Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memiliki pengaruh penting untuk keberhasilan ibu dan bayi dalam pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif untuk enam bulan pertama. ASI sendiri merupakan sumber makanan utama bayi selama 6 bulan pertama. 

Dengan mengetahui manfaat dari IMD, pasangan yang akan menyambut kedatangan buah hati akan dapat membuat rencana untuk mencari penolong persalinan yang mengerti dan mendukung IMD.

 

Apa Itu IMD dan Apa Manfaatnya?

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses pemberian ASI kepada bayi yang baru lahir dengan meletakkan bayi di atas perut atau dada ibu agar bayi mencari sumber ASI dan menyusu. Ketika dijalankan, IMD akan memberikan beberapa manfaat baik kepada ibu dan bayi.

 

Manfaat untuk bayi adalah:

1. Bayi akan mendapat kolostrum atau ASI pertama yang dihasilkan oleh ibu. Susu ini kaya akan sel imun dan antibodi sehingga dapat meningkatkan daya tahan bayi.

2. Bayi akan dapat menjalankan ASI eksklusif dengan lebih baik.

3. Bayi akan mendapat perhatian dan kasih sayang dari ibu.

4. Menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat.

5. Bayi akan menjadi lebih tenang karena berada di dalam dekapan ibu.

 

Manfaat untuk ibu adalah:

1. Memberikan kebahagiaan bagi ibu dalam menyambut buah hati.

2. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif kepada bayi meningkat.

3. Rangsangan bayi ketika menyusu akan meningkatkan pembentukan hormon oksitosin yang berguna untuk menghasilkan ASI, menenangkan ibu, dan meningkatkan kontraksi rahim yang membantu proses lahirnya ari – ari dan mengurangi perdarahan setelah melahirkan.

4. Ibu akan dapat langsung memberikan perhatiannya kepada anak setelah proses persalinannya. 

 

Kapan Sebaiknya IMD Dilakukan?

Badan kesehatan dunia (WHO) memberikan rekomendasi untuk melakukan IMD dalam 1 jam setelah bayi lahir. Idealnya, proses ini dapat berlangsung selama lebih dari 1 jam dan WHO juga menyarankan agar proses kontak antara ibu dan anak dilangsungkan selama mungkin. 

Pada beberapa kondisi seperti operasi cesar yang darurat, IMD tidak dapat dilakukan dalam 1 jam pertama. Namun, WHO tetap menyarankan untuk menjalankan IMD saat ibu akhirnya dapat melakukannya.

 

Apakah IMD Bisa Dilakukan Jika Ibu Lahir Secara Cesar?

IMD dapat dilakukan pada bayi yang dilahirkan dengan cesar jika ibu siap dan dalam keadaan sadar. Proses ini membutuhkan bantuan tenaga medis untuk menjalankannya. Oleh karena itu penting bagi kedua pasangan untuk memiliki motivasi dan keinginan melaksanakan IMD dan mencari rumah sakit yang mendukung pelaksanaan IMD.

 

Apakah IMD bisa diganti dengan skin to skin contact (SSC) bersama ayah?

Tujuan dari IMD sendiri adalah untuk memudahkan proses pemberian asi eksklusif ibu dengan anak. Namun tujuan ini tidak tercapai jika diganti dengan skin to skin contact (SSC) sehingga IMD sebaiknya dilakukan. Meskipun demikian, SSC dengan ayah juga dapat dilakukan untuk membantu menenangkan, menghangatkan suhu bayi dan membantu pembinaan hubungan ayah dengan buah hati.

 

Resiko Apa Yang Akan Mungkin Terjadi Jika IMD Tidak Dilakukan?

Bayi yang mendapat IMD akan memiliki kemungkinan untuk melanjutkan ASI lebih baik daripada bayi yang tidak mendapat IMD. Dengan mendapatkan ASI, bayi akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit. 

Bayi – bayi ini juga akan lebih cepat berhenti menangis ketika IMD dilakukan yang dapat mengurangi resiko terbentuknya penyakit jantung bawaan dan mengurangi penggunaan tenaga berlebih yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Pelaksanaan IMD memiliki pengaruh pada keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan memberikan manfaat baik kepada ibu dan bayi. Pelaksanaan IMD dapat dilakukan oleh ibu yang menjalani operasi cesar. 

IMD sebaiknya dilaksanakan sedini mungkin dan tidak digantikan dengan SSC oleh ayah. Sehingga dibutuhkan dukungan dari orang tua dan penolong persalinan untuk keberhasilan proses ini.