Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah dapat diperkenalkan pada MPASI atau Makanan Pendamping ASI. Fungsinya antara lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang sudah tidak dapat lagi dipenuhi oleh ASI saja. 

Selain itu, kemampuan oromotor (gerak mulut) bayi sudah berkembang sehingga ia mampu mengunyah makanan.

Sayangnya, proses pengenalan makanan padat ini tidak selalu berlangsung mulus. Adaptasi bayi terhadap “benda asing” bernama makanan seringkali menguji kesabaran orang tua karena makanan yang telah dipersiapkan ternyata tidak disukai bayi. 

Fase ini biasanya akan berakhir seiring dengan kemampuannya menerima berbagai jenis makanan. 

Memasuki usia setahun, anak mulai dapat makan makanan rumahan. Lidahnya pun mulai bisa merasakan berbagai macam rasa makanan. Akibatnya, ia bisa memilih makanan. 

Jika ia hanya mau makan makanan tertentu, kita harus tetap berusaha memperkenalkannya pada makanan sehat yang lain. Namun, ada anak yang benar-benar sulit makan sehingga asupan nutrisinya tidak mampu memenuhi kebutuhannya. 

Apabila hal ini terjadi terus menerus, dikuatirkan anak akan menjadi stunting. 

Bagaimana solusinya agar hal tersebut tidak terjadi? simak tips berikut untuk membantu anak tidak susah makan.

 

Cari Tahu Penyebab Anak Sulit Makan

Pertama, cari tahu penyebab anak sulit makan. Biasanya, ada beberapa penyebab anak sulit makan yaitu: 

1. Tidak suka dengan menu/rasa makanan

2. Sedang dalam kondisi tidak sehat, seperti tumbuh gigi, batuk pilek, sariawan

3. Tidak benar-benar lapar

4. Gangguan oromotor

5. Trauma pada proses makan

Jika penyebabnya adalah menu makanan, anda bisa mencoba berbagai variasi menu makanan. Kalau perlu, catat makanan apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh anak. 

Perkenalkan menu baru sedikit demi sedikit. Jangan mudah menyerah jika anak menolak. Perkenalkan lagi di lain waktu, kombinasikan dengan menu favoritnya. Hal ini agar anak tidak cepat bosan, selain juga untuk memenuhi asupan nutrisi dari beragam bahan makanan.

 

Memberikan Rasa pada Makanan Pendamping ASI

Rasa MPASI juga perlu dicermati. Jika terlalu hambar dan anak tidak suka, anda bisa menambahkan kaldu non MSG maupun nutritional yeast. 

Perlu diketahui, bahwa apa yang dikonsumsi oleh ibu selama fase kehamilan dapat dirasakan oleh janin melalui air ketuban. Sehingga, anak yang sulit makan dengan rasa alami bisa jadi terbiasa oleh rasa gurih yang dikonsumsi ibu saat mengandung. Penambahan rasa MPASI bisa menjadi solusi. 

 

Mengajarkan Anak Makan Sendiri

Bila anak sulit makan karena mengemut, cari tahu kesukaan anak, variasi dalam konsistensi (tingkat kepadatan) makanan, dan konsisten mengingatkan anak untuk mengunyah. Bila anak selalu menutup mulutnya, coba biarkan anak belajar mengambil makanan sendiri meskipun berarti anda harus membersihkan makanan yang berceceran. 

Ada sebagian balita yang lebih menikmati eksplorasi makanan sendiri, ada juga yang senang disuapi.

 

Mengatur Pemberian MPASI

Atur juga waktu pemberian MPASI. Jangan sampai kita memberikan makanan saat anak masih kenyang ASI, sehabis makan kudapan, atau bahkan dalam kondisi mengantuk. Lebih baik jika kita memiliki jadwal makan yang teratur sehingga anak pun dapat memprediksi rutinitas hariannya. 

Untuk anak berusia di atas satu tahun, batasi konsumsi camilan dengan rasa gurih dan manis karena biasanya membuat anak cepat kenyang dan nafsu makan makanan sehatnya berkurang. 

 

Penggunaan Suplemen Makanan / Vitamin

Jika anak tetap sedikit makannya meskipun segala cara sudah dicoba, apakah penggunaan vitamin penambah nafsu makan diperbolehkan?

Boleh saja. Suplementasi yang dijual bebas biasanya berupa vitamin atau mineral dalam dosis AKG (angka kebutuhan gizi) sehingga aman dikonsumsi. Hati-hati untuk suplementasi diatas AKG, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 

Pemberian suplementasi diutamakan pada anak yang tidak dapat memenuhi asupan sehari-hari dari bahan makanan alami.

 

Berkreasi Dengan Menciptakan Suasana Makan yang Fun

Makan merupakan proses belajar, bukan sekedar memasukkan kalori ke dalam mulut. Usia balita merupakan usia yang rentan untuk mengalami kesulitan makan karena anak dalam masa aktif, cepat teralihkan dalam melakukan kegiatan. Orang tua harus tetap konsisten menerapkan aturan makan yang baik dan juga makanan yang diberikan. 

Ciptakan suasana menyenangkan saat makan, meskipun suasana hati kita sudah tidak mendukung karena anak terus menolak. Di luar waktu makan, bacakan buku yang berhubungan dengan makan atau makanan, putarkan video yang menggambarkan manfaat makan sehat, ataupun ajak anak terlibat di dapur sesuai usianya. 

Kalau ia tidak suka makan sambil duduk, menurunkan standar kita sedikit tidak apa-apa, kok. Makan sembari mendorongnya di atas sepeda, menggendongnya saat ia disuapi bisa saja dilakukan. Yang penting, ada makanan bergizi yang masuk ke dalam tubuhnya.

 

Ingat, dua tahun adalah waktu yang sebentar. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan buah hati asupan makanan terbaik. Jangan sampai masalah sulit makan ini membuat anak kita stunting. Tetap optimis dan berikan usaha terbaik untuk mencapai pertumbuhan optimalnya, ya!

 

Editor: Menur Adhiyasasti