan obat-obatan selama menyusui dan gangguan atau kelainan pada bayi yang membuatnya kesulitan untuk menyusui.

 

Kapan metode MAL dapat dimulai?

MAL dapat diterapkan tepat setelah bayi lahir dan ibu belum mendapatkan haid atau mestruasi bulanannya. Ibu disarankan untuk mulai menyusui segera setelah bayi lahir (umumnya dalam 1 jam pascasalin). 

Peristiwa ini yang dikenal sebagai Inisiasi Menyusui Dini atau IMD, dimana keadaan ini akan memberikan keuntungan pada pihak ibu maupun bayi dari segi kesehatan masing-masing. Tidak perlu khawatir jika ibu merasa air susu yang keluar hanya sedikit atau hanya keluar cairan berwarna kuning. 

Jumlah yang sedikit itu merupakan jumlah yang mencukupi untuk ukuran lambung bayi saat itu, dan cairan ASI pada hari pertama menyusui akan berwarna demikian dan justru mengandung kandungan baik untuk kesehatan bayi tersebut.

 

Apa syarat-syarat yang harus dipenuhi agar MAL dapat digunakan secara efektif?

Efektifitas MAL dalam mencegah kehamilan bergantung sekali pada kemampuan ibu untuk menyusui anaknya. Ada 3 hal yang perlu diketahui sebelum memulai metode MAL ini.

1. Apakah seorang ibu sudah mendapatkan haid atau menstruasi bulanannya?

2. Apakah bayi yang disusui berusia lebih dari 6 bulan?

3. Apakah seorang ibu memberikan makanan/minuman lain selain ASI atau memberikan jarak yang cukup lama dalam menyusui?

Jika jawaban daripada ketiga pertanyaan di atas semuanya adalah TIDAK, maka metode MAL dapat digunakan dengan kemungkinan hamil 1-2%. Para ibu dapat menggunakan metode kontrasepsi yang lain secara parallel, namun metode yang digunakan disarankan tidak mengandung hormon estrogen.

Jika salah satu dari pertanyaan di atas adalah YA, angka kemungkinan ibu menjadi hamil akan semakin meningkat dan akan disarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi yang lain yang aman untuk ibu menyusui.

 

Bagaimana cara menggunakan metode MAL?

1. Menyusui secara adekuat. 

Secara ideal, menyusui dilakukan on demand, kapanpun bayi merasa kelaparan. Untuk memastikan keberhasilan dari metode MAL ini, seorang ibu disarankan untuk menyusui anaknya setidaknya 10-12 kali sehari dalam usia 1 minggu pertama, dan 8-10 kali sehari setelahnya. Interval antara pemberian ASI disarankan konsisten (sekitar 4-6 jam) dan setidaknya menyusui sekali di malam hari

 

2. Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada usia 6 bulan

MPASI diberikan pada usia 6 bulan ketika nutrisi ASI tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Hal ini juga mendorong ibu untuk tetap memberikan ASI secara rutin kepada bayi.

 

3. Rencanakan untuk kontrol rutin

Kontrol rutin untuk ibu dan juga bayi pascasalin untuk memastikan dan menilai keberhasilan kelangsungan metode MAL tersebut. Setiap kali kontrol, maka syarat-syarat di atas akan dievaluasi ulang. 

Pilihan metode kontrasepsi lainnya juga dapat diberikan ketika metode MAL tampak tidak begitu efektif untuk dijalankan.